FOKUS: Menyiapkan Transportasi Efektif Perkotaan

KOMPAS
Jumat, 6 Juni 2008

FOKUS
Menyiapkan Transportasi Efektif Perkotaan

Devita, sekretaris di sebuah kantor kementerian negara adalah pengguna setia kereta rel listrik jurusan Serpong-Jakarta. ”Jika aku naik mobil pribadi dari rumahku di Bintaro ke Jalan Thamrin, butuh waktu lebih dari satu jam. Sementara aku naik KRL dari Stasiun Pondok Ranji ke Stasiun Tanah Abang hanya butuh waktu 15 menit,” ungkap Devita.

Ungkapan Devita ini harapan pengguna KRL. Selain murah, moda transportasi ini juga relatif lebih cepat jika tidak ada gangguan sinyal. Jenis transportasi ini menjadi semakin efektif jika difungsikan secara maksimal dalam kondisi seperti sekarang ini, ketika harga bahan bakar minyak (BBM) kian mahal.

Fakta ini disadari sepenuhnya oleh PT Kereta Api Daerah Operasi I Jakarta yang membawahkan Jabotabek. Bentuk perbaikan yang dilakukan oleh PT KA, kata Kepala Humas PT KA Daop I Akhmad Sujadi, adalah membenahi sektor ini dengan mendatangkan gerbong KRL eks Jepang dan memperbaiki sejumlah stasiun serta membangun tempat parkir di halaman stasiun di Botabek, Rabu (4/6).

Eks Jepang
Bulan Juli mendatang, 16 gerbong eks Jepang akan tiba di Jakarta. PT KA Divisi Jabotabek akan mengganti semua gerbong KRL yang panas dengan gerbong KRL AC. PT KA berupaya menjadikan KRL angkutan yang nyaman dan aman. Ini merupakan bagian dari 24 gerbong eks Jepang yang akan didatangkan dalam waktu dekat ini. Saat ini PT KA Daop I memiliki 414 gerbong, dan 220 gerbong di antaranya gerbong KRL AC.

Permintaan akan KRL diakui sangat tinggi. Pada hari kerja, Senin-Jumat, jumlah penumpang 160 persen dari kapasitas satu gerbong 104 orang pada jam sibuk. Wajar jika kemudian muncul permintaan penumpang KRL agar PT KA menambah perjalanan pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Kepala Komisi V DPR Ahmad Muqowam mendorong PT KA menambah waktu perjalanan KRL Jabotabek hingga malam hari.

Kepala PT KA Divisi Jabotabek Ahmad Marzuki memberi respons positif dan mengumumkan mulai Senin 9 Juni, KRL Jakarta-Serpong bertambah dua perjalanan dan KRL Jakarta-Bogor satu perjalanan.

”Pada malam hari, lampu di semua gerbong KRL AC menyala. Setiap perjalanan, akan ada empat petugas sekuriti yang mengawal,” kata Sujadi memberi jaminan pengawalan KRL yang beroperasi malam hari.

Arah pengembangan KRL Jabotabek ke depan, sampai tahun 2010, semua KRL di Jabotabek ber-AC dengan tarif terjangkau, antara Rp 5.000 dan Rp 6.000. Untuk mendukung pengembangan KRL Jabotabek, PT KA akan mempercantik semua stasiun di jalur Jakarta-Serpong dan Jakarta-Bogor. Saat ini PT KA baru membersihkan peron stasiun- stasiun itu dari pedagang kaki lima.

Pada jalur Jakarta-Serpong, PT KA sedang membangun Stasiun Jurangmangu, dekat perumahan Bintaro Sektor 9. Selanjutnya, Stasiun Rawabuntu di Bumi Serpong Damai (BSD) akan dipercantik, termasuk dengan lokasi parkir kendaraan. Proyek ini bagian dari proyek KRL Serpong-Maja, yang akan dikembangkan hingga tahun 2010.

Wajah stasiun di Jabotabek akan dipercantik, dengan contoh desain Stasiun UI yang sedang disayembarakan. Stasiun-stasiun di jalur Jakarta-Bogor juga dipercantik karena saat ini masih kelihatan kumuh. PT KA mengutamakan kebersihan toilet dan keamanan di semua stasiun dan KRL Jabotabek.

Untuk mendukung pengembangan jalur KRL, PT KA sedang membenahi jalur KRL Jakarta-Duripulo-Poris-Kalideres-Rawabuaya-Tangerang sepanjang 19,4 kilometer, yang saat ini masih rel tunggal, menjadi rel ganda.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dalam dengar pendapat dengan Komisi V DPR pekan lalu menegaskan kembali konsepnya mengembangkan sistem transportasi massal berbasis rel.

Ciliwung Blue Line diharapkan dapat menjadi KRL dalam kota Jakarta, yang memulai perjalanan dari Stasiun Manggarai, Sudirman (Dukuh Atas), Tanah Abang, Duri, Angke, Kampung Bandan, Kemayoran, Pasar Senen, Kramat, Pondok Jati, Jatinegara, dan kembali ke Manggarai, dengan tarif Rp 3.500 per penumpang.

Jumlah penumpang KA Jabotabek rata-rata 8 juta sampai 9 juta setiap bulan. Jika infrastruktur KA sudah diperbaiki dan dikembangkan lebih baik, di masa depan KA dipastikan menjadi primadona transportasi massal. Tarif terjangkau dan bebas dari kemacetan. (R Adhi Kusumaputra)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s