Koleksi Buku Fauzi Bowo di Pesta Buku Jakarta

Ketika membalik-balikkan buku peta “Java en Madoera” yang dipajang di salah satu stan di Pesta Buku Jakarta di Istora Senayan (yang akan berakhir Minggu 6 Juli), saya sempat membayangkan, seandainya kawasan Kota Tua di Jakarta menjadi kawasan wisata sejarah, alangkah indahnya. Wisatawan mancanegara terus berdatangan, menyaksikan “sejarah” Batavia. Tapi sayang beribu sayang, banyak gedung abad ke-19 dan 20 kini nyaris roboh, tak terurus dan tergerus air laut. Kapan ya Kota Tua Jakarta benar-benar menjadi kawasan wisata yang menakjubkan, seperti halnya kota-kota tua di mancanegara? (KSP)

KOMPAS.com
Jumat, 4 Juli 2008 pukul 20:32

JAKARTA, JUMAT – Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo memamerkan buku-buku koleksi pribadinya di stan Perpustakaan Umum Daerah di Pesta Buku Jakarta di Istora Senayan. Ada 37 buku koleksi pribadi Gubernur Fauzi Bowo yang dipamerkan di sini.

“Sebagian besar merupakan buku-buku tentang Jakarta Tempo Doeloe,” kata Kepala Perpustakaan Umum DKI Jakarta, Tuti Mulyaty, Jumat (4/7). Salah satu yang dipamerkan adalah buku peta berjudul Java en Madoera karya Gerrit Knaap.
Buku peta ini diberikan salah satu pejabat Belanda kepada Gubernur Fauzi Bowo saat berkunjung ke salah satu kota di negeri kincir angin itu belum lama ini. Buku tersebut hanya dicetak 1.600 eksemplar dan koleksi yang dipamerkan di Pesta Buku Jakarta adalah buku yang ke 1.581.
Java en Madoera diterbitkan November 2007, merupakan edisi kedua dari Grote Atlas van de Verenigde Oost-Indische Compagnie atau Comprehensive Atlas of The Dutch United East India Company . Editor-in-Chief buku ini adalah drs JR van Diessen.
Koleksi buku Fauzi Bowo lainnya adalah Oud Batavia oleh Dr F De Haan. Buku ini menceritakan bagaimana Kota Batavia dibangun dan bagaimana pengembangan kota itu hingga tahun 1850, serta bagaimana pola kehidupan dan pembangunan daerah di sekitar Batavia.
Selain itu, buku berjudul Gedenboek yang diterbitkan berkaitan dengan HUT ke-25 berdirinya Perkumpulan Kesenian Hindia Belanda di Batavia (1902-1927).Buku lainnya adalah The Dutch Overseas, Architechtyural Survey, Mutual Heritage of Four Centuries in Three Continents oleh CL Temmicks Groll. Juga buku Oude Hollandsche Buitenplaatsen van Batavia oleh dr V.L. Van de Wall yang berisi tempat-tempat di sekitar Batavia.
Disertasi Fauzi Bowo saat meraih gelar Doktor Ingenieur dari Universitas Kaiserlautern, Jerman tahun 2000 juga dipajang di sini. Disertasi itu berjudul Dasar-dasar Pembangunan dan Pengembangan Metropolitan Jakarta .Sebagian koleksi buku Fauzi Bowo ini dapat dibaca di Perpustakaan Umum DKI Jakarta.
Perpustakaan ini memiliki sekitar 50.000 koleksi buku dari semua disiplin ilmu, termasuk buku fiksi. Gedung perpustakaan ini di Gedung Nyi Ageng Serang di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Perpustakaan Umum DKI Jakarta dibuka setiap hari tujuh hari seminggu dari pukul 09.00 sampai 20.00, kecuali hari libur nasional. Perpustakaan ini dilengkapi fasilitas wifi gratis. “Kami menyediakan pula fasilitas internet gratis untuk mereka yang tidak membawa laptop,” kata Kepala Sub Bidang Kerja Sama dan Promosi Perpustakaan Umum DKI Jakarta, Mudjiono.

FOTO di blog ini hasil repro dari buku “Java en Madoera” karya Gerrit Knaap. Foto di atas, peta pulau-pulau di Kepulauan Seribu, sedangkan foto di bawah, suasana di depan Balaikota Batavia (sekarang menjadi Museum Fatahillah). Foto repro oleh R Adhi Kusumaputra/KOMPAS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s