Indonesia-Jepang: Indahnya Persahabatan Melalui Budaya

KOMPAS
Senin, 28 Juli 2008
Metropolitan
Indonesia-Jepang

Jepang selama ini dikenal dari merek-merek mobil, motor, alat elektronik, barang rumah tangga, dan juga masakannya yang sehat. Kini Jepang aktif memperkenalkan kekayaan budayanya kepada dunia luar, termasuk kepada masyarakat Jakarta.

Dalam Festival Persahabatan Jepang-Indonesia yang digelar di Plaza Barat, Senayan, Jakarta, Minggu (27/7), misalnya, warga Jakarta dapat menyaksikan omikoshi, miniatur kuil Shinto, yang digotong oleh sejumlah orang yang berpakaian tradisional Jepang.

Ketika beberapa personel yang menggotong omikoshi ”bertukar tempat” dengan personel reog Ponorogo, para penonton di Plaza Barat Gelora Bung Karno bertepuk tangan.

”Kolaborasi ini melambangkan semangat yang besar bahwa setiap orang bergabung bersama,” kata Paul Sukagawa, mantan Chairman The Jakarta Japan Club Foundation (JJC), kepada Kompas.
Paul Sukagawa yang juga Presiden Direktur dan CEO PT Mitsui Indonesia menambahkan, ada 12.000 undangan yang disebarkan dan dijual ke sejumlah perusahaan Jepang yang beroperasi di Jakarta dan sekitarnya. ”Ini merupakan festival terbesar yang pernah digelar di Jakarta dalam 50 tahun persahabatan Jepang-Indonesia.”

Selain masyarakat Jepang yang ada di Jabodetabek, orang Indonesia yang bekerja di perusahaan-perusahaan Jepang juga hadir dalam acara ini. Seperti Seruni (30), Sekretaris Presdir PT Tifico yang mengenakan pakaian tradisional Jepang, yukata. ”Kami akan menari bersama dalam acara bon odori. Di sini, setiap orang boleh berperan serta,” kata Seruni yang pernah belajar di Shizuoka, Jepang, selama lima tahun.

Seiji Komuro, Chairman JJC, menyampaikan rasa gembiranya atas persahabatan kedua negara. ”Pertukaran budaya antara Jepang dan Indonesia akan memperkuat tali persaudaraan kedua bangsa,” kata Komuro yang juga President & CEO PT Marubeni Indonesia.

Orang-orang Jepang yang pernah bekerja di Indonesia saat kembali lagi ke negerinya membentuk klub informal, pencinta Indonesia. ”Banyak orang Jepang yang mencintai Indonesia, kebudayaannya, termasuk makanannya,” kata Sukagawa.
Ny Yoko, misalnya, mengaku menyukai masakan Manado, nasi liwet Solo, dan gulai. Sebaliknya, warga Indonesia yang pernah ke Jepang mengaku rindu dengan hidangan Jepang. Denny, anggota staf Kedubes Jepang di Jakarta, mengatakan dia sengaja datang ke festival itu untuk mencari makanan khas Jepang, takoyaki dan mochi, serta menyaksikan omikoshi.

”Jepang menjalin persahabatan dengan Indonesia tak hanya dalam urusan bisnis, tetapi juga dengan memahami kebudayaan,” kata Komuro. (ADHI KSP)

FOTO di blog ini foto suasana kolaborasi Omikoshi dan Reog Ponorogo. Foto oleh Wisnu Widiantoro/KOMPAS Daily

One response to “Indonesia-Jepang: Indahnya Persahabatan Melalui Budaya

  1. Terima kasih, kami ucapkan atas respon yang cukup menggembirakan mengenai pagelaran peringatan hubungan 50 tahun indonesia jepang yang digelar di parkir barat senayan, kami mewakili grup Reyog Ponorogo Guwoyo Sari yang mendapatkan kepercayaan dalam pagelaran kolaborasi kesenian Indonesia dan Jepang mengucapkan terima kasih kesemua pihak yang menyaksikan dan terlibat dalam acara tersebut. kebetulan saya adalah manager Reog Ponorogo dalam pagelaran tersebut, untuk itu kepada seluruh pecinta dan penggemmar seni Reog Ponorogo apabila menginginkan pagelaran Reog Ponorogo SILAHKAN hub kami : 021-6854 7276/0812 966 8048/0817 6820879 email: setyokoagus@yahoo.com.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s