Surat dari Sahabat: See No Evil, Hear No Evil, Do No Evil

Pengantar

Artikel ini kiriman sahabat saya, Rahman Andi Mangussara. Pengalamannya berlibur ke Hong Kong belum lama ini, dituangkannya dalam dua tulisan yang khusus dimuat di blog ini. Terima kasih kepada Bung Rahman Mangussara yang sengaja menulis untuk blog ini. Salam, Adhi Ksp

Surat dari Sahabat (1)

See No Evil, Hear No Evil, Do No Evil

oleh Rahman Andi Mangussara *)


Awal bulan Juli lalu saya berkunjung Hong Kong. Ini adalah kali ketiga saya ke wilayah khusus milik RRC ini. Kali pertama, saya ikut rombongan Presiden Megawati. Tidak ada yang istimewa untuk diceritakan pada kunjungan ini. Nah, pada kunjungan ke dua dan ke tiga itulah saya bernasib, ya.. bisa dibilang sedikit sial. Pada kedatangan kedua, sekitar dua tahun lalu, saya tertahan di imigrasi lebih dari 30 menit. Tau kenapa? Baiklah, saya ceritakan kronologisnya.

Saya tertahan di depan loket imigrasi untuk menunggu sang petugas mencari tahu apa yang dikatakan komputernya tentang passport saya.. Tidak puas hanya dengan mencari tahu nama saya di komputernya, saya digiring ke kantor imigrasi. Di sana pun saya dibiarkan berdiri tanpa ada penjelasan tentang apa yang sesungguhnya yang tengah terjadi. Puluhan menit kemudian seorang petugas, yang kelihatnya lebih senior, memberikan passport saya. Karena tanpa penjelasan, saya pun bertanya; ‘’Apa sebenarnya yang terjadi?’’ Seperti umumnya pertugas imigrasi di mana-mana yang irit bicara, sok berkuasa dan menyeram-nyeramkan tampanya, sang petugas ini pun hanya berucap singkat: ‘’Hanya cek saja nama kamu.’’ Betapa jengkelnya saya mendapat jawaban itu yang waktu dia ucapkannya pun dengan tarikan wajah tanpa empati sama sekali.

Sementara temen-teman saya, dua orang, salah satunya adalah Kepala Litbang Liputan 6 SCTV Iskandar Siahaan, sudah menunggu lama sambil mengkhawatirkan dokumen perjalan saya yang mungkin ada masalah. Kami menduga-duga apa alasan imigrasi Hong Kong memeriksa begitu detil nama saya, tapi kami tak mampu menarik kesimpulan yang memuaskan, kecuali ini: karena nama saya berbau Timur Tengah, yakni Rahman. Saat itu kami bisa mengerti kenapa setiap bandara memperketat pintu masuknya dengan mengecek nama-nama penumpang yang berbau Timur Tengah, karena peristiwa 11 September 2001 masih hangat.

Tanpa perasaan khawatir, pun peristiwa dua tahun lalu itu sudah saya lupakan, saya melenggang menuju loket imigrasi di bandara Hong Kong, awal bulan Juli lalu. Tapi, ya… ampun, peristiwa yang sama terjadi lagi. Persis sama dengan kejadian sebelumnya. Tertahan lebih dari 30 menit di loket imigrasi, lalu digiring ke kantor imigrasi, menunggu lama untuk kemudian diberikan passport tanpa penjelasan apa-apa. Sekali lagi, saya tanyakan apakah dokumen saya bermasalah? ‘’Tidak, hanya cek saja,’’ kata sang petugas enteng. Ingin rasanya meledak saat itu juga.

Saya sulit untuk tidak menarik kesimpulan bahwa sang petugas memeloti nama saya saat meng-entrinya di komputernya, dan munculah semua nama Rahman yang diawasi oleh badan-badan antiteroris dunia muncul di layar computer. Dibutuhkan waktu yang lama untuk mengecek satu per satu. Saya jadi teringat pengalaman seorang teman yang juga namanya ke-arab-araban, yang menghadapi begitu banyak pertanyaan ketika masuk ke Amerika. Kawan ini pun sampai menganjurkan kalau mau aman, jangan beri anak Anda nama Timur Tengah.

Tujuh tahun setelah tragedi gedung kembar di New York, ternyata badan-badan keamanan sejumlah negara yang memilki hubungan dekat Amerika masih menyimpan sikap paranoid atau parno kata anak muda Jakarta atau sama seperti yang dimaksud kata-kata ini, see no evil, hear no evil, do no evil. Nama – nama yang berbau Arab akan dicurigai dan diperiksa ekstra ketat. Kapan semua ini akan berakhir? (bersambung)

RAHMAN ANDI MANGUSSARA adalah Kepala Produksi Berita Liputan 6 SCTV

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s