Gaya Hidup: Menggelar Rapat di Mal Makin Menjadi Tren

KOMPAS
Jumat, 18 Juli 2008

Gaya Hidup

MENGGELAR RAPAT DI MAL MAKIN MENJADI TREN

Menggelar rapat di mal- kini menjadi tren di Jakarta. Meeting di kafe memang sudah menjadi gaya hidup di metropolitan Jakarta. Pemandangan seperti ini acapkali terlihat di kafe-kafe seperti Starbucks Coffee, Coffee Club, Coffee Bean, Cafe Oh La La, Segafredo Espresso, dan berbagai tempat ngopi lainnya.

Orang-orang muda berpakaian necis, dasi dan blazer dengan wangi parfum, asyik membahas rencana dan agenda. Biasanya, beberapa dari mereka membawa laptop. Begitulah yang acap terlihat setiap siang dan sore hari di sejumlah kafe di Jakarta.

Kecenderungan ini kemudian dilihat sebagai peluang oleh pengelola pusat gaya hidup dan hiburan FX-Generation. Mal gaya hidup yang berlokasi di pojok Jalan Sudirman, Jalan Pintu I Senayan, ini memberi konsep baru untuk rapat.

Presiden Direktur FX-Generation Andre Gunawan kepada Kompas, Kamis (17/7) sore, mengatakan, FX menangkap peluang tren rapat-rapat di kafe dengan menyediakan lokasi rapat yang unik di mal tersebut. “Kami menyediakan sebelas ruang rapat privat yang unik dengan kaca transparan di sekelilingnya. Bentuknya seperti kepompong,” kata Andre.

Sejak dibuka 1 Juli lalu, frekuensi perusahaan yang menggelar rapat di ruang yang dinamakan F-Pod itu relatif tinggi. Setiap ruangan dilengkapi TV LCD, telepon internet berbasis wi-fi, koneksi wi-fi, teleconference, video conference, sampai DVD player. Ada kopi, teh, dan air mineral. Disediakan pula jasa sekretariat seperti fotokopi, faksimile, pemindai, dan penjilidan dengan biaya tambahan.

Dengan fasilitas lengkap seperti itu, tentu saja tidak hanya rapat yang dapat digelar di sana. “Mau nonton bareng, makan bareng, arisan, bahkan berkaraoke pun dapat dilakukan di ruangan itu,” kata Direktur Marketing FX Henny Udy Brown.

Konsep rapat di mal seperti ini, menurut Henny, baru kali pertama di Indonesia, bahkan mungkin di Asia. Setiap ruangan didesain oleh arsitek-arsitek ternama Indonesia. Mengikuti rapat berjam-jam, tidak lagi aktivitas yang membosankan atau membuat jenuh. Rapat dalam atmosfer berbeda menjadi pengalaman yang menyenangkan, bahkan menjadi momen yang ditunggu-tunggu.

Definisi “bekerja” bukan lagi mengacu pada “gedung kantor”, tetapi beralih pada “aktivitas”. Bekerja, termasuk rapat, bisa dilakukan di mana saja. Dari rapat itu, bisa jadi lahir ide kreatif dan keputusan brilian. (KSP)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s