Akses Warga Tangerang ke Bandara akan Makin Mudah

Pengantar
Tulisan ini dimuat di Harian Kompas, bertepatan dengan terjadinya banjir di tol Sedyatmo di Km 25-27 dan ditutupnya bandara selama 5 jam akibat cuaca buruk. Kepala Bappeda Kota Tangerang Dadang Durachman sampai bertanya pada saya, apakah saya “dukun” karena dapat memprediksi akses ke bandara bakal putus lalu menulis laporan ini. Tulisan ini memang pas momentumnya, ketika bandara internasional betul-betul lumpuh, dan kita butuh akses baru ke bandara. (KSP)

KOMPAS
Jumat, 01 Feb 2008
Halaman: 27
Penulis: R Adhi Kusumaputra

Infrastruktur
AKSES WARGA TANGERANG KE BANDARA AKAN MAKIN MUDAH

Oleh: R Adhi Kusumaputra

Frida, warga Tangerang, kecewa karena setiap kali mendarat di
Bandara Soekarno-Hatta dan akan pulang ke rumahnya di Serpong, dia
naik taksi yang harus memutar ke Jakarta. “Bayangkan, lokasi bandara
ada di Tangerang, tapi mengapa warga Tangerang harus lewat Jakarta
dulu agar bisa sampai di rumahnya?” tanya Frida.

Ironis, warga Tangerang yang mendarat di bandara yang berlokasi
di Tangerang pulang harus lewat Jakarta dulu.

Namun, keluhan semacam ini akan hilang jika dua jalan baru yang
aksesnya langsung ke Bandara Soekarno-Hatta selesai dibangun. Kedua
akses baru ini sama-sama lewat gerbang utama, bukan lewat pintu
belakang M1, agar tidak mengganggu keamanan bandara.

Pemerintah Kota Tangerang dalam waktu dekat membangun jalan akses
baru ke bandara. Jalan sepanjang 7 kilometer dengan lebar 18 meter
ini adalah jalan arteri primer.

Jalan ini dibangun mulai dari Ciledug, lalu memotong Jalan Tol
Tangerang-Jakarta di Kilometer 11, berlanjut ke utara dengan
memanfaatkan jalan utama milik pengembang Puri Metropolitan dan
Dasana Puri yang lahannya saat ini masih kosong.

“Jalan arteri ini selanjutnya menyambung ke jalan di perumahan
Poris Indah di Cipondoh, memotong Jalan Daan Mogot di daerah Warung
Gantung di perbatasan Kota Tangerang dan DKI Jakarta, lalu mengikuti
saluran irigasi, menembus perumahan Duta Gardenia di Batuceper, dan
menyambung ke Jalan Husein Sastranegara,” papar Kepala Subbidang
Prasarana dan Sarana, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah
(Bappeda) Kota Tangerang, Hadi Baradin dalam percakapan dengan
Kompas, Kamis (31/1) siang.

Jalan arteri ini berujung di Jalan Tol Sedyatmo sehingga
pengendara dapat masuk ke bandara melalui gerbang utama.
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, pertengahan Januari, meninjau
rencana jalan arteri non-tol dan segera merealisasikannya.
Pembangunan jalan arteri ini tidak memakan banyak tanah warga. Hal
itu karena Pemkot Tangerang memanfaatkan jalan utama di sejumlah
perumahan sehingga lebih cepat diwujudkan.

Bagi pengembang yang membangun perumahan Puri Metropolitan,
Dasana Puri, Poris Indah dan Duta Gardenia, yang dilintasi jalan
arteri ini, dibukanya akses langsung ke bandara justru menguntungkan
kawasan mereka karena akan meningkatkan nilai properti.

Bukan hanya itu. Warga Ciledug juga diuntungkan karena akses ke
bandara lebih mudah.Warga Tangerang lainnya juga dapat menuju bandara
melalui tol Tangerang dan berbelok ke kiri di Km 11. Ini merupakan
terobosan baru yang dilakukan Pemkot Tangerang dan Pemprov Banten
untuk memberi kemudahan kepada masyarakat Tangerang yang akan ke
bandara atau pulang dari bandara.

Akses JORR 2
Jalan akses lainnya ke bandara yang saat ini disiapkan adalah
Jalan Tol Lingkar Luar (Jakarta Outer Ring Road/JORR 2) dari
Kunciran, Cipondoh, yang memotong Jalan Tol Tangerang-Jakarta di Km
15,4, lalumelintas di perumahan antara Banjar Wijaya dan Kota Modern,
memotong Jalan Daan Mogot, tak jauh dari jembatan Mookervaart di
Batuceper, lalu mengikuti alur selatan dan timur bandara, masuk ke
jalan layang Benda yang segera dibangun, dan memotong Jalan Tol
Sedyatmo. Pengendara masuk bandara lewat gerbang utama.

JORR 2 ini merupakan lanjutan jalan tol Tanjung Priok-Cilincing-
Cibitung-Jagorawi-Cinere-Serpong yang berlanjut ke Kunciran,
Cipondoh, hingga bandara. Badan Pengatur Jalan Tol Departemen
Pekerjaan Umum menargetkan JORR 2 selesai tahun 2010.

Pengembang yang membangun perumahan Alam Sutera menyediakan
lahannya untuk pembangunan interchange di Km 15,4. Salah satu pintu
masuk dan keluar tol JORR 2 ini memang berlokasi di perumahan Alam
Sutera.

Pengembang ini bahkan sudah memasarkan sentra bisnis dengan
menyebutkan memiliki akses langsung ke jalan tol. Akses dari Alam
Sutera ini, selain menembus ke bundaran di Jalan Raya Serpong, juga
ke jalan arteri di sisi tol yang akan dibangun, menembus ke Jalan
Kyai Maja, di samping PT Tifico, Kota Tangerang.

Untuk mendukung dua akses baru ke bandara ini, Pemkot Tangerang
juga meminta Pemprov Banten membantu menata desain geometrik Simpang
Tanah Tinggi dan Simpang Kebon Besar di Batuceper, Tangerang, agar
lalu lintas tidak semrawut.

Pembangunan infrastruktur diyakini akan mampu menghidupkan sebuah
kota. Demikian pula jika JORR 2 Kunciran-Bandara dan jalan arteri non-
tol selesai dibangun, akses warga Tangerang dan warga Banten ke dan
dari Bandara Soekarno-Hatta akan semakin mudah.

Yang menarik, lahan kosong di Cipondoh milik pengembang antara
Jalan Tol Jakarta-Tangerang dan Jalan Daan Mogot, yang selama ini
seakan mati, akan “hidup” dan berubah menjadi daerah “emas”. Bisnis
properti di kawasan antara JORR 2 dan jalan arteri akan semakin
semarak!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s