Survei Mercer Worldwide Moskwa Termahal di Dunia

KOMPAS.com
Kamis, 24 Juli 2008, pukul 11:22

Survei Mercer Worldwide: Moskwa Termahal di Dunia

JAKARTA, KAMIS – Survei Mercer Worldwide menunjukkan, kota Moskwa (Rusia) kembali menjadi kota termahal bagi para ekspatriat untuk ketiga kalinya. Sementara itu, Tokyo berada di posisi ke-2, naik dua peringkat dari tahun lalu. London turun satu tingkat ke peringkat ke-3, sedangkan Oslo merayap enam tingkat ke posisi ke-4 diikuti Seoul di tempat ke-5. Kota Asuncion di Paraguay menjadi kota di urutan terakhir dalam daftar ini selama enam tahun berturut-turut.

Demikian hasil survei Mercer Worldwide tentang biaya hidup kota besar tahun 2008 yang diumumkan hari Kamis (24/7).

Survei Mercer ini melibatkan 143 kota di enam benua dan mengukur biaya perbandingan yang meliputi harga 200 jenis barang di setiap lokasi, termasuk perumahan, transportasi, sandang, pangan, peralatan rumah tangga, serta hiburan.

Moskwa menjadi kota termahal di Eropa dan di dunia selama tiga tahun berturut-turut. “Skor kota ini terus naik selama beberapa tahun terakhir dan saat ini mencetak angka 142,2 (bandingkan dengan 134,4 pada 2007 dan 123,9 pada 2006). Posisi Moskwa sebagai kota termahal untuk kehidupan ekspatriat diperkuat oleh apresiasi rubel terhadap dollar AS dan terus naiknya biaya akomodasi,” Manager Riset Mercer Yvonne Traber menjelaskan.

Dengan menggunakan New York sebagai kota basis dengan nilai 100, Moskwa meraih nilai 142,4 dan nyaris tiga kali lipat lebih mahal dari index Asuncion yang hanya 52,5. Berlawanan dengan kecenderungan yang diamati tahun lalu, jurang antara kota-kota termahal dan paling tidak mahal saat ini terlihat lebih melebar.

Yvonne Traber mengungkapkan, dalam beberapa kasus, peningkatan biaya hidup bisa berkorelasi dengan kenaikan pertumbuhan ekonomi suatu negara. “Perusahaan mungkin memfokuskan prioritas tinggi bagi ekpansi pada ekonomi tersebut, akan tetapi harus menghadapi tekanan inflasi akibat kompetisi pada perumahan sekelas ekspatriat serta layanan lainnya, seperti diamati dalam survei kami,” jelasnya.

Sebagai contoh, Latvia mengalami pertumbuhan PDB 10,2 persen pada tahun 2007, jauh di atas kenaikan rata-rata yang hanya 5,2 persen, dan Riga, ibu kotanya, melejit ke posisi 46 di pemeringkatan Mercer terkini, naik dari posisi 72 tahun lalu. Kota-kota di India semua naik dalam pemeringkatan biaya hidup ini, seperti New Delhi naik ke posisi 55 dari 68 pada tahun lalu, seiring pertumbuhan PDB yang mencapai 9,2 persen tahun 2007. Bogota melesat ke posisi 87 dari 112, menyiratkan pertumbuhan PDB riil Kolombia sebesar 7 persen

London Ketiga Termahal di Eropa
London berada di posisi ke- 3 (skor 125), turun satu tingkat dari tahun lalu, sementara Oslo melompat 6 posisi ke peringkat 4 dengan skor 118,3. Harga properti di Norwegia selalu berada pada posisi tinggi menjelang akhir tahun lalu setelah kenaikan 50 persen dalam lima tahun terakhir. “Dibarengi dengan penguatan berlanjut pada kron Norwegia yang berujung pada kenaikan signifikan pada biaya hidup ekspatriat di Oslo,” ungkap Traber.

Kota-kota Eropa lainnya yang ada di 10 Besar termasuk Kopenhagen di posisi 7 (117,2) dan Genev a di posisi 8 (115,8). Kedua kota itu turun satu peringkat dari tahun lalu. Zurich tetap pada posisi 9 (112,7), sementara Milan nai k satu peringkat ke posisi 10 dengan skor 111,3. Sofia di Bulgaria, yang ada di posisi 97 dengan skor 76,9 lagi-lagi menjadi kota paling tidak mahal di Eropa untuk para ekspatriat meskipun kota ini naik 11 posisi dalam keseluruhan pemeringkatan.

Sejumlah kota Eropa lainnya mengalami kenaikan signifikan dalam pemeringkatan tahun ini, sebagian besar disebabkan penguatan mata uang lokal terhadap dollar AS. Sebagai contoh Praha melompat dari posisi 49 ke-29 (skor 96) dan Warsawa naik ke 35 (skor 95) dibanding posisinya tahun lalu di peringkat 67. Istanbul melompat 15 posisi ke peringkat 23 (skor 99,4) yang merefleksikan apresiasi nyata lira Turki terhadap dollar AS dan juga kenaikan harga umum, terutama untuk akomodasi.

Mengikuti turunnya London satu peringkat, dua kota di UK, Birmingham dan Glasgow juga turun dari daftar, keduanya berurutan merosot dari posisi 41 ke 66 (skor 85,4) dan dari posisi 36 ke 69 (skor 84). “Kebalikan dengan penguatan euro dan mata uang Eropa lainnya, poundsterling Inggris ternyata tetap stabil terhadap dollar AS. Sebagaimana biaya hidup di wilayan Eropa relatif naik terhadap dollar AS, kota-kota di UK turun dalam peringkat,” demikian jelas Traber.

Tel Aviv termahal di Timur Tengah
Tel Aviv tetap menjadi kota termahal di Timur Tengah, menempati posisi ke- 14 (skor 105) dalam daftar global, naik 3 posisi dari tahun 2007. Dubai dan Abu Dhabi turun drastis tahun ini menempati posisi ke=52 (skor 89,3) dan posisi ke 65 (skor 85,7). Hal ini disebabkan karena dirham negara-negara Arab (UAE) yang dipatok terhadap dollar AS. Umumnya kota-kota di Afrika yang disurvey telah merosot dalam peringkatnya kecual Lagos di Nigeria, yang justru melesat 7 peringkat dan bergabung ke dalam posisi 30 Besar di posisi 30 (skor 95,9).

New York di Posisi ke-22
Survei Mercer Worldwide ini menunjukkan pula, satu-satunya kota Amerika Utara yang masuk daftar 50 Besar adalah New York yang ada di peringkat 22 (skor 100), turun 7 posisi dalam setahun. Semua kota AS juga mengalami penurunan yang signifikan. Contohnya, Los Angeles yang turun dari peringkat 42 ke 55 (skor 87,5), Miami dari 51 ke 75 (skor 82) dan Washington DC, dari 85 ke 107 (skor 74,6).

Penurunan peringkat pada semua kota di AS adalah akibat melemahnya dollar AS terhadap semua mata uang dunia, kata Mitch Barnes, prinsipal di Mercer Amerika Serikat. Dolar teru s menurun selama beberapa tahun terakhir, yang mengakibatkan penurunan secara menyeluruh dalam biaya hidup di 19 kota AS, di banding kota-kota utama dunia yang diteliti. “Sisi baiknya, penurunan nilai dollar AS bisa menjadi daya tarik bagi para eksekutif global ke pusat-pusat bisnis seperti New York, Chicago dan Los Angeles. Beda dalam biaya hidup bisa signifikan, terutama untuk eksekutif yang sudah berkeluarga,” jelasnya.

Di tempat ke-54 (skor 88,1), naik 28 tingkat dari tahun lalu, Toronto merupakan kota terma hal bagi para ekspatriat di Kanada. Kota-kota Kanada lainnya yang disurvei mengalami kenaikan serupa. Vancouver pindah dari posisi 89 ke 64 (skor 85.8), Calgary dari 92 ke 66 (skor 85,4)dan Montreal dari 98 ke 72 dengan skor 83. Ini membalik kecenderungan tahun lalu dimana kota-kota di Kanada turun tingkat, dan membawa kembali ke peringkat di maa mereka pernah dinilai sebelumnya. Dollar Kanada telah terapresiasi hampir 15 persen terhadap dollar AS yang menjadi penyebab utama terjadinya perpindahan ini.

Dua kota dengan peringkat tertinggi di Amerika Selatan adalah Sao Paulo di posisi 25 (skor 97) dan Rio de Janeiro di peringkat 31 (skor 95,2), melejit 37 dan 33 posisi. Real Brasilia terapresiasi hampir 18 persen terhadap dollar AS tahun lalu, menyebabkan kota-kota Brasil ini melejit. Peringkat tinggi lainnya ditempati oleh Caracas, yang melompat 40 posisi dari 129 ke 89 (skor 79,3). Inflasi tinggi di Venezuela menyebabkan kenaikan tajam pada harga makanan serta produk kebutuhan rumah tangga.

Amerika Selatan juga memiliki kota-kota yang ada di peringkat bawah secara global. Asuncion menjadi kota paling tidak mahal untuk keenam kalinya (skor 52,5), diikuti Quito di Ekuador di posisi142 (skor 54,6), Buenos Aires di tingkat 138 (skor 62,7) dan Montevideo di peringkat 136 (skor 63,2).

R Adhi Kusumaputra

FOTO di blog ini foto Moskwa, dikutip dari http://www.lonelyplanet.com/worldguide/russia/moscow/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s