Tag Archives: Nama dan Peristiwa

Nama dan Peristiwa: Sammy Kerispatih Mengurangi Pentas


 

KOMPAS
JUMAT, 19 SEPTEMBER 2008
Nama dan Peristiwa

Sammy “Kerispatih”

 

 

Sammy, vokalis band Kerispatih, mengurangi pentas di panggung publik selama bulan Ramadhan. Namun, Kerispatih tetap memenuhi undangan untuk acara di layar kaca.

”Kami menghormati anggota grup Kerispatih yang berpuasa. Kami menjunjung tinggi perbedaan agama dalam grup ini,” kata Sammy Simorangkir (26) di Jakarta, Rabu (17/9) dini hari.

”Kami tetap muncul di televisi. Tetapi kami tidak mau memforsir tenaga. Nanti setelah Lebaran baru digeber lagi (tampil di panggung),” kata Sammy yang ditemani kekasihnya, Natalie, seorang model.

Sammy bersama sejumlah artis mengikuti acara Sahur on the Road yang digelar Hotel Alexis, Jakarta Utara.

”Aku mau ikut (acara Sahur on the Road), ini kegiatan positif. Banyak di antara kita yang sudah hidup nyaman tidak menyadari ada sesama yang enggak bisa makan enak dan terpaksa tinggal di kolong jembatan,” katanya.

Ihwal album terbaru Kerispatih, Tak Lekang oleh Waktu, menurut Sammy, bisa dibilang sudah balik modal.

Salah satu lagu dalam album itu, ”Bila Rasaku Ini Rasamu”, diputar di semua stasiun radio. Lagu itu juga banyak digunakan orang sebagai ring back tone (RBT).(KSP)


FOTO di blog ini foto Sammy Kerispatih oleh Satrio Nusantoro/Kompas

Nama dan Peristiwa: Piyu

KOMPAS

Senin, 25 Agustus 2008

Nama dan Peristiwa

Piyu

Kegiatan Sosial

Piyu, gitaris band Padi, bersama istrinya, Florine, mendirikan yayasan Piyupadi Foundation. Dalam kurun waktu tertentu, ia menyisihkan Rp 1 juta-Rp 2 juta untuk membiayai orang yang merintis usaha kaki lima.

”Ide ini sudah lama, tapi baru terwujud. Saya mendirikan yayasan karena merasa apa yang telah saya peroleh dari Padi sudah cukup. Saya bisa makan enak, tidur nyaman, dan ke mana-mana naik mobil. Itu sudah cukup bagi saya,” ungkap Piyu (35).

Pria bernama asli Satrio Budi Wahono ini tak ingin muluk-muluk dengan yayasan nirlaba yang didirikannya. ”Saya hanya ingin berbuat sesuatu yang konkret.”

Tentang kegiatan bermusiknya, Piyu bercerita, dia tengah menjadi produser album band baru Cosmic yang berjudul Dunia Tanpa Henti, dan album baru Titi Kamal. Album grup Cosmic baru dirilis, sedangkan album Titi akan beredar paling lambat setelah Lebaran. Dalam album itu, citra Titi berubah. Kalau orang mengenal dia menyanyi lagu Jablai, maka lewat album ini ia membawakan lagu-lagu bernuansa hip-hop.

”Tahun depan saya ingin Padi bisa menggelar konser tunggal, semoga bisa terwujud,” katanya tentang Padi yang digawangi Ari (gitar), Fadly (vokal), Yoyo (drum), dan Rindra (bas), selain dirinya ini. (KSP)

FOTO di blog ini foto saya bersama Piyu. Thanks to Sensen, yang mengambil foto ini.

Nama dan Peristiwa: Afgan Syah Reza

KOMPAS

Rabu, 24 Juli 2008

Nama dan Peristiwa

Afgan Syah Reza, pelantun lagu ”Terima Kasih Cinta”, mengaku sempat terkaget-kaget menghadapi situasi pascapeluncuran album perdananya, Confession No 1, pada Januari 2008.


”Saya ingin tetap rendah hati. Memang ada saat-saat saya ’kaget’ menghadapi situasi yang tiba-tiba berubah. Tetapi, kemudian saya bisa beradaptasi dengan kondisi sekarang, terutama menghadapi penggemar,” kata pria kelahiran Jakarta, 27 Mei 1989, ini.

Mahasiswa Universitas Indonesia ini bercerita, ia membuat album setelah teman-teman mendorongnya. ”Saya sebetulnya pemalu, enggak pernah ngeband, enggak pernah ikut festival atau acara kampus. Saya bersyukur belum setahun sudah populer,” kata Afgan.

Bagaimana dengan pacar?
”Belum ada yang spesial, semua masih teman yang baik,” jawabnya.
Padahal, ia tak punya syarat yang rumit untuk pacar. ”Saya suka perempuan yang simpel, sederhana, bisa ngobrol, bisa cerita, dan bisa cari solusi buat masalahku, he-he,” lanjutnya saat ditemui di Club 36 Jakarta, Selasa (22/7) dini hari.

Afgan berencana merilis album keduanya September nanti. Dia belum bisa mengungkapkan judul album ini sebab belum menemukan judul yang pas untuk itu. Sambil mencari judul album, hampir setiap hari dia manggung di berbagai tempat, juga menonton film drama. (KSP)

FOTO di blog ini foto saya bareng Afgan di Club 36 Jakarta, Selasa (22/7) dinihari. Thanks to Panca yang mengambil foto ini.

Nama dan Peristiwa: Rano Karno

KOMPAS

Selasa, 22 Juli 2008

Nama & Peristiwa

Sejak menjabat sebagai Wakil Bupati Tangerang, Rano Karno mengaku bisa menikmati menjadi birokrat. “Sebetulnya kedua ‘profesi’ itu sama saja. Dalam kunjungan dinas pun saya bertemu dengan masyarakat. Ketika menjadi artis pun, saya sering bertemu dengan para penggemar,” kata Rano.

Tidakkah dia khawatir bekerja di lembaga eksekutif, yang belakangan ini sebagian pejabatnya malah terjerat berbagai kasus korupsi? “Untuk menghindari bidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), saya tinggal mengikuti aturan yang berlaku. Sebetulnya tidak sulit, yang penting kita harus hati-hati,” kata pemeran Si Doel dalam serial televisi Si Doel Anak Sekolahan ini.

Rano menambahkan, ia pernah bertemu dengan Ketua KPK Antasari Azhar. “Pak Antasari bilang, kalau untuk kepentingan masyarakat, silakan jalan terus, tak perlu khawatir,” ujarnya. Rano pun berjanji akan berhati-hati dalam urusan keuangan agar sampai akhir jabatannya nanti tak terjerat kasus korupsi.

Setelah sibuk sebagai birokrat, adakah Rano akan meninggalkan kegiatan berkesenian yang selama ini dia tekuni? “Enggak jugalah. Saya masih mencoba menulis skenario film dan ini belum selesai,” jawab pria kelahiran Jakarta, 8 Oktober 1960, ini. (KSP)

FOTO di blog ini foto Rano Karno

Nama dan Peristiwa: Yoyo Padi

KOMPAS

Kamis, 17 Juli 2008

Nama dan Peristiwa

Yoyo Padi

Untuk Rossa

Penabuh drum Grup Padi, Yoyo kini mempersiapkan dua lagu baru ciptaannya untukalbum terbaru Rossa, sang istri. “Album baru Ocha (sebutan akrab bagiRossa-red) akan dirilis bulan Agustus mendatang. Saya ciptakan dualagu dalam album itu,” kata Yoyo Padi dalam percakapan dengan Kompas di Jakarta Selatan, Senin (14/7) malam.

Yoyo menceritakan saat ini kegiatan tur grup band Padi tidak sepadattahun-tahun lalu sehingga dirinya punya banyak waktu luang. “Untukmengisi waktu, saya kini mencari penyanyi perempuan yang berbakatuntuk diorbitkan. Salah satunya, Titi Kamal,” cerita suami Rossa ini.

Menurut Yoyo, Titi Kamal layak menjadi penyanyi. Titi membawakansejumlah lagu ciptaan Yoyo. Selain itu, Yoyo juga mencari grup bandanak muda untuk diorbitkan. “Baru ada satu grup band, yang salah satupersonelnya adalah adik kandung Ocha. Saya baru memoles mereka yangbetul-betul berangkat dari nol,”katanya.
“Lagu-lagu ciptaanku lebih cocok dinyanyikan perempuan. Salah satunyalagu dalam album pertama Bunga Citra Lestari berjudu; ”Terpanah Asmara’. Karena itu lagu ciptaanku tidak pas kalau Padi yangmembawakan,” ungkapnya sambil tertawa.Soal Padi, Yoyo mengatakan Padi akan merilis album terbaru, albumkeenam sejak grup itu dibentuk 10 tahun silam. “Masih lagu-lagu cintayang mendominasi album Padi nanti,” kata Yoyo. (KSP)

FOTO di blog ini foto Yoyo Padi, oleh R Adhi Kusumaputra/KOMPAS

Kolom Blog Adhi Ksp: Selamat untuk Elfa’s Singer, Raih Grand Champion di Austria

Kolom Blog Adhi Ksp

Selamat untuk Elfa’s Singer, Raih Gelar Grand Champion di Austria

SAYA baru saja menerima pesan singkat dari Agus Wisman, salah satu personel Elfa’s Singer. Isinya, “Alhamdullilah, Elfa’s Singer mendapat dua lagi Grand Champion untuk kategori Jazz dan Pop di World Choir Games, Graz, Austria. Horeee, kita Juara Dunia lagi… Lagu Indonesia Raya dua kali berkumandang…”

Saat ini Agus Wisman masih berada di Graz, Austria. Elfa’s Singer pimpinan Elfa Secioria, komposer dan arranger ini mengalahkan peserta dari 93 negara di dunia yang membawakan lagu dalam 28 kategori. Sejak World Choir Games digelar tahun 2000 di Linz, Austria tahun 2000, Elfa’s Singer selalu ikut dan selalu menang, menjadi Juara Dunia.

Pada WCG ke-2 tahun 2002 di Busan, Korea Selatan, WCG ke-3 tahun 2004 di Bremen, Jerman, WCG ke-4 di Xianmen, China dan WCG ke-5 di Graz, Austria, Elfa’s selalu menang dalam kategori Jazz dan Pop. Berita sekilas soal kemenangan Elfa’s di Austria, dapat di baca di sini.

Dua kali lagu “Indonesia Raya” berkumandang pada hari Minggu sekitar pukul 14.00 waktu Austria. Selamat untuk Elfa’s Singer yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah musik dunia…

Berita tentang ini dapat dibaca pula di Kompas, Rabu 16 Juli 2008

Nama & Peristiwa

Agus Wisman

“INDONESIA RAYA” DI AUSTRIA

Agus Wisman, salah seorang personel Elfa’s Singers, hari Minggu (13/7) malam memberi kabar gembira melalui pesan singkat. “Alhamdulillah, Elfa’s Singers mendapat dua lagi Grand Champion untuk kategori jazz dan pop di World Choir Games, Graz, Austria. Horeee, kita juara dunia lagi. Lagu ‘Indonesia Raya’ dua kali berkumandang.”.

Menurut Agus, Elfa’s Singers mengalahkan ribuan peserta dari 93 negara yang terbagi dalam 28 kategori. Dengan kemenangan ini, Elfa’s Singers sudah lima kali berturut-turut menjadi juara dunia untuk kategori jazz dan pop. Di Austria, Elfa’s Singers pimpinan Elfa Secioria, komposer dan arranger, ini meraih nilai 92,88 untuk kategori jazz dan nilai 94,13 untuk kategori pop.

“Dua kali lagu ‘Indonesia Raya’ berkumandang sekitar pukul 14.00 waktu Austria atau pukul 20.00 WIB,” demikian cerita Agus.

World Choir Games sudah digelar lima kali dan diadakan setiap dua tahun. Yang pertama, tahun 2000, di Linz, Austria. WCG ke-2 tahun 2002 digelar di Busan, Korea Selatan, WCG ke-3 tahun 2004 di Bremen, Jerman. WCG ke-4 tahun 2006 di Xianmen, China, dan WCG ke-5 tahun 2008 di Graz, Austria. “Elfa’s Singers selalu meraih juara dalam dua kategori, jazz dan pop. Jadi Elfa’s Singers sudah lima kali meraih gelar Grand Champion,” cerita Agus lagi.(KSP)

FOTO ILUSTRASI di blog ini dikutip dari http://www.kapanlagi.com/free/elfa’s_singer_0.jpg

Nama dan Peristiwa: Maia Estianty


KOMPAS

Selasa, 1 Juli 2008

Nama dan Peristiwa

Maia Estianty

Tidak Dendam

Maia Estianty (32) mempunyai ”resep” bagaimana agar seseorang bisa muncul sebagai ”pemenang dalam kehidupan”. Meskipun saat ini dia tengah menghadapi persoalan, ibu dari tiga anak ini tak ingin menebar dendam dan kebencian.

”Sikap seorang pemenang adalah menebar kebaikan dan tidak menyimpan dendam,” kata Maia seusai pentas di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, Sabtu (28/6) dini hari.

Kalimat itu dia ucapkan setelah sejumlah penonton bereaksi ketika Maia akan membawakan lagu yang populer saat dia berduet dengan Mulan dalam Ratu.

”Apa pun yang terjadi dalam kehidupan, sesakit apa pun, aku berusaha berpikir positif. Meskipun ditusuk dari belakang, aku tak ingin marah-marah apalagi mengucapkan sumpah serapah,” kata Maia tersenyum.

”Kalau ada yang memfitnah seharusnya aku justru berbuat baik kepada orang itu,” tambahnya.


Malam itu, Maia dan pasangannya dalam Duo Maia, Mey Chan, membawakan 12 lagu.

”Alhamdulillah, Duo Maia tidak pernah sepi order. Kami memang menghindari sering tampil di layar televisi agar tak terlalu ’berlebihan’. Kami lebih memilih bernyanyi di panggung atau kafe, biar bisa berinteraksi langsung dengan pengunjung,” kata Maia tentang Duo Maia yang populer, antara lain, lewat lagu Ingat Kamu ini. (KSP)

FOTO di blog ini foto saya berfoto bersama Maia Estianty, usai pentas di Pitstop, Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, Sabtu (28/6) dinihari lalu.