Tag Archives: Blog

Kolom Blog Adhi Ksp: Percantik Blog dengan Pernak-Pernik


Kolom Blog Adhi Ksp


Percantik Blog dengan Pernak-Pernik

* Pengunjung Blog Ini Capai 400.000 dari 152 Negara
SEBETULNYA sejak satu setengah tahun lalu saya sudah mengajak teman-teman saya untuk ngeblog. Pada waktu itu, awal Januari 2007, saya mulai menulis di blog http://adhikusumaputra.blogspot.com ini. Pada awalnya saya bertujuan mengumpulkan tulisan-tulisan saya di Kompas dan menjadikan blog ini sebagai kliping online. Dalam perjalanannya, ada usul dari teman-teman, sebaiknya, blog ini juga berisi pendapat dan komentar tentang berbagai topik .

Saya selalu merespon usul dan kritik para sahabat. Saya pun membuat “Kolom Blog Adhi Ksp” yang isinya khusus mengenai berbagai pendapat saya. Ternyata memiliki blog dan menulis di blog, memberi saya kepuasan tersendiri. Bukan karena jumlah pengunjung blog ini terus meningkat, akan tetapi juga ini menjadi “saluran” bagi saya untuk menulis bebas tanpa batas. 

Pada 18 Juli 2007, jumlah pengunjung blog ini tercatat 134.002 dari 130 negara. Delapan bulan kemudian, pada 2 Maret 2008, jumlah pengunjung blog mencapai 277.138 dari 146 negara. Dan enam bulan kemudian, pada 24 September 2008, blog ini dikunjungi 400.000 orang dari 152 negara. Catatan mengenai perkembangan blog, dapat dibaca pula di sini. Blog ini juga mendapat penghargaan dari Maverick Indonesia sebagai Lima Blog Terbaik di Indonesia Tahun 2008. 

Pada awalnya, ketika saya mengajak teman-teman agar aktif menulis di blog, saya pernah di-omeli, “huh dasar narsis!”. Tetapi saya ingin sampaikan kepada Anda bahwa saya merupakan satu dari lebih dari 200 juta blogger di dunia yang “narsis”. Menurut BBC, dalam satu detik, lahir satu blog baru di seluruh dunia. Jadi bayangkan, blog memang makin mewabah. Dan satu setengah tahun setelah “omelan tentang narsis” itu, kini banyak sahabat saya yang mulai menyadari asyiknya memiliki dan menulis di blog, termasuk “si pengomel” tadi tentunya. Memang dibutuhkan proses waktu untuk membuktikan bahwa blog menjadi “sahabat” kita.

Nah, blog bukan sekadar berisi tulisan, laporan, pendapat. Wajah blog harus menarik agar banyak orang datang berkunjung. Saya menambahkan alat penghitung NeoCounter pada blog ini tiga bulan setelah blog ini hadir. Tapi selain itu, pernak-pernik lainnya terus saya tambahkan. Dan beberapa pekan terakhir ini, saya memasukkan sejumlah pernak-pernik agar blog ini makin meriah.

Pertama, saya masukkan “daily literary quote”, lalu ada pula “quote of the day”, “leadership tip of the day”, dan juga “love quote of the day” dan “simple inspiration”. Kutipan kata-kata ini sengaja dipajang di blog ini untuk memberi semangat kepada saya dan Anda semua para pembaca yang berkunjung ke blog ini. 

“May you love as long as you live and live as long as you love”Robert Heinlein. Atau cernalah juga kata-kata ini Jingshen is 
the Mandarin word for spirit and vivacity. It is an important word for those who would lead, because above all things, spirit and vivacity set effective organizations apart from those that will decline and die. ~ James L. Hayes

Lalu ada “Currency Converter” yang memudahkan kita semua mengkonversi nilai mata uang dalam kondisi terkini. Saya juga menambahkan widget lain seperti “Investmen Indices” yang memudahkan kita memantau perkembangan nilai saham di bursa dunia. 

Nah, bagi penggemar musik, Anda dapat mengecek dan mencari lagu dari nama artis dan nama lagu lewat Google Search Music. Bukan hanya itu, Anda pun dapat mencari lirik lagu yang dihendaki dari sejumlah situs penyedia lirik lagu. 

Anda juga dapat mengikuti perkembangan berita dunia dari BBC News dan The New York Times. Anda dapat membaca ringkasan berita-berita dunia terkini pada saat Anda masuk ke blog ini.

Nah, jika Anda penggemar berita-berita teknologi, Anda pun dapat melihat video Technology News dari berbagai sumber mulai dari BBC sampai Associated Press. Anda dapat pula melihat foto-foto alam nan indah yang dikeluarkan National Geographic. 

Masih seputar foto, jika Anda memiliki jiwa romantis, jangan lupa lihat foto “Love Picture of The Day”, setidaknya untuk tetap mengasah rasa cinta Anda pada orang yang dikasihi dan disayangi.

Bagi Anda penggemar film, jangan lewatkan pula mengikuti “Romantic Movie of The Day”. Poster-poster film drama cinta yang romantik, selalu dapat dilihat di blog ini. Anda juga dapat mengikuti perkembangan “Top 5 Movies at The Box Office” dan membaca review film-film terkini yang diputar di bioskop-bioskop di dunia dalam “Film Reviews”. 

Jika Anda ingin mencari sesuatu, tak perlu keluar dari blog ini. Sebab ada Google Search, Google Book Search, dan juga Dictionary. Dalam “Dictionary”, Anda dapat mengecek kata-kata lewat Dictionary.com, Wordweb, Cambridge, dan Etymology. Ini dalam kelompok “Dictionaries”. Dalam kelompok “New”, Anda dapat menelusuri Knol dan Cuil. Dalam kelompok “Wiki”, Anda dapat menyusuri Wikipedia, Wikionary dan Wikia. Sedangkan dalam kelompok “Google”, Anda juga bisa mengecek Maps, Images, News, Books, iG Gadgets dan iG themes. 

Dalam kaitan dengan bahasa, Anda dapat mencari terjemahan kata-kata dalam 22 bahasa lewat Google Translate. Jika ingin memperdalam bahasa Inggris ada “Online English Grammar”. 

Anda juga bisa mengetahui alamat Internet Protocol (IP) Anda. Widget sebelumnya saya ambil dari IP2Location.com. Sekarang saya tambahkan Geo IP Tool dari Google, yang memudahkan kita tahu posisi alamat IP. 

Bagi Anda yang ingin tahu berita terkini lokasi gempa terakhir yang terjadi di dunia, Anda bisa cek Earthquake Watch. Di sini Anda bisa cek lokasi gempa yang terjadi terakhir dan gempa terbesar yang terjadi belum lama ini. Bukan hanya itu, Anda pun dapat mengetahui secara lengkap, posisi dan peta lokasi. Tak bakalan rugi jika Anda selalu mengecek ini. 

Nah, agar Anda tak lelah, Anda pun dapat bermain “Pacman” dari blog ini. Iseng-iseng mengisi waktu agar tidak terlalu jenuh jika Anda menelusuri isi blog ini.  Anda juga bisa melihat foto-foto pemandangan di dunia dari “Places to See”, tempat-tempat yang perlu Anda lihat dan datangi karena keindahan dan keunikannya. 

Jika Anda blogger sejati, mari kita buat blog kita menjadi menarik. Bukan hanya dari sisi content, isi yang memikat, tetapi juga dari sisi perwajahannya. Tetaplah terus ngeblog dan jangan pernah bosan!

Serpong, 24 September 2008

Kolom Blog Adhi Ksp: Politisi Muda Malaysia Wajib Punya Blog, Bagaimana dengan Indonesia?

Kolom Blog Adhi Ksp

Politisi Muda Malaysia Wajib Punya Blog, Bagaimana dengan Indonesia?

Blog kini makin diperhitungkan. Di Malaysia, politisi muda diwajibkan memiliki blog. Organisasi kepemudaan partai terkuat Malaysia, United Malays National Organization atau UMNO mewajibkan anggotanya memiliki weblog atau blog. Anggota organisasi yang akan menduduki jabatan di partai politik itu, akan bersaing mengungkapkan pandangan politiknya melalui blog. Semua diwajibkan membuat blog. Kalau tak punya blog, mereka tak layak menjadi pemimpin.

Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi bahkan mengakui salah satu faktor kegagalan UMNO dalam pemilu terakhir adalah karena mengabaikan kekuatan blog. Berita di Kompas.com ini merupakan perkembangan yang menarik karena selama ini, Pemerintah Malaysia “memusuhi” weblog dan menganggap blogger mengumbar kebohongan dan rumor.

Ketua Democratic Action Party, Lim Kit Siang memiliki sejumlah weblog yang mengungkapkan berbagai pandangannya tentang banyak hal. Tidak hanya dalam Bahasa Inggris, blog Lim Kit Siang juga ada dalam Bahasa China. Setidaknya ini menunjukkan betapa Lim ingin menyampaikan pandangan-pandangannya tentang Malaysia ke khalayak lebih luas dan komunitas tak terbatas.

Politisi Malaysia Anwar Ibrahim juga memiliki weblog yang mengungkapkan pemikiran-pemikirannya. Dan yang juga menarik, blog Anwar Ibrahim dilengkapi dengan link Anwar di dunia maya lainnya seperti friendster, myspace dan facebook. Menurut pendapat saya, ini luar biasa. Politisi Malaysia sudah lebih maju dibandingkan politisi Indonesia.

Dalam kolom ini sebelumnya, saya beberapa kali mengusulkan agar para politisi Indonesia, termasuk para kandidat walikota, bupati, gubernur, dan presiden memiliki weblog. Lewat media weblog, masyarakat Indonesia akan mengetahui pandangan dan pemikiran kandidat tentang berbagai hal.

Kita bisa memulai sejak sekarang. Masih ada waktu menjelang Pemilihan Presiden Tahun 2009 mendatang. Tetapi jika kita ingin memulai dari sekarang, semua kandidat yang ikut pemilihan kepala daerah untuk jabatan walikota, bupati dan gubernur diwajibkan punya blog. Memang belum akan meyentuh masyarakat bawah, yang belum mampu mengakses internet. Tetapi mengapa kita tidak memulainya dari sekarang?

Misalnya para anggota parlemen di Senayan diwajibkan punya blog. Baru segelintir anggota DPR yang menyadari kekuatan weblog. Yang saya tahu ada Zulkieflimansyah, yang pernah bertarung dalam Pemilihan Gubernur Banten beberapa waktu lalu. Lalu Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf yang menurut hasil quick count Minggu (13/4) sore unggul dalam Pilkada Jawa Barat.

Sejumlah aktivis partai yang paling melek internet saat ini memang aktivis Partai Keadilan Sejahtera atau PKS. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat atau MPR Hidayat Nur Wahid punya website, tapi baru merupakan kumpulan kegiatan yang dilakukannya. Saya tidak tahu apakah partai politik lainnya di Indonesia juga sudah memanfaatkan internet sebagai salah satu media kampanye.

Tetapi menurut saya, saat ini internet sudah menjadi salah satu kebutuhan. Pengguna internet saat ini di Indonesia berkisar 20-25 juta orang atau sekitar 10 persen dari jumlah penduduk yang sudah 220 juta orang. Dari segi jumlah, ini sudah empat kali lipat penduduk Singapura (yang sudah 100 persen melakukan akses internet). Perkembangan internet di Indonesia diprediksi bakal terus melesat. Kalau biaya akses internet kian murah dan harga PC juga makin murah, warga di desa-desa akan makin mudah berselancar di dunia maya.

Malaysia memang makin melek internet. Beberapa waktu lalu di Hotel Shangri-La, saya bertemu pemilik Grup Danawa dari Malaysia, Datuk Abdul Hamed Sepawi yang mau memberikan sebagian keuntungannya untuk membangun jaringan internet (free wifi) di Malaysia Timur yaitu di Negara Bagian Sarawak dan Sabah.

Bayangkan, warga di pelosok desa yang sulit dijangkau (kondisi alamnya sama dengan Kalimantan) kini dapat mengakses internet. Mereka memprioritaskan pada pendidikan. Ini artinya anak-anak sekolah di Sarawak dan Sabah dengan mudahnya mengakses internet, memperoleh pengetahuan tanpa batas.

Kembali ke soal perlunya politisi Indonesia punya weblog. Jika Malaysia sekarang mulai menyadari pentingnya politisi memiliki blog, mengapa Indonesia tidak? Mengapa Indonesia belum memanfaatkan teknologi dalam dunia politik, melakukan kampanye, menarik massa dan menarik simpati?

Serpong, 13 April 2008

Kolom Blog Adhi Ksp: Nikmatnya Menulis dan Memiliki Blog

Kolom Blog Adhi Ksp
Nikmatnya Menulis dan Memiliki Blog
MENULIS di weblog atau blog kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Saya memang suka menulis, dan menulis di blog memiliki kenikmatan tersendiri. Apa saja yang ingin saya ungkapkan, dapat saya tuang di blog ini. Awalnya saya membuat blog ini sebetulnya untuk mengumpulkan tulisan-tulisan saya yang pernah dimuat di Kompas, suratkabar di mana saya bekerja selama ini.
Seperti yang saya ungkapkan sebelumnya, blog ini dibuat pada 31 Desember 2006. Waktu itu pengetahuan saya tentang blog, masih nol. Dalam waktu singkat, saya belajar otodidak, bagaimana cara membuat blog. Saya baca tulisan soal cara membuat blog dari Bung Enda Nasution, Fatih Syuhud dan Fany Ariasari, blogger yang sudah lama dikenal. Lalu pada 22 Februari 2007, saya mulai menambah pernak-pernik seperti alat penghitung NeoCounter. Saya khusus berlangganan widget ini untuk mempercantik blog.
Saya dapat mengikuti perkembangan para pengunjung blog ini dari hari ke hari. Dan lebih satu tahun kemudian, pada 2 Maret 2008, saya mencatat jumlah pengunjung sudah 277.236 dari 146 negara. Terbanyak tentu saja pengunjung dari Indonesia dengan 213.677, disusul pengunjung dari Amerika Serikat 15.937, Malaysia 8.452, Belanda 4.112, Hongkong 3.645, Singapura 2.989, Inggris 2.925 dan seterusnya. (lihat gambar NeoCounter). Ada perkembangan menarik, dalam dua bulan terakhir ini, saya mengamati, pengunjung dari Jepang dan Inggris menyalip pengunjung dari Australia dan Jerman.
Melihat nama-nama negara asal pengunjung, saya pun harus mencari tahu lebih jauh. Setidaknya pengetahuan saya tentang negara-negara di dunia bertambah. Misalnya beberapa hari ini, ada pengunjung dari Mauritania. Saya bertanya-tanya, apa bedanya dengan Mauritius? Ternyata memang beda. Mauritania adalah negara di barat Afrika, tetangga Senegal dan Aljazair. Setelah baca referensi, saya baru tahu lho Ibu Kota Mauritania adalah Nouakchott. Sedangkan Mauritius adalah nama negara kepulauan di sebelah barat daya Samudera Hindia. Ibu Kotanya Port Louis. Yah, setidaknya pengetahuan geografi bertambah.
Ada yang bertanya bagaimana cara agar blog ramai dikunjungi? Sebenarnya sangat mudah. Isilah blog Anda secara rutin. Tambahkan pernak-pernik (widget) dalam blog Anda untuk mempercantik wajah blog. Buatlah tulisan di blog dengan bahasa yang segar dan enak dibaca.
Tentu saja saya berterima kasih kepada para sahabat saya yang setia mengunjungi blog ini. Kadang saya sendiri tak pernah menyangka betapa blog ini dibaca banyak kalangan. Pada suatu pagi dalam acara serah terima Panglima Kodam Jaya dari Mayjen Liliek AS kepada Mayjen J Suryo Prabowo, saya bertemu Uni Z Lubis. Dia menyapa saya dan bilang, “Mas Adhi, saya sering baca blog Anda.” Pada hari lainnya, ketika sarapan pagi di Putri Duyung Cottage Ancol, seorang perempuan menyapa saya dan mengatakan dia Hilda Sabri dari Bisnis Indonesia. Mbak Hilda pun mengungkapkan hal yang sama.
Terima kasih pula kepada Maverick Indonesia yang telah memilih blog ini sebagai Click of The Week. Penilaian Anda tentang blog ini tentu bukan penilaian sembarangan.
Satu juta blog pada 2008
Perkembangan weblog di Indonesia makin pesat. Makin banyak orang membuat blog dan mengisinya dengan aneka ragam tulisan. Menteri Komunikasi dan Informasi Moh Nuh menargetkan jumlah blogger di Indonesia tahun 2008 mencapai satu juta. Tapi pemerintah harus membuat koneksi internet lebih murah. Biaya langganan Telkom Speedy ditekan lagi agar makin terjangkau rakyat di pedesaan.
Blogger jangan hanya berasal dari kota besar, tetapi juga dari desa-desa terpencil. Saya kira jika kita membaca blog dari para blogger di desa-desa yang jauh dari hiruk-pikuk gemerlap kota, kita akan makin memahami problem di sana. Setidaknya, mereka menulis dengan jujur. Kita harus mendukung tumbuhnya blogger dari daerah terpencil di Indonesia ini. Mereka bisa menjadi citizen journalist, yang melaporkan keadaan sebenarnya daerah mereka. Dan tentu tidak asal bapak senang (ABS) yang biasa dilakukan pejabat daerah setempat.
Sekali lagi, dalam kolom ini, saya mengajak para sahabat di mana pun berada, untuk ramai-ramai membuat blog. Dan saya tidak sependapat jika ada yang menyebut blog identik dengan narsis. Blog dapat kita manfaatkan untuk kepentingan yang lebih luas. Bayangkan jika suatu saat di mana penduduk Indonesia sudah 80-90 persen melek internet, calon presiden, kandidat gubernur, calon bupati atau walikota dapat memanfaatkan blog sebagai salah satu alat kampanye, dan ini tentu akan lebih efektif
Nah, jika Anda belum memiliki blog, ayo ramai-ramai membuat blog! Sungguh, Anda akan merasakan nikmatnya menulis dan memiliki blog.

Resensi Blog Indonesia: Andi Suruji dan Kompas100

Resensi Blog Indonesia

Andi Suruji dan Kompas100

oleh Robert Adhi Ksp

KOMPAS100 merupakan salah satu indeks harga saham yang memuat 100 jenis saham blue chips yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (dulu Bursa Efek Jakarta). Ketika diluncurkan 10 Agustus 2007, indeks berada di posisi 563,464. Blog ini diasuh wartawan KOMPAS Andi Suruji, (dis@kompas.com).

Andi Suruji mengumpulkan tulisannya tentang Kompas100 di dalam blognya. Meskipun tulisan ini dapat pula dibaca di Harian Kompas, toh banyak orang tetap mencari klipingnya. Kehadiran blog Kompas1oo yang diasuh Andi Suruji ini, akan memuaskan penggemar Kompas100.

Mengapa Andi Suruji membuat blog? Salah satu alasannya adalah, “Saya bercita-cita membuat artikel-artikel tentang ekonomi mudah dipahami masyarakat awam. Termasuk memudahkan orang membaca segala sesuatu tentang Indeks KOMPAS100,” demikian tulisnya.

Simak tulisan Andi seputar Indeks Kompas100 ini. “Sebagaimana indeks lainnya, seperti indeks harga saham gabungan (IHSG) dan LQ45, indeks Kompas100 yang memuat 100 saham unggulan di BEJ juga merupakan acuan dalam melihat arah pergerakan pasar dan acuan investor dalam mengatur portofolio investasi sahamnya. Sebelum menekan bel perdagangan, Jakob Oetama menyatakan, peristiwa tersebut penting artinya bagi Kompas karena ini merupakan kehormatan bagi Kompas yang dipercaya untuk digunakan namanya sebagai acuan, indeks di bursa saham,” tulis Andi yang pernah menjadi Editor Desk Ekonomi Kompas ini.

Andi mengutip ucapan Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama. “Setiap kehormatan adalah tanggung jawab. Kompas ikut menjadi bagian dari pasar modal adalah suatu kepercayaan. Dan, kepercayaan itu harus diuraikan dalam pekerjaan profesional (jurnalistik), yakni akurasi. Semoga Kompas tidak mengecewakan Saudara sekalian,” ujar Jakob disambut tepuk tangan pialang di lantai bursa. Lembaga swasta, seperti halnya BEJ dan Kompas, menurut Jakob, merupakan salah satu pilar kemajuan ekonomi bangsa. Bursa efek, salah satu unsur dalam pilar tadi, berperan mendorong perusahaan negara ataupun swasta untuk berperan dalam kemajuan perekonomian.

Kehadiran blog Indeks-Kompas100 ini menjadi dokumen dan kliping online yang bermanfaat. Jika Anda termasuk mengikuti perkembangan saham, Anda layak mengikutinya pula di blog ini.

Langkah yang diambil Andi Suruji dan editor senior lainnya untuk memiliki blog, patut diikuti oleh wartawan dan editor lainnya, bukan hanya di Kompas tetapi juga di media lainnya. Sebaiknya, tulisan-tulisan seputar saham, juga ditulis dalam versi blog, yang mungkin lebih transparan. Seperti halnya blog milik wartawan senior di media asing, blog-blog yang dibuat jurnalis senior dari media massa di Indonesia akan mewarnai dunia blog negeri ini.

Kolom Blog Adhi Ksp: Sekaranglah Saatnya Anda Mulai Nge-Blog!

Kolom Blog Adhi Ksp

Sekaranglah Saatnya Anda Mulai Nge-Blog!

Saya termasuk orang yang gembira melihat banyak teman saya di Kompas kini mulai menyadari pentingnya memiliki weblog. Andi Suruji misalnya, kini sudah memiliki blog. Bahkan Andi alias DIS baru saja membuat blog baru lagi, khusus soal “indeks-Kompas 100“. Blog ini, kata DIS, akan dimasukkan dalam Kompas Megaportal yang berwajah baru. Selain Andi, Budiman Tanuredjo (BDM) dan Mohammad Nasir (NAS) juga sudah memulai membuat blog.

Sejak awal saya sebetulnya mengusulkan agar semua jurnalis Kompas memiliki weblog. Saya membayangkan jika jurnalis senior seperti Budiarto Shambazy alias BAS mengumpulkan tulisan-tulisan “Politika”-nya di blognya. Wartawan senior seperti Ninok Leksono (NIN) banyak menulis tentang iptek. Kumpulan tulisan soal iptek-nya pasti tetap perlu dibaca sampai kapanpun. Bahkan dapat menjadi bahan belajar oleh siapapun.

Cerita pendek Bre Redana (BRE) atau Putu Fajar Arcana (CAN) yang dimuat di Kompas, mengapa tidak pula dikumpulkan dalam blog masing-masing agar tetap dapat dibaca oleh para penikmat cerpen di manapun berada. Tulisan James Luhulima atau JL tentang politik sampai otomotif, masih menarik untuk dibaca berulang kali. Tulisan Rikard Bagun (RIK) atau Trias Kuncahyono (IAS) soal politik luar negeri misalnya, atau tulisan Taufik Miharja (VIK) dan Myrna Ratna (MYR) tetap akan menarik dibaca, jika disimpan dalam weblog mereka.

Bahkan tulisan Pak Jakob Oetama (JO), pemilik, pendiri dan pemimpin umum Harian Kompas, idealnya, dimuat dalam blog beliau. Pembaca pasti sangat menikmati tulisan Pak Jakob saat masih muda. Jurnalis muda pasti ingin belajar dari tulisan-tulisan Pak Jakob, yang kini menjadi legenda pers Indonesia. Mungkin Pak Jakob tak sempat lagi mengurusi beginian. Tapi para penggemar JO, seperti halnya penggemar tulisan Goenawan Mohammad maupun penggemar tulisan Seno Gumira Ajidarma, merelakan diri menyediakan waktu untuk mengumpulkan tulisan ke dalam blog. Sebab menurut saya, sayang banget kalau tulisan-tulisan Pak Jakob dan wartawan senior lainnya disimpan dalam dokumen, yang hanya bisa diakses terbatas.

Saya bukan menggurui, akan tetapi saya berpendapat, sudah selayaknya jika setiap jurnalis Kompas memiliki weblog. Mungkin hasil karyanya bisa jadi dokumen berharga jika disimpan di blog. Tapi mungkin pengalaman yang tidak termuat dalam mainstream media, bisa diceritakan di dalam blog. Ini bisa menjadi catatan sejarah yang sangat berharga.

Bagaimana cara membuat blog? Sebetulnya sangat mudah. Dalam waktu lima menit, kita sudah dapat membuat dan memiliki blog. Jika Anda memilih blogspot seperti blog saya ini, yang paling pertama adalah membuat akun email Gmail. Sebab blogspot milik Google. Jika Anda sudah punya Gmail, langkah berikutnya adalah tinggal membuat blog Anda. Ikuti saja petunjuknya. Tapi sebelumnya pelajari blog-blog yang sudah ada. Misalnya soal tata letak atau lay-out yang diinginkan, serta pernak-pernik blog yang Anda inginkan. Jika Anda meluangkan waktu untuk menjelajahi blog lain, mempelajarinya, membaca buku tentang blog, saya yakin dalam waktu singkat Anda sudah menjadi blogger.

Saya ingin berbagai cerita. Rabu kemarin saya bertemu Hendro Atmojo, Kepala PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Tangerang ketika ahli waris memblokir tol Ulujami. Eh, di sela-sela waktu, Mas Hendro cerita bahwa dia membaca blog saya. Hari Kamis tadi, saya bertemu Capt S Heru Susatyo, Manajer Operasi perusahaan yang melayani jasa penerbangan helikopter. Mas Heru bilang dia selalu baca blog saya. Awal pekan ini, salah seorang pemimpin Network 21, Iwan Yussac memberi komentar soal blog saya. Intinya, dia suka dengan blog ini. Terima kasih kepada Mas Hendro, Heru dan Iwan Yussac atas komentar yang membesarkan hati dan tentu saja memberi enerji tambahan kepada saya, untuk tetap menulis di blog ini.

Dengan cerita ini, saya hanya ingin menegaskan betapa kini makin banyak orang membaca blog. Saya pun rutin membaca blog teman-teman saya, yang kemudian saya buat resensinya. Saya ingin memperkenalkan blog sahabat dan teman saya kepada khalayak di jagat maya ini bahwa blog mereka pun layak untuk dikunjungi dan dibaca.

Jika Anda belum punya blog, sekaranglah saatnya Anda mulai nge-blog!

Resensi Blog Indonesia: Budi Putra, The Gadget

Resensi Blog Indonesia

Budi Putra, The Gadget

oleh Adhi Ksp

Resensi blog kali ini mengupas blog Budi Putra, blogger senior yang sudah lama makan asam garam dalam dunia blog Indonesia. Blog ini sangat bermanfaat bagi blogger pemula karena penuh dengan pengetahuan tentang blog. Saya sarankan kepada Anda yang baru mau memulai membuat dan mengisi blog, bacalah blog Budi Putra ini. Ini sesuai dengan tema blognya: Indonesia’s blogging tips & tricks weblog.

Dalam kata pengantarnya, Budi Putra menyebutkan dia ngeblog antara lain di CNET Asia, The Asia Tech, Indonesia Tech, dan 3GWeek. Sejak 1 Maret 2007, Budi berhenti jadi wartawan dan memilih blogger sebagai profesi. Salah satu proyeknya sebagai blogger adalah mendirikan Asia Blogging Network (ABN) . Saat ini ia juga jadi kontributor untuk halaman teknologi The Jakarta Post.

Dalam blog ini, terdapat banyak tutorial, mulai dari tips menangani komentar di blog, tips ngeblog buat pemula, tips membuat blog di blogspot, tips jadi blogger profesional sampai tips membuat posting yang menarik. Singkatnya, blog Budi Putra sangat bermanfaat bagi Anda, blogger pemula.

Blog ini berisi berbagai kategori, mulai dari beginner blogger, advance blogger, blog training, blog tutorial, sampai pada writing. Budi Putra memberikan tempat untuk iklan dalam blognya.

Saya kutip kata-kata Budi Putra dalam blognya: Memasuki tahun 2007, thegadget melakukan repositioning dari blog yang khusus membahas isu-isu teknologi informasi (baik dunia maupun Indonesia) menjadi blog yang fokus pada panduan ngeblog (blogging guide).Posting-posting thegadget akan lebih banyak berisi tentang tips, kiat dan panduan ngeblog — termasuk berkaitan dengan podcast, video blog, RSS, dan sejenisnya.

Sebagaimana nature-nya blog yang dua arah dan interaktif, komentar dan masukan dari para pembaca tentu akan semakin memperkaya diskusi mengenai bagaimana cara ngeblog yang baik. Tujuannya jelas: agar semakin banyak orang Indonesia yang tertarik membuat blognya sendiri. Jika semakin banyak Indonesia yang ngeblog, tentulah dalam waktu yang tak terlalu lama, otomatis akan banyak pula content berbahasa Indonesia bertebaran di blogosfer. Pengelola thegadget yakin “masa depan Internet ada di blog dan masa depan blog ada di content“.

Logikanya sederhana: Jika blog sudah berhasil dibuat, cepat atau lambat, pemiliknya pasti akan berpikir bagaimana membuat content-nya. Dan ketika mereka ingin blognya terus dikunjungi dan dibaca, mereka pasti ingin membuat content yang bermutu. Begitulah seterusnya. Pada saatnya, content-content itu akan menjadi arsip yang berharga yang bisa dimanfaatkan oleh semua.

Jika Anda mulai kecanduan blog, bacalah blog Budi Putra ini. Anda akan selalu memperoleh ilmu dan informasi baru dalam dunia blog.

Kolom Blog Adhi Ksp: Seandainya Para Kandidat Presiden, Gubernur, Wali Kota, Bupati Nge-Blog…

Kolom Blog Adhi Ksp

Seandainya Para Kandidat Presiden, Gubernur, Wali Kota, Bupati Nge-Blog…

Seandainya para kandidat presiden, gubernur, wali kota, bupati memiliki blog pribadi, waw, tentu dunia blog di Indonesia makin seru. Setidak-tidaknya, calon pemilih dapat berinteraksi mengenai berbagai hal. Ya, mengapa para kandidat pemimpin di negeri ini tidak memanfaatkan blog sebagai salah satu alat mempromosikan diri dan gagasan?

Ide ini muncul begitu saja pada Kamis (18/10) pagi hari ini saat mendengarkan karya komposer Johann Sebastian Bach dalam Bach for Book Lovers di rumah. Tapi mungkin juga karena Rabu (17/10) malam, saya melihat Ibu Megawati Soekarnoputri, calon Presiden yang diusung PDI-P, bersama suaminya Taufik Kiemas, hadir dalam pesta pernikahan putri Pak August Parengkuan (mantan Pemred Kompas) di Hotel Ritz-Carlton Jakarta. Saya juga melihat Pak Wiranto dan istrinya dalam pesta yang meriah semalam.

Seandainya para kandidat presiden sampai kandidat bupati dan wali kota memiliki blog pribadi, saya berharap, jaringan internet akan sampai ke pelosok-pelosok desa terpencil. Biayanya ditekan semurah mungkin agar rakyat di desa-desa pun melek internet. Mereka dapat membaca profil, gagasan, ide, pemikiran kandidat yang akan dipilih. Ini sangat penting agar rakyat Indonesia tidak salah pilih. Mereka tahu persis konsep para kandidat dalam membangun Indonesia, sampai hal sekecil-kecilnya. Mereka dapat berinteraksi langsung dengan para kandidat. Bahkan para pemilih calon presiden di luar negeri pun, dapat berinteraksi dan membaca pokok-pokok pemikiran mereka.

Di Amerika Serikat, Hillary Clinton, kandidat presiden menulis di blognya, selain memiliki website dan website resmi sebagai Senator New York. Selain itu, Hillary memiliki sejumlah blog antara lain Hillary Rodham Clinton President 2008, Hillary for President, Vote Hillary, dan lainnya. Tim sukses Hillary memang harus bekerja keras untuk ini, terutama karena era Amerika memang era internet. Barack Obama pun demikian, memiliki website sekaligus weblog. Keduanya melancarkan “perang internet”, dan rakyat Amerika menyukai hal itu.

Bagaimana dengan Indonesia? Saat pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo meluncurkan situs resminya, yang hingga kini masih dimanfaatkannya sebagai alat informasi berbagai aktivitasnya. Demikian halnya dengan Adang Daradjatun. Sayangnya, mereka tak punya waktu untuk berinteraksi dengan pengunjung website masing-masing.

Ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso juga memiliki website resmi. Ke depan, agaknya Bang Yos yang mengumumkan resmi sebagai calon Presiden 2009, perlu membuat situs resmi termasuk weblog, agar makin dikenal masyarakat. Namun website ataupun weblog Ibu Megawati Soekarnoputri, setelah saya cek lewat Google search engine, tidak saya temukan. Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid sejak lama memiliki situs yang menginformasikan semua aktivitasnya hingga kini. Sedangkan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid memiliki website yang berisi informasi kegiatannya sebagai pejabat negara.

Zulkieflimansyah, anggota DPR RI yang pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur Banten, hingga kini masih meng-update websitenya. Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini mengutip kata-kata Bung Karno, Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang samapai Merauke.(Ir. Soekarno) dalam websitenya.

Dari sekian banyak tokoh masyarakat di negeri ini, yang nge-blog ataupun yang punya website, belum banyak. Padahal seiring perkembangan teknologi internet dan multimedia, sudah waktunya para kandidat presiden, gubernur, bupati dan wali kota untuk memiliki blog. Konstituen butuh dialog interaktif. Kalaupun tak sempat bertatap muka, mengapa tidak berdialog di jagat maya, yang dapat diakses jutaan orang di seluruh dunia?

Jika ini terwujud, saya prediksi, jaringan internet akan meluas hingga ke pelosok desa di Indonesia. Penduduk di desa di Papua dapat membaca profil, pemikiran dan gagasan calon yang akan dipilih melalui jaringan internet yang sudah masuk ke desanya. Wawasan penduduk Indonesia akan bertambah: setidaknya menunjukkan dunia ini tidak sempit. Terbayang nggak sih suatu hari nelayan Bayah di Lebak berinteraksi dengan kandidat bupati, gubernur atau presiden, menanyakan langsung program konkret menyejahterakan nelayan?

Pendidikan untuk anak-anak di desa terpencil yang jauh dari ingar-bingar Jakarta, melalui e-learning akan terealisasi lebih cepat. Dan pemerintah mau tak mau harus menekan biaya koneksi internet semurah mungkin agar makin banyak orang Indonesia, termasuk di pelosok, juga menikmati berselancar di jagat maya.

Yah, seandainya para kandidat presiden, gubernur, wali kota dan bupati di negeri ini nge-blog…(bukan hanya sekadar punya website yang hanya menginformasikan kegiatan seremonial). Kita butuh gagasan, ide, pandangan pribadi para kandidat tentang berbagai hal. Kita butuh visi kandidat memimpin negeri ini. Dan setelah menduduki jabatan pun, mereka tetap dapat memelihara komunikasi dengan konstituen lewat blog. Mereka harus meluangkan waktu, setidaknya seminggu sekali, di sela-sela kesibukan. Entah dikelola sendiri atau oleh tim. Tapi menjaga komunikasi dengan konstituen tetaplah penting.

Mungkin ini menarik bila dimunculkan dalam Pesta Blogger akhir Oktober di Blitz Megaplex Jakarta. Pak Menteri Komunikasi dan Informatika, Moh Nuh, mungkin bisa mensosialisasikannya?