Krukut akan Menjadi Daerah Emas di Depok

KOMPAS

Metropolitan

Krukut akan Menjadi Daerah Emas di Depok


Selasa, 22 Januari 2008

R ADHI KUSUMAPUTRA

Suasana sejuk dan hijau masih terasa di daerah Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok, ketika Kompas mengunjungi daerah tersebut, pekan lalu. Angin sepoi-sepoi semilir menyejukkan suasana.

“Suasana seperti ini yang sebenarnya tetap kami dambakan di Krukut,” kata Yuli (20), warga Krukut, Depok, yang ditemui Kompas di rumahnya. Yuli yang saat itu sedang membuat rujak buah bersama empat tetangganya bercerita keluarga mereka adalah keluarga Betawi.

Ayah Yuli, Liyas Nayo, peternak ikan gurame yang memiliki tiga kolam dan dua empang serta sejumlah pohon buah.
Yuli sudah mendengar berita bahwa daerah tempat tinggalnya akan tergusur proyek jalan tol. “Sebenarnya kami suka dengan suasana hijau di Krukut. Tapi, kalau memang rumah kami harus digusur, kami berharap nilai penggantiannya sesuai. Asalkan kami dapat membeli tanah dan rumah baru,” kata Yuli yang bekerja di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, itu.

Harapan Yuli adalah harapan warga Krukut yang daerahnya akan tergusur proyek jalan tol. Dalam peta rencana pembangunan jalan tol, akan ada dua proyek jalan tol, yaitu tol Cinere-Jagorawi sepanjang 14,6 kilometer dan tol Depok-Antasari sepanjang 22 kilometer yang akan bertemu di daerah Krukut.

Jadi, dapat dibayangkan, akan seperti apa wilayah Krukut ketika dua jalan tol itu selesai dibangun dan beroperasi.
Jika interchange Krukut selesai, daerah ini diproyeksikan akan menjadi pusat bisnis dan komersial. Perkembangan Krukut akan mengikuti daerah Cibubur dan Margonda yang sebelumnya juga daerah hijau dan sejuk.

Ketika pintu tol Cibubur dibuka, daerah Cibubur langsung “hidup”. Pengembang berdatangan dan membangun kawasan perumahan serta pusat bisnis di sana. Demikian juga ketika Jalan Margonda dibangun untuk mendukung kehadiran Kampus Universitas Indonesia, daerah Beji dan sekitarnya pun “bergairah”.

“Daerah Krukut diprediksi akan melebihi Cibubur dan Margonda. Pertemuan dua jalan tol pasti akan menghidupkan kawasan ini,” kata tokoh masyarakat Krukut, Hamzah Harun, kepada Kompas, pekan lalu.

Pengamatan Kompas, di sepanjang Jalan Raya Krukut hingga Gandul dan Pangkalan Jati, sudah mulai dibangun townhouse, rumah-rumah bergaya minimalis. Agaknya pengembang mengantisipasi kehadiran dua jalan tol yang akan bertemu di daerah Krukut. Mereka tahu masa depan Krukut yang prospektif.

Situ yang mengering
Lurah Krukut, Erwin Sutan Muda, mengungkapkan, sesungguhnya daerah yang akan tergusur untuk interchange dua jalan tol di Krukut sebelumnya adalah bekas situ atau danau seluas sembilan hektar yang mengering.

Hamzah membenarkan, pada 1984, ketika Situ Krukut mengering, sejumlah warga membangun rumah di atas lahan tersebut. “Ada empat hektar lahan bekas situ yang digarap masyarakat. Karena waktu itu Krukut masuk wilayah Kabupaten Bogor, pengawasan sangat kurang sehingga okupasi warga di situ dibiarkan bertahun-tahun hingga sekarang,” katanya.
Sedikitnya 80 rumah warga yang dibangun di lahan bekas itu akan tergusur


Hamzah yang lahir di Krukut itu berkisah, sebelum situ mengering, danau itu menjadi tempat warga mengambil air untuk mandi dan minum serta memancing ikan. “Airnya masih jernih. Selain itu banyak ikan mas, tawes, lele, dan gabus di sana,” katanya.
Ayah Hamzah, Yakub, adalah Kepala Desa Krukut pertama yang menjabat tahun 1955-1965.
Hamzah berkisah, pada masa kecilnya tahun 1960 dan 1970-an, Krukut masih didominasi lahan sawah dan pertanian. “Kali Krukut yang terkenal sering banjir di Jakarta mengalir dari daerah ini,” ungkapnya.

Krukut mulai ramai setelah tahun 1990-an. Krukut berada di perlintasan kawasan Mampang di Pancoran Mas ke arah Gandul, Limo, di Kota Depok. Jalan di ruas ini masih sempit. Namun, ruas ini sering menjadi jalur alternatif warga Depok yang akan ke Jakarta dan sebaliknya.

Masih hijau
Dari luas wilayah Kelurahan Krukut 264 hektar, 50 persen di antaranya masih berupa lahan hijau.

Bagaimana masa depan Krukut setelah dua jalan tol selesai dibangun, beroperasi, dan “bertemu” di wilayah ini?

Yang pasti, nilai jual obyek pajak (NJOP) di Kelurahan Krukut yang saat ini paling rendah di antara wilayah Kota Depok akan meningkat drastis, terutama setelah interchange dua tol dibangun di sini.

Selain itu, Pemerintah Kota Depok sudah merencanakan membangun pusat bisnis dan komersial di kawasan Krukut lebih tertata, dibandingkan Margonda dan Cinere, yang terkesan semrawut dan tidak terkendali.
Wajah Krukut berubah, tertata, dan menjadi daerah emas.

FOTO di blog ini foto kawasan Krukut di Kecamatan Limo, Kota Depok, Januari 2008. Suasana hijau ini masih terlihat dan terasa di kawasan ini. Foto oleh Robert Adhi Kusumaputra/KOMPAS


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s