Tag Archives: GPS

Otomotif: Mudik dengan Panduan GPS Ponsel


KOMPAS
Selasa, 16 September 2008
Otomotif

Ke mana Anda pada liburan Lebaran nanti? Jika Anda membawa kendaraan sendiri, tidak ada salahnya Anda memanfaatkan teknologi global positioning system atau GPS yang terpasang di sejumlah telepon seluler pintar.

Salah satu ponsel pintar yang memiliki fasilitas GPS adalah Nokia E71. Dengan teknologi ini, Anda dapat dengan mudah menemukan lokasi dan rute menuju restoran, ATM, bank, kantor pos, stasiun kereta api, transportasi umum, bandara, tempat mengopi, bioskop, stasiun pengisian bahan bakar umum, bengkel, tempat sewa mobil, dan sebagainya.

Seperti halnya peralatan GPS yang terpasang pada kendaraan ataupun GPS yang mobile, GPS pada Nokia E71 akan memandu perjalanan Anda menuju lokasi yang diinginkan. Misalnya, Anda akan diminta berbelok ke kanan dalam jarak 200 meter ke depan, atau berbelok ke kiri dalam jarak 500 meter ke depan.

Kompas mencoba GPS Nokia E71 saat perjalanan Suzuki Merah Putih di Yogyakarta pekan lalu. Saat itu mobil yang kami kendarai tertinggal dari rombongan karena harus mengisi bahan bakar lebih dahulu. Namun, perjalanan menuju lereng Merapi tidak terhambat meskipun sebenarnya kami tidak paham rute menuju ke lokasi acara. Berkat GPS pada Nokia E71, kami tiba di lokasi tepat waktu.

Caranya, masuk ke ”menu” dan klik ”GPS”. Di sini, klik ”Maps” kemudian pilih ”Search” dan ketik lokasi yang dicari. Setelah diketik ”Turi”, muncul daftar yang berkaitan dengan nama ”Turi”. Pertama, ”Turi, Sleman” 16,6 km dan setelah itu ”Karangturi, Semarang” dengan jarak 150-an km. Kami pilih ”Turi, Sleman” dan mengikuti semua petunjuk dari GPS Nokia E61 itu. Hasilnya? Perjalanan kami tetap aman sampai di tujuan.

Sistem navigasi radio di seluruh dunia ini didukung oleh 24 satelit, yang dipantau stasiun bumi setiap saat. Terminal GPS akan menerima sinyal radio daya rendah dari satelit dan mengukur waktu tempuh sinyal tersebut. Dari waktu tempuh, unit penerima GPS dapat menghitung lokasinya hingga pada ukuran meter yang akurat.

Namun, bisa saja GPS tidak akurat. Sedikitnya empat satelit yang mengirim informasi posisi untuk alat bantu perjalanan. Ini juga tergantung dari kualitas sinyal GPS.

Selain membantu memandu perjalanan ke lokasi yang diinginkan, GPS juga dapat membantu kita melihat informasi perjalanan, seperti jarak dan durasi yang telah ditempuh serta kecepatan rata-rata dan kecepatan maksimum.

Tidak hanya Nokia E71 yang memiliki fasilitas GPS, tetapi juga sejumlah ponsel jenis lainnya, antara lain Nokia N95, N95 8GB, Nokia 6275i, Nokia 6110 Navigator, Nokia N82, Nokia E90. Ponsel high-end merek lain kini juga dilengkapi dengan fasilitas GPS, seperti iPhone dan Samsung Omnia.

Makin banyaknya ponsel yang dilengkapi GPS menunjukkan bahwa GPS dibutuhkan banyak orang dan menjadi salah satu fitur yang dapat membuat ponsel laris. Ponsel ber-GPS ini melengkapi GPS portabel yang kini membanjiri pasaran antara lain merek Garmin, Mio, dan Avix.

Nah, Anda siap mudik dengan panduan GPS? (R ADHI KUSUMAPUTRA)

FOTO di blog ini foto GPS Nokia E71 saat digunakan di Kota Yogyakarta. Foto oleh Sandy Mahendra/Prevention.

Komentar Pembaca Blog (12)

Komentar Pembaca Blog Adhi Ksp (12)

Artikel Pasar Flohmak, Ringan Tapi Informatif

(1) Amelitalusia

amelitalusia has left a new comment on your post “Pasar Flohmak, Jangan Malu Beli Barang Bekas“:

artikel yang menarik! semoga cerita yang ringan namun informatif seperti ini selalu hadir di tengah hadangan kisah tentang KDRT, bullying, ketidakjelasan status tanah, gas hilang dari pasaran, harga minyak goreng melambung, artis berseteru, whoah….Lebih asyik lagi kalau bisa menemukan di Jakarta ada toko semacam Goodwill (di AS) atau toko thrift sale.

Catatan KSP: Dear Amelitalusia, terima kasih sudah singgah dan membaca blog ini. Terima kasih juga atas komentar Anda. Artikel Pasar Flohmak dimuat di Harian Kompas hari Rabu 16 Mei 2007 di halaman 39. Pada hari itu, Redaksi Kompas menerima banyak telepon yang menanyakan informasilebih jauh tentang Pasar Flohmak dan info nomor telepon Pak Winarto A Rasul.

Saya hanya menyampaikan pesan Pak Winarto: jika Anda punya barang-barang yang masih layak pakai tapi jarang digunakan, dan Anda pusing dengan tumpukan barang-barang itu di rumah Anda, mengapa Anda tidak menjualnya di Pasar Flohmak? Salam hangat, Adhi Ksp

Minta Nomor Kontak Rieke “Oneng” Diah Pitaloka

(2) Udin

udin has left a new comment on your post “Kolom Blog Adhi Ksp: Perubahan dari Hal-hal Kecil“:

wah seneng juga ya bisa foto bareng mbak rieke “oneng” pitaloka. culun, tapi kritis juga. bung, bolehkah saya minta kontak mbak oneng, hp atau email, saya penggemar berat dia, saya ingin mewawancarainya untuk tulisan di blog saya. trims

Catatan KSP: Dear Udin, terima kasih sudah singgah dan membaca isi blog ini. Permintaan Anda tentang nomor kontak Rieke “Oneng” Diah Pitaloka akan saya sampaikan melalui japri, e-mail Anda. Sayangnya Anda tidak mencantumkan e-mail Anda sehingga saya kesulitan mengontak Anda. Salam hangat, Adhi Ksp

Minta Info Mekanisme Kerja dan Peran Aseanapol

(3) Aldox

Saya mahasiswa FISIP Universitas Pasundan Bandung.
Saya ingin mengetahui mekanisme kerja ASEANAPOL dan perannya dalam menanggulangi peredaran narkotika di Indonesia. Terima kasih atas bantuannya.

Catatan KSP: Dear Aldox, saya mencoba menjawab pertanyaan Anda. Kebetulan saya pernah meliput Konferensi Aseanapol di Brunei Darussalam, Phuket (Thailand) dan Manila (Filipina). Aseanapol merupakan wadah para kepala kepolisian di negara-negara di Asia Tenggara bertemu, bertukar informasi satu tahun sekali. Setiap negara punya kantor National Central Bureau (NCB)-Interpol yang dipimpin langsung oleh kepala kepolisian masing-masing negara.

Di Indonesia, NCB-Interpol dipimpin langsung Kepala Polri. Tetapi Sekretaris NCB-Interpol merupakan pelaksana tugas sehari-hari. Biasanya kalau ada red notice dari Markas Besar Interpol di Lyon, Perancis, informasi ini disebar ke seluruh negara anggota Interpol di dunia. Khusus Aseanapol, topik-topik yang dibahas yang aktual. Mulai dari soal terorisme, narkotika sampai pada perompakan.

Peran Aseanapol dalam menanggulangi narkotika di Indonesia? Setiap tahun, agenda konferensi Aseanapol pasti mencantumkan soal peredaran gelap narkotika. Informasi soal Aseanapol, dapat Anda baca lagi http://adhikusumaputra.blogspot.com/search/label/Aseanapol. Sedangkan soal narkotika, Anda bisa baca lagi di http://adhikusumaputra.blogspot.com/search/label/narkotika. Kalau Anda kurang puas, kurang jelas, bisa kontak Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto. Beliau sebelumnya Sekretaris NCB-Interpol, sehingga sangat paham dengan peran Aseanapol dan seputarnya. Hubungi saja Pak Sisno di kantornya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo 1, Jakarta Selatan. Salam hangat, Adhi Ksp

Mohon Izin Publikasikan Tulisan dan Foto Pencinta Musik Country

(4) Redaksi Majalah KORIDOR

To : Bapak Robert Adhi Kusumaputra
Salam sejahtera,
Kami dari redaksi Majalah KORIDOR, memohon izin untuk mempublikasikan tulisan dan foto yang berkenaan dengan komunitas pecinta musik country.
Majalah ini berkonsentrasi pada masalah hukum, politik dan otonomi. Tapi di sala satu rubrik, mengangkat tentang gaya hidup untuk edisi ini kami mengulas tema komunitas pecinta musik country. Demikian permohonan kami. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami sampaikan terima kasih.
Salam
Hormat kami,
Redaktur Majalah KORIDOR

Catatan KSP: Kepada Redaksi Majalah KORIDOR, terima kasih sudah singgah dan membaca blog ini. Silakan saja jika Anda ingin mengutip foto dan tulisan seputar pencinta musik country, asalkan tidak lupa mencantumkan sumbernya. Salam hangat, Adhi Ksp

Apa Kabar dari Adang Rismanto

(5) Adang Rismanto

Halo Adhi, Sekarang Adhi dimana? Mudah2an masih ingat saya.

AR

Catatan KSP: Pak Adang Rismanto Yth, tentu saja saya masih ingat Bapak. Semasa jadi Kepala Polres Jakarta Selatan, Pak Adang dan tim yang mengungkap kasus pembunuhan pelukis maestro Basoeki Abdullah. Saya masih jurnalis di Kompas, Pak. Terima kasih sudah singgah dan membaca blog ini. Tentang Basoeki Abdullah, bisa dibaca lagi di http://adhikusumaputra.blogspot.com/search/label/Adang%20Rismanto dan http://adhikusumaputra.blogspot.com/search/label/Basoeki%20Abdullah. Salam hangat, Adhi Ksp

Soal Teknologi GPS

(6) Didit Yogya

diditjogja has left a new comment on your post “Singapura dan Malaysia Pesan Teknologi GPS dari In…“:

liputan yang bagus mas adhi…:pheh? emang ntar bakalan laris gak ya? kita tunggu saja produk ini….*lho kok malah advertorial*

Catatan KSP: Dear Didit di Yogya, terima kasih sudah singgah dan membaca isi blog ini. Teknologi GPS yang dikembangkan Solo System sebetulnya karya putra Indonesia, Arifin Effendy. Lihat dan baca selengkapnya http://adhikusumaputra.blogspot.com/search/label/Arifin%20Effendy. Arifin pernah sekolah di Singapura sehingga mungkin saja dia punya teman-teman di Singapura. Arifin mencoba mengutak-atik teknologi GPS sejak kuliah di Universitas Cornell, New York, Amerika Serikat. Teknologi GPS yang dikembangkan Arifin sudah digunakan oleh PO Nusantara Kudus, Bluebird, Pertamina, Avix, Nokia dan banyak lagi. Wajar jika Singapura dan Malaysia melirik Arifin. Salam hangat, Adhi Ksp

Minta Foto-foto Glodok Tempo Doeloe

(7) Hendry

Mas, boleh minta tolong??? Punya foto-foto Glodok tempo doeloe? Kalau punya, saya mau ya…

Catatan KSP: Dear Hendry, kebetulan saya tidak punya yang Anda minta. Tapi Anda bisa tanyakan ke kantor berita Antara. Siapa tahu mereka punya arsipnya. Atau kepada fotografer tempo doeloe yang masih hidup. Nanti saya tanyakan kepada teman saya para fotografer. Atau di antara pembaca blog, ada yang tahu? Silakan bagi informasi. Salam hangat, Adhi Ksp

Pemerintah Singapura Percayakan Solo System Garap GPS Ponsel

Pengantar

Putra Indonesia ternyata dipercaya negara asing. Pemilik perusahaan software teknologi GPS, Arifin Effendy, mengenyam pendidikan SMP dan SMA di Singapura, dan pendidikan tinggi di Cornell University, New York, Amerika Serikat. Pemerintah Singapura mempercayakannya menggarap GPS untuk ponsel di negeri singa itu. Hebat kan? (KSP)

KOMPAS CYBER MEDIA

Rabu, 21 Maret 2007 – 17:36 wib

Pemerintah Singapura Percayakan Solo System Indonesia Garap GPS Ponsel

Laporan Wartawan Kompas R Adhi Kusumaputra

JAKARTA, KOMPAS – Pemerintah Singapura mempercayakan perusahaan Solo System dari Indonesia menggarap proyek Global Positioning System (GPS) di negara pulau tersebut.

“Sudah hampir pasti Solo System mendapat proyek menggarap GPS di Singapura, khususnya GPS di ponsel. Yang minta ini langsung Pemerintah Singapura,” kata Chief Software Architect Solo System, Arifin Effendy kepada Kompas, Rabu (21/3).

Arifin Effendy yang menyelesaikan pendidikan SMP dan SMA di Singapura ini lulusan Cornell University, New York. Menurut Arifin, dalam waktu dekat, Solo System, perusahaan miliknya akan memperluas pasar selain di Singapura, juga di Malaysia, Thailand dan Vietnam.

Di Indonesia, Solo System menjalin kerja sama dengan perusahaan ponsel terkemuka Nokia yang bermarkas di Finlandia, perusahaan bus PO Nusantara yang berkantor pusat di Kudus (Jawa Tengah), perusahaan taksi dan bus pariwisata Bluebird, PT Pertamina, dan Avix (khusus GPS mobil pribadi).

Vice President Director PT Sumber Limasindo Hendrik Alamsyah mengatakan, teknologi GPS di dalam mobil ini akan diluncurkan secara resmi Senin 26 Maret mendatang. Pesanan indent sudah cukup banyak. “Kami yakin GPS akan jadi tren di Indonesia karena GPS sudah jadi tren global,” kata Hendrik.

ATPM Toyota dan Honda melirik teknologi GPS yang pertama di Indonesia ini, yang dikembangkan Avix bersama Solo System. Kedua ATPM besar di Indonesia ini memasang teknologi GPS di dalam mobil-mobil mereka sebagai nilai tambah.

FOTO di blog ini Arifin Effendy, “otak” Solo System, oleh R Adhi Kusumaputra/KOMPAS

Teknologi GPS: Tak Perlu Takut Tersesat di Jalan

Pengantar

Teknologi GPS dalam mobil sudah datang. Para penggemar car audio sudah menunggunya. Dengan teknologi ini, betul, Anda tak perlu takut tersesat di jalan! (KSP)

KOMPAS


Telekomunikasi

Kamis, 15 Maret 2007

Teknologi GPS

Tak Perlu Takut Tersesat di Jalan

R Adhi Kusumaputra

Jika Anda pusing mencari alamat klien, teman, atau siapa pun, ataupun hanya sedang berjalan-jalan di tempat yang tidak Anda kenal, kini tak usah takut tersesat. Sebab, perangkat penerima sinyal global positioning system atau GPS sebagai penentu posisi sudah semakin mudah ditemukan.

Sebuah perusahaan produk multimedia dalam kendaraan, Avix, yang menjalin kerja sama dengan perusahaan Solo System, meluncurkan produk tersebut pada bulan Maret ini. Tujuannya satu, membantu pengendara mobil melihat lokasi kendaraan pada sebuah peta digital, termasuk ketika tengah mencari alamat di tempat yang tidak dikenal.

GPS yang terintegrasi dalam perangkat multimedia Avix ini merupakan yang pertama di Indonesia, dikembangkan oleh ahlinya, Solo System. “Selain dengan Avix, kami sudah menjalin kerja sama antara lain dengan Nokia, PO Nusantara, PT Pertamina, dan Bluebird,” kata Chief Software Architect Solo System Arifin Effendy kepada Kompas, pekan lalu.

Avix sendiri, kata Vice President Director PT Sumber Limasindo Hendrik Alamsyah, mengaku bertemu jodoh dengan Solo System. Alhasil, pertemuan dua teknologi multimedia ini menghasilkan perangkat mobil yang canggih, yang dapat dinikmati pengendara mobil di Indonesia.

Produk-produk multimedia mobil yang dilengkapi GPS sejauh ini belum merupakan GPS khusus untuk Indonesia, sekalipun di negara-negara maju GPS sudah menjadi kelengkapan bagi taksi. Dalam hal ini Solo System boleh disebut sebagai perusahaan yang “membuka hutan” mengembangkan teknologi GPS di Indonesia.

“Car multimedia sangat berguna bagi orang-orang sibuk di kota-kota besar seperti Jakarta. Tren dan kebutuhan ini menjadi peluang bagi kami untuk mengembangkan produk car multimedia Avix sebagai pemandu jalan, selain menciptakan kenyamanan di dalam mobil,” kata Handy Surya, Presiden

Direktur PT Sumber Limasindo, yang mengembangkan Avix.

Toyota Indonesia sudah melengkapi produknya, seperti Yaris dan Fortuner, dengan alat navigasi GPS dari Solo System dan Avix ini. “Pada masa depan kami menjalin kerja sama tidak hanya dengan ATPM Toyota, tetapi juga dengan ATPM lain di Indonesia. Memang ini pengecualian. Biasanya ATPM Jepang menggunakan produk Jepang, tetapi kali ini Avix dari Korea Selatan mampu membuktikan kualitas sehingga dipilih sebagai kelengkapan multimedia di dalam mobil,” kata Handy Surya.

Sistem kerja
Untuk Indonesia, kota-kota mana saja yang dilayani navigasi GPS ini?
Arifin Effendy mengatakan, selain Jakarta, kota-kota yang sudah mendapat layanan GPS adalah Bandung, Cirebon (Jawa Barat), Tegal, Pekalongan, Purwokerto, Banyumas, Magelang, Solo, Semarang, Kudus (Jawa Tengah), Madiun, Gresik, Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo, Kediri, Malang, Jember (Jawa Timur), Bali, Palembang (Sumatera Selatan), Lampung, Pekanbaru (Riau), Padang (Sumatera Barat), Medan (Sumatera Utara), dan Banjarmasin (Kalimantan Selatan).

Semua peta lengkap dengan nama jalan serta tempat-tempat layanan publik. Sudah tentu untuk mendukung semua kota ini harus sudah tersedia peta digital yang akurat.

Bagaimana GPS dalam mobil ini bekerja? Ketika akan melakukan koneksi GPS, dibutuhkan sekitar tiga menit untuk mengetahui posisi mobil. Tekan GPS dan connect.

Setelah muncul tanda panah, pengendara dapat mencari alamat dituju dalam find as destination dengan berbagai fitur, mulai dari nama jalan, bandar udara, apartemen, ATM/bank, bangunan bersejarah, bengkel, kafe, dokter gigi, gedung, gereja, hotel, kantor polisi, kantor pos, kantor telekomunikasi, kantor kedutaan besar, kebun binatang, kolam renang, kompleks perumahan, kantor instansi pemerintah daerah mulai dari kantor gubernur sampai kantor camat, kuburan, lapangan olahraga, masjid, pasar, sampai SPBU.

Alat navigasi GPS di dalam kendaraan mendapat sinyal dari satelit untuk mengenali posisi. “Tingkat akurasi GPS ini sangat baik karena didukung oleh 12 satelit di seluruh dunia. Tingkat akurasinya sampai 15 meter sehingga pemetaan terjadi real time. Kursor bergerak sesuai dengan kecepatan mobil,” katanya.

Yang juga menarik, di dalam layar ada informasi rute kapan harus belok kanan atau belok kiri untuk mencapai alamat yang dituju. Bahkan, instruksi ini bisa dilakukan dengan suara sehingga tidak mengganggu konsentrasi sopir dalam mengemudi, terutama di tempat yang ramai.

Mengingat pesatnya perkembangan kota di Indonesia, GPS Solo System yang sudah mencakup Jawa, Bali, dan Sumatera ini akan di-upgrade terus-menerus, termasuk point of interest dalam navigasi ini, misalnya, SPBU, ATM, dan restoran.

Lolos dari kemacetan
Denny Setiawan, penggemar multimedia mobil, mengusulkan agar dalam alat navigasi GPS ini dimasukkan juga lokasi wisata untuk memudahkan mencari lokasinya. “Kami berharap pada masa depan dapat bekerja sama dengan Polri agar informasi kemacetan lalu lintas di Jakarta dapat diketahui dari sini,” kata Handy Surya.

Jangan takut nyasar! Ketika Kompas mencoba alat GPS ini, ternyata kalaupun kita tidak menuruti kursor tanda panah yang ada, GPS tetap memandu kita menuju alamat dituju dari jalan yang dilalui dan akhirnya sampai juga ke alamat dituju. Pengalaman ini dialami Budi, ketika banjir melanda Jakarta belum lama ini.

“Saya pulang kantor dari Kembangan, Jakarta Barat, hendak pulang ke Cibubur, Depok. Tapi dalam perjalanan saya terjebak banjir di Kembangan dengan air setinggi orang dewasa. Saya lolos dari banjir, tetapi jalan macet di mana-mana. Karena saya menggunakan GPS, saya dibantu melalui jalan tikus, yang sebelumnya tidak saya ketahui. Tapi yang penting destinasi utama adalah Cibubur. Saya ikuti saja panduan GPS itu, dan akhirnya berhasil tiba di rumah dalam waktu satu jam,” ujar Budi menceritakan pengalamannya menggunakan alat navigasi GPS Avix dan Solo System ini.

Sebetulnya, teknologi multimedia mobil Avix ini tak hanya membantu memandu jalan. Jika terjebak kemacetan di jalan pun, pengendara mobil dapat menikmati hiburan di dalam mobil dengan asyik. Mulai dari menikmati siaran televisi, menonton film DVD, VCD, ataupun CD, menikmati musik dari MP3 dan MP4, sampai mendengar siaran radio.

Selain itu, koneksi Bluetooth build-in pada produk Avix ini dapat membantu pengendara mobil yang menerima panggilan telepon untuk langsung menjawab tanpa harus menempelkan ponsel ke telinga. Suara penelepon langsung terdengar dan pengendara tinggal bicara biasa.

Produk multimedia ini dilengkapi dengan SD Card dengan kapasitas hingga 5 GB sehingga mereka yang ada dalam kendaraan dapat melihat foto digital, misalnya. Produk ini juga dapat terkoneksi dengan iPod, hanya dengan memasukkan kabel data iPod ke produk Avix ini. Dengan fasilitas ini, pengendara dan penumpang mobil dapat menikmati hiburan dengan asyik meski suasana di luar macet.

FOTO di blog ini teknologi GPS dalam mobil yang dikembangkan Avix dan Solo System, oleh R Adhi Kusumaputra/KOMPAS

Belum Diluncurkan, Pesanan GPS Mobil Avix Sudah Banyak

KOMPAS CYBER MEDIA
Kamis, 08 Maret 2007 – 19:09 wib

Belum Diluncurkan, Pesanan GPS Mobil AVIX Sudah Banyak

Laporan Wartawan Kompas R Adhi Kusumaputra

JAKARTA, KOMPAS – Meskipun belum resmi diluncurkan, namun pesanan alat navigasi Global Positioning System (GPS) AVIX untuk mobil sudah banyak. Puluhan dealer audio car di Jabodetabek sudah menanyakan dan memesan alat GPS yang dikembangkan Avix bersama Solo System.

Sales and Marketing Manager Avix Budi Sulastomo hari Kamis (8/3) mengungkapkan, alat navigasi GPS yang bakal diluncurkan bulan Maret ini merupakan GPS pertama di Indonesia yang terkoneksi pada mobil pribadi.

“Petanya bisa dibuka secara real time dan di hampir seluruh kota di Jawa dan Bali bahkan menyusul Sumatra. Keunggulan navigasi GPS Avix adalah mengetahui posisi mobil sekarang ada dimana. Kedua, sebagai panduan bagi pengendara ke alamat dituju. Ketiga, berfungsi sebagai panduan mencari fasilitas mal, ATM, gedung perkantoran, kantor polisi dan banyak lagi,” kata Budi.

Dikatakan, alat navigasi GPS ini bakal menjadi tren dan gaya hidup mobil modern. “Dulu mobil pakai TV dianggap oke tapi sekarang TV mobil sudah biasa. Jika sebuah mobil belum dilengkapi GPS serasa belum pas,” katanya.
Untuk warga Jabodetabek yang sibuk dan acap terjebak kemacetan, GPS di mobil akan menjadi kebutuhan selain sebagai gaya hidup modern.

FOTO di blog ini contoh GPS Avix yang dipasang dalam mobil. Alat navigasi GPS dari Avix yang bekerja sama dengan Solo System ini, akan diluncurkan pada bulan Maret 2007 ini. Foto oleh Robert Adhi Kusumaputra/KOMPAS

Handojo Budianto dan Teknologi dalam Bisnis Bus

Pengantar
Handojo Budianto saat ini mengendalikan perusahaan bus PO Nusantara. Saya pernah diajak oleh Pak Handojo, mencoba menyetir bus mewah Scania buatan Swedia di pool PO Nusantara di Kudus, Jawa Tengah. PO Nusantara Kudus dirintis dari bawah dan kini berkembang pesat. (KSP)

KOMPAS
Jawa Tengah
Selasa, 14 Jun 2005
Halaman: 3
Penulis: Adhi KSP, Robert

HANDOJO BUDIANTO DAN TEKNOLOGI DALAM BISNIS BUS


DARI laptop di kantornya di pool PO Nusantara di Jalan Raya
Kudus-Demak KM 5, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Handojo Budianto
(38), pemilik PO Nusantara, dapat memantau dan mengontrol langsung
keberadaan 200-an busnya pada saat itu.

Teknologi GPS (global positioning system) yang dimanfaatkan
Handojo itu memungkinkannya mengetahui bus-busnya yang sedang melaju
di jalan raya di Pulau Jawa, lengkap dengan waktu, kecepatan bus,
dan posisi bus.

Ia memberi contoh, salah satu bus Nusantara yang pada pukul
13.30 ada di Jakarta, posisinya dapat diketahui di wilayah Jakarta
Selatan. “Teknologi GPS ini dapat diakses di mana saja. Ini dapat
disamakan semacam black-box. Data yang dicatat akurat. Jadi,
misalnya, kalau terjadi musibah kecelakaan, saya punya catatan,
kecepatan terakhir saat itu berapa,” jelas Handojo sambil
memerlihatkan laptopnya yang terkoneksi Telkomnet.
Karena itulah Handojo tak perlu khawatir ihwal posisi bus-bus
Nusantara yang sedang beroperasi di jalan.
***

Sejak kecil, Handojo kelahiran Kudus, 14 Desember 1966 senang
mengutak-atik mesin dan mendalami dunia otomotif. Ayahnya, Jonatan
Budianto, sejak tahun 1968, memiliki dua bus jurusan Kudus-Semarang
tanpa AC.

Usaha bus ini terus berkembang. Tahun 1975, PO Nusantara mulai
menggunakan satu-dua bus Mercedes Benz non-AC. Tahun 1984, mulai
menggunakan dua bus AC. “Armada kami waktu itu jumlahnya 10,”
ceritanya, Senin (13/6).

Pada tahun itu, Handojo yang tamat SMA, ingin melanjutkan
pendidikan tinggi dengan mengikuti bimbingan tes di Yogyakarta.
Waktu itu Handojo berpikir, kok tak ada bus Semarang-Yogyakarta yang
nyaman.

Tahun 1989, setelah Handojo mengenyam pendidikan tinggi di
Fresno, California, Amerika Serikat, mendalami teknologi industri
dengan spesialisasi transportasi, ia memegang kendali PO
Nusantara. “Saya pertama kali membuka jurusan Kudus-Semarang-
Yogyakarta Patas AC dengan komposisi bangku dua-dua,” katanya.

Tahun 1993, ia mulai membuka bus Patas jurusan Kudus-Semarang-
Purwokerto. Usahanya terus berkembang. Februari 1995, Handojo
merintis jurusan Kudus-Semarang-Jakarta.

Ketika krisis ekonomi terjadi tahun 1998, usaha busnya ikut
lesu. Jumlah penumpang ke Jakarta yang umumnya pedagang sangat
berkurang. “Saya mengandalkan trayek dekat, Kudus-Yogyakarta karena
pelajar dan mahasiswa tidak kena imbas,” ungkapnya.

Untuk menyelamatkan usahanya, Handojo putar otak. Ia membeli 11
bus dari perusahaan yang bangkrut dengan harga sekitar Rp 100
juta. “Tampilan luarnya buruk, tapi ternyata mesin dan suku
cadangnya masih bagus. Waktu membeli bus-bus bekas itu, saya
ditertawakan. Tapi cara itu sangat membantu, terutama menghemat suku
cadang karena harganya naik,” cerita Handojo.

Kini, tahun 2005, PO Nusantara berkembang menjadi perusahaan bus
disegani, memiliki 200 bus. Trayeknya bertambah, antara lain Kudus-
Bandung, Kudus-Bogor, Kudus-Surabaya, Kudus-Tegal, dan pertengahan
Juni ini, segera diluncurkan trayek baru Semarang-Kudus-Malang.
***

MENGELOLA usaha bus, bagi Handojo, merupakan hobi. “Orang boleh
saja investasi, tapi kalau tak disertai hobi, sulit,” katanya.
Tak heran jika kesejahteraan sopir bus pun sangat
diperhatikannya. “Gaji sopir harus diterima oleh istri,” katanya.
Rata-rata sopir bus itu menerima Rp 1,5 juta per bulan dari 13 x
pergi-pulang, belum termasuk uang makan.

Handojo, pemilik PO Nusantara ini tampak bersahaja dan
sederhana. Ia sempat mengajak Kompas mencoba menyetir bus mewah
Scania buatan Swedia. Di tangan Handojo-lah, PO Nusantara kini
menjadi salah satu perusahaan bus terkemuka di Jawa Tengah.
(Robert Adhi KSP)

LINK TERKAIT http://www.nu3tara.com/,
http://www.otostereo.info/home.php?link=article&a_id=69

Nokia Gandeng Solo System, Kembangkan Sistem Navigasi GPS di Produk High End

KOMPAS CYBER MEDIA
Sabtu, 24 Februari 2007 – 18:51 wib

Nokia Gandeng Solo System, Kembangkan GPS di Produk High End

Laporan Wartawan Kompas R Adhi Kusumaputra

TANGERANG, KOMPAS–Nokia Indonesia saat ini mengembangkan sistem navigasi GPS pada produk-produk high-endnya seperti Nokia Communicator dan ponsel multimedia lainnya. Software yang dikembangkan adalah MapMobile yang dirancang oleh Solo System, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi GPS.

“Teknologi GPS sudah diimplemantasi di Nokia Communicator 9300, 9300i dan 9500 dan ponsel multimedia lainnya,” kata Chief Software Architect Solo System, Arifin Effendy (31) dalam percakapan dengan Kompas, Sabtu (24/2) sore.
Nokia memilih Solo System sebagai mitra untuk mengembangkan teknologi GPS pada produk-produk high-endnya sejak tahun 2006, bertepatan dengan peluncuran Nokia Communicator 9500 Gold Edition.

“Kami sedang mengembangkan sistem GPS untuk produk-produk baru Nokia dengan layanan menarik,” kata Arifin yang enggan menyebut jenis layanan dimaksud. Arifin menyelesaikan pendidikan S1-nya di Cornell University, New York, Amerika Serikat di bidang Electrical Electronic Engineering, dan menyelesaikan pendidikan S2 di universitas yang sama di bidang operation research.

Solo System, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi GPS sudah bekerja sama dengan Avix (produk audio video mobil), perusahaan bus PO Nusantara Kudus, PT Pertamina dan banyak lagi.

FOTO di blog ini Arifin Effendy, Chief Software Architect Solo System, perancang sistem navigasi GPS di Indonesia. Foto oleh Robert Adhi Kusumaputra/KOMPAS