"E-Payment" Mudahkan Bayar Tol

KOMPAS

Kamis, 17 Jan 2008

Halaman: 26

Layanan Publik
“E-PAYMENT” MUDAHKAN BAYAR TOL
Jakarta, Kompas
Kartu tol elektronik atau electronic toll collection sudah
waktunya diberlakukan di jalan tol di kawasan Jakarta, Bogor, Depok,
Tangerang, dan Bekasi. Para operator jalan tol sebaiknya membentuk
konsorsium untuk menerbitkan kartu elektronik pembayaran tol tersebut.

“E-payment akan memudahkan pengguna jalan tol melakukan
pembayaran. Dengan e-payment tol, antrean kendaraan di gerbang tol
akan jauh berkurang. Pelayanan tol akan membaik dan keuangan lebih
mudah dikontrol,” kata Presiden Direktur PT Artajasa Arya Damar
kepada Kompas di ruang kerjanya di Jakarta, Rabu (16/1). PT Artajasa
adalah perusahaan penyedia beragam produk dan jasa transaksi
elektronik sejak 7 tahun lalu.

Menurut Arya, sistem ini sederhana dan tidak ruwet. Persoalannya,
saat ini e-payment belum dipahami secara mendalam oleh banyak
operator tol. “Kartu langganan yang selama ini digunakan diganti
dengan kartu elektronik dengan cip sebagai alat pembayaran tol,”
katanya.

Electronic toll collection atau ETC akan mempercepat waktu
transaksi, mengurangi jumlah uang tunai dan uang palsu, meningkatkan
tingkat akurasi transaksi dan efisiensi di gerbang tol, serta
mengurangi dampak pencemaran ekologi.

Arya memberi contoh, PT PLN Jawa Barat kini memberlakukan kartu
prabayar listrik dengan segmen pasar rumah kos dan apartemen di
Bandung. “PLN saja dapat mengeluarkan kartu prabayar, masak operator
jalan tol tidak bisa?” ungkapnya. Contoh kartu prabayar lainnya
dikeluarkan Timezone.

Menurut Arya, para operator tol sebaiknya membentuk konsorsium
yang menerbitkan kartu tol elektronik. Untuk tahap pertama, kartu tol
elektronik digunakan untuk pembayaran tol dan pembelian di jalur tol
seperti SPBU dan tempat makan. Setelah itu, dapat dikembangkan
menjadi kartu pembayaran jasa KA/KRL, rumah sakit, parkir, dan
lainnya.

“Bisnis ini harus digarap konsorsium operator tol sendiri, bukan
bank. Ini bisa menjadi bisnis tersendiri bagi konsorsium penerbit
kartu tol elektronik,” kata Arya Damar.

Presiden Direktur PT Lintasarta Yoyo W Basuki menambahkan, jika
sudah berjalan, sistem ini akan mudah terkoneksi dengan jaringan ATM
70 bank yang dikelola Lintasarta. “Kartu prabayar dapat dibayar
melalui ATM 70 bank, juga dapat dibeli di mana saja, seperti
Carrefour, Indomaret, Alfamart, atau penjual voucher di tepi jalan,”
kata Yoyo.

Contoh di mancanegara
ETC sudah diterapkan di Hongkong dengan kartu Octopus-nya. Kartu
ini digunakan untuk pembayaran transportasi publik dan pembelian di
sejumlah toko dengan 160 merchant, termasuk Starbucks, McDonald’s,
Circle K, Watsons, 7-Eleven. Kartu ini juga dapat digunakan untuk
membayar softdrink vending machines dan parkir.

ETC di Malaysia dikenal dengan Touch ‘n Go. Dengan menempelkan
kartu pada tanda TnG, pembayaran tol sudah dilakukan. Smartcard
dengan teknologi mikrocip ini sama dengan sistem pembayaran
transportasi publik di London, Inggris, dengan Oyster Card.

Sejumlah kota besar lain di dunia sudah menerapkan ETC sebagai
alat pembayaran tol, seperti India, Jepang, Pakistan, Korea Selatan,
Taiwan, Israel, Filipina, dan Singapura. ETC juga dimanfaatkan
pengelola jalan tol di sejumlah negara di Eropa dan Amerika Latin,
juga di Australia, Amerika Serikat. Ini menunjukkan pelayanan tol di
banyak negara memang kebutuhan.
(KSP)

FOTO di blog ini foto Presdir PT Artajasa, Arya Damar. Foto oleh Robert Adhi Kusumaputra/Kompas Daily

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s