Aston International Kembangkan Pemasaran via Internet

KOMPAS.com

Rabu, 25 Juni 2008, pukul 15:16

Internet kini diyakini menjadi alat ampuh untuk memasarkan produk. Grup perhotelan dan hospitality Aston International mulai mengembangkan strategi pemasaran melalui internet. Dalam 10 bulan terakhir, hasilnya menggembirakan.

Pemesanan kamar melalui internet meningkat Director of Technology Aston International Hotels, Resorts & Residences, Jules Brookfield, Rabu (25/6) menjelaskan, sebelumnya dia melakukan analisis website mengenai tamu-tamu yang potensial. Antara lain kota tempat tinggal, demografis, tipikal iklan website yang disukai tamu, dan juga melakukan riset dan analisis tentang tamu hotel yang menggunakan internet.

Jules melihat juga cukup banyak orang Indonesia yang belum akrab dengan pembayaran kartu kredit secara online. Ini berbeda dengan kondisi di Amerika, Eropa dan Australia, yang terbiasa menggunakan kartu kredit online sebagai alat pembayaran.

“Untuk meng-akomodir kebiasaan orang Indonesia ini, Aston membuka call center bebas pulsa (tol free). Petugas call center akan melayani pasar masing-masing dari berbagai negara mulai dari Indonesia, Jepang, Korea, Eropa, Amerika. Dalam waktu dekat Aston meluncurkan kembali call center ini,” kata Jules yang baru satu tahun membenahi teknologi komunikasi di Grup Aston International, termasuk website http://www.aston-international.com/.

Hasil pemasaran lewat internet Jules Brookfield yang menyelesaikan pendidikan ilmu komputer di Northeastern University, Boston, Amerika Serikat menjelaskan, pengembangan strategi pemasaran melalui internet menunjukkan hasil yang menggembirakan.

“Ini juga sangat tergantung pada pasar masing-masing hotel dan resor karena ada perbedaan karakteristik. Misalnya properti Aston di Bali. Sebelumnya pendapatan dari pemasaran online di Bali masih sangat kecil. Namun setelah website dibenahi dan strategi pemasaran dikembangkan, pemasaran online menjadi salah satu pemasukan terbesar hotel-hotel Aston di Bali, seperti Aston Bali Tanjung Benoa, vila-vila Aston di Seminyak, Sanur dan Aston Inn Tuban di Kuta,” jelas Jules didampingi Corporate Marketing & Public Relations Manager Aston International T Marlene Frans.

Hotel-hotel Aston di luar Bali juga mengalami perubahan setelah pemasaran online dikembangkan dalam grup perhotelan internasional ini. Beberapa di antaranya Aston di Jakarta, Bandung, Palembang, dan Pekanbaru.

Menurut Jules yang lahir di Hawaii, AS, analisis statistik setiap hotel terus dilakukan untuk kemudian diolah kembali dan menjadi bahan rekomendasi pengembangan Aston di Indonesia di masa depan. “Kami akan kembangkan software khusus analisis statistik agar hasil mudah dilihat mengingat jumlah hotel Aston terus bertambah,” ungkap Jules, anak pertama dari lima bersaudara. Jules pernah bekerja di Boston dan Miami, AS sebelum pindah ke Jakarta tahun 2007 lalu.

R. Adhi Kusumaputra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s