Nama dan Peristiwa: Safir Senduk

KOMPAS

Senin 23 Juni 2008

Nama dan Peristiwa

Safir Senduk

Antara Ingin dan Butuh

Konsultan perencanaan keuangan, Safir Senduk, mengamati banyak orang Indonesia terjebak gaya hidup konsumtif. Mereka sering kali membeli barang karena keinginan, bukan karena memang membutuhkannya.

”Akibatnya, banyak orang yang terjerat utang. Mereka menjalani hidup dengan ’gali lubang tutup lubang’. Sebaiknya belilah barang sesuai kebutuhan, bukan sesuai keinginan,” kata Safir Senduk di Jakarta pekan lalu.

Pria yang sudah menulis sejumlah buku tentang perencanaan keuangan keluarga itu memberi saran agar orang membayar tunai saat membeli barang yang nilainya cenderung merosot.


”Mengapa harus membeli kredit jika bisa tunai? Sebab, dengan membeli kredit nilai barang yang dibeli makin turun, padahal kita telah membayar dengan harga lebih mahal,” katanya.

Safir yang juga laris sebagai pembicara di berbagai tempat ini menambahkan, mereka yang berpenghasilan besar belum dapat dikatakan kaya jika pengeluarannya pun besar. Sebaliknya, mereka yang bergaji kecil, tetapi dapat mengelola keuangan dengan cerdas, bahkan melakukan sejumlah investasi, layak disebut kaya.

Jadi, biar layak disebut kaya, belilah barang sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan. (KSP)

Foto di blog ini foto Safir Senduk, oleh R Adhi Kusumaputra/KOMPAS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s