Surat dari Sahabat: Melihat Indonesia dari Victoria Park

Pengantar

Artikel ini kiriman sahabat saya, Rahman Andi Mangussara. Pengalamannya berlibur ke Hong Kong belum lama ini, dituangkan dalam tulisan yang ditulisnya khusus untuk blog ini. Artikel ini tulisan keduanya. Terima kasih kepada Bung Rahman yang telah mengirimkan artikelnya untuk dimuat di blog ini. Salam, Adhi Ksp

Surat dari Sahabat (2)

Melihat Indonesia dari Victoria Park

oleh Rahman Andi Mangussara

Di luar masalah imigrasi yang saya hadapi, harus saya akui Hong Kong adalah kota yang istimewa, setidak-setidaknya menurut penilaian saya. Kota ini bisa disebut kota modern, yang salah satu syaratnya adalah kehandalan pelayanan publik dan keterjaminan keamanan. Nyaris semua pelayanan publik di Hong Kong berstandar baik.

Kita mulai dari transportasi. Saya meninggalkan bandara Hong Kong yang resik, nyaman dan sangat ramah terhadap orang asing itu menggunakan taksi. Transportasi ini saya dapat dari rekomendasi seorang yang kerjanya hanya membantu orang-orang yang tak mengerti harus bagaimana ke kota Hong Kong. Mereka menyebut dirinya Duta Bandara, sebagian digaji, sebagian lagi, bisanya orang-orang tua, kerja suka rela. Saya pun memakai taksi tanpa perlu khawatir akan disasar-sarkan atau argonya diakal-akali.

Saya menyusuri Pulau Hong Kong dan Pulau Kowloon dengan menggunakan kereta api bawah tanah, yang harus saya acungi jempol, karena murah, bersih, aman dan Anda tak perlu takut kesasar, karena itu tadi, petunjuknya sangat lengkap dalam bahasa Inggris. Di pintu masuk ada loket yang menyediakan peta jalur-jalur kereta api dan tempat persinggahannya.

Dari peta itu saya tahu bahwa seluruh Hong Kong, yakni Pulau Hong Kong, Pulau Kowloon dan Pulau Lantau, semuanya sudah dijangkau kerea api bawah tanah. Di atas permukaan tanah, bus-bus juga beroperasi dengan tertib dan tentu saja aman, tanpa ada polisi yang mengaturnya. Selama enam hari di Hong Kong nyaris saya tidak pernah bertemu polisi (saya lalu berguman enak betul jadi polisi di sini). Sambil menikmati kenyamanan transportasi itu, saya lalu bertanya-tanya kenapa semua ini tidak bisa kita lakukan di Indonesia?

Awan hitam mulai menggantung di langit Hong Kong, ketika saya berjalan menuju Victoria Park. Tidak lama lagi hujan pasti akan turun. Meski saat ini musim panas, tapi hujan tetap turun di sini, bahkan dalam beberapa hari hujan disertai angin kencang. Ini memang musim yang aneh. Saya sampai di Victoria Park, menjelang malam di hari Sabtu, ketika ratusan tenaga kerja Indonesia, umumnya wanita, sudah mulai berdatangan untuk menikmati malam minggu mereka.

Di tempat ini, pada malam Minggu, Anda tidak akan merasa berada di Hong Kong, melainkan seperti berada di salah satu daerah di Jawa. Para tenaga kerja itu bergerombol dalam grup-grup sambil menyantap gudeg, pecel, nasi campur, dan pengaman ala Indonesia lannya. Pakain mereka juga mengikuti trend pun telepon genggamnya tak ketinggal mode. Mudah untuk dimengerti karena gaji mereka sekitar Rp 4 juta per bulan dan mendapat hari libur sekali seminggu.

Pokoknya, malam minggu di Victoria Park adalah malam Indonesia, milik para tenaga kerja itu. Sebagiamana layaknya satu komunitas, mereka juga mengenal pemimpin. Ada pemimpin formal yang tergabung dal;am orgfanisasi resmi mereka, juga ada yang informal yang menjadi semacam yang dituakan. Satu kelompok penerbit juga menyediakan tabloid yang membahas masalah-masalah seputar tenaga kerja Indonesia dan tentu saja perkembangan di tanah air, termasuk gossip selebritis. Jadi, semua gossip mengenai bintang sinetron cepat sampai di Hong Kong. Penerbitan ini dibagikan gratis. (SELESAI)

RAHMAN ANDI MANGUSSARA adalah Kepala Produksi Berita Liputan 6 SCTV

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s