130 Tahun The Nishinippon Shimbun: Bertahan Karena Tetap Independen dan Pelihara Kebersamaan

KOMPAS

Senin, 17 Desember 2007, halaman 45

130 Tahun The Nishinippon Shimbun
Bertahan Karena Tetap Independen
dan Pelihara Kebersamaan

oleh R Adhi Kusumaputra

THE NISHINIPPON Shimbun adalah surat kabar tertua di kawasan Kyushu, Jepang bagian barat. Tahun 2007 ini, The Nishinippon Shimbun merayakan hari jadinya ke-130. Meskipun sudah memasuki usia ke-130, surat kabar berbahasa Jepang yang bermarkas di Fukuoka ini tetap memiliki oplah terbesar di kawasan Kyushu.
Kyushu seluas 42.165 km2 dan berpenduduk 14 juta jiwa itu terdiri dari tujuh prefektur, yang pertumbuhan ekonominya masuk dalam 10 besar di Jepang.

Apa rahasianya sehingga The Nishinippon Shimbun mampu bertahan dan tetap berkibar mencapai usia satu abad dan tiga dekade? “Kami tetap mempertahankan tradisi pendiri suratkabar ini, yaitu berusaha tetap independen dan memelihara kebersamaan,” kata Kikuchi Megumi, Pemimpin Redaksi The Nishinippon Shimbun dalam percakapan dengan Kompas di Fukuoka, Jepang, Senin (10/12) malam.

Tetap independen membuat pembaca The Nishinippon Shimbun loyal hingga tiga generasi. “Pada masa Perang Dunia II, kantor surat kabar ini pernah diduduki tentara. Mereka meminta berita-berita yang dimuat disensor dulu dan berpihak pada pemerintah. Namun pemred tetap mengkritisi kebijakan pemerintah,” kata Kikuchi. “Semua jurnalis bebas menulis apa saja tanpa sensor,” tandasnya lagi.

Selain itu, tetap memelihara kebersamaan dan persamaan dalam kantor surat kabar itu, juga menjadi ciri khas The Nishinippon Shimbun. Pemred The Nishinippon Shimbun tidak memiliki ruangan khusus yang lapang dan privat karena ingin mempertahankan rasa kebersamaan di antara karyawan. “Saya duduk di meja ini di antara tumpukan kertas dan di dekat semua karyawan lainnya. Saya tak punya ruangan khusus yang privat. Meja kerja saya ya seperti ini. Kami meneruskan tradisi pengelola surat kabar ini selama 130 tahun,” kata Kikuchi santai.

Meja kerja Kikuchi memang sangat sederhana. Bahkan orang awam tak tahu bahwa meja itu adalah meja kerja seorang pemimpin redaksi surat kabar terbesar di Pulau Kyushu di Jepang barat. “Menjaga persamaan dan demokrasi di kantor ini juga sangat penting,” kata Kikuchi, yang pernah menjadi Koresponden di Washington DC, Amerika Serikat. Di sana, dia meliput antara lain peristiwa 11 September dan perselingkuhan Bill Clinton dengan Monica Lewinsky.

Kikuchi yang memulai tugasnya di The Nishinippon Shimbun tahun 1974 di Desk Kota (City News) itu menambahkan, sangat penting bagi surat kabar itu untuk tetap independen dalam kondisi apapun. Bahkan ketika mantan Editor Desk Ekonomi The Nishinippon Shimbun, Hiroshi Yoshida maju dalam pemilihan langsung Wali Kota Fukuoka dan akhirnya menang, surat kabar ini tetap harus independen.

“Memang sulit menjawab bagaimana sikap kami terhadap kebijakan Yoshida dalam mengelola Kota Fukuoka. Saya tak punya hak untuk mengontrol masing-masing wartawan. Tetapi yang pasti, kami tetap independen, mengkritisi kebijakannya dan memberi solusi untuk itu,” jelas Kikuchi. Hiroshi Yoshida memenangkan pemilihan langsung Wali Kota Fukuoka pada November 2006 dan akan menjabat hingga tahun 2010.

Tertua kedua di Jepang
The Nishinippon Shimbun yang pada tahun 2007 ini memasuki usia ke-130 tahun adalah surat kabar tertua kedua di Jepang. Yang paling tua adalah The Mainichi Shimbun yang saat ini berusia 135 tahun. Yang menarik, pemilik The Nishinippon Shimbun tidak hanya satu atau dua orang tetapi 1.000 orang. Mereka berasal dari sejumlah individu dan perusahaan di Pulau Kyushu. Mereka sepakat untuk tetap melindungi kebebasan berbicara dan tidak akan melakukan kontrol terhadap isi surat kabar.

The Nishinippon Shimbun terbit kali pertama pada tahun 1877 dengan nama Chikushi Shimbun, dengan oplah 800 eksemplar. Lebih dari satu abad kemudian, surat kabar ini memainkan peranan penting dalam sejarah panjang kawasan Kyushu. Saat ini The Nishinippon Shimbun terbit dalam dua edisi, pagi dan sore.
Oplah edisi pagi saat ini sekitar 850.000 eksemplar dan menjadi surat kabar nomor satu dan terpercaya di Kyushu. Sedangkan oplah edisi sore 181.000-an ekspemplar. Edisi lainnya adalah edisi khusus Olahraga yang oplahnya hampir 200.000 eksemplar setiap hari.

The Nishinippon telah dibaca oleh tiga generasi warga yang tinggal di Pulau Kyushu. Surat kabar ini memainkan peranan penting dan berkontribusi terhadap vitalitas dan perkembangan Kyushu pada abad ke-21. Teknologi dan format penerbitan terus ditingkatkan, mengikuti perkembangan zaman. “Saat ini kami punya website berbahasa Jepang. Namun tidak tertutup kemungkinan, di masa depan, kami punya website koran berbahasa Inggris,” kata Kikuchi.

Berita-berita yang dimuat di The Nishinippon Shimbun sebagian besar berita lokal yang terjadi di Pulau Kyushu. Namun surat kabar ini memiliki Desk Internasional dengan beberapa biro di luar Jepang, antara lain di Washington DC untuk meliput Amerika dan di Bangkok, Thailand untuk meliput kawasan Asia Tenggara. “Kami memegang prinsip acting locally, thinking globally,” jelas Kikuchi Megumi yang tinggal di Fukuoka.

Mengantisipasi era digital, The Nishinippon Shimbun menyediakan berita-berita online. Setiap hari pengunjung website http://www.nishinippon.co.jp mencapai 100.000 page views dan menjadikan Nishinippon situs informasi utama di Kyushu. Situs ini memuat artikel dan kolom dari koran cetak, serta laporan menit per menit tentang berbagai kegiatan dan peristiwa.

Satu dari dua orang di Jepang saat ini menggunakan telepon seluler dengan akses internet. The Nishinippon Shimbun membuat berita-berita utama surat kabar juga dapat dibaca di telepon seluler. Situs ini dapat menjadi panduan bagi warga untuk mencari berbagai properti termasuk kompleks perumahan, kondominium, dan area komersial, lengkap dengan lokasi dan harga.

Perjalanan panjang The Nishinippon Shimbun selama 130 tahun, menarik disimak. Lahir sebagai koran lokal dengan oplah 800 eksemplar, The Nishinippon hadir sebagai suratkabar terkemuka di Kyushu. Bahkan kini warga yang tinggal di Kyushu dapat mengakses informasi di The Nishinippon Shimbun dari ponsel mereka dalam waktu singkat.

”Kami ingin The Nishinippon memainkan peranan penting dalam perkembangan di Kyushu,” kata Presiden The Nishinippon Shimbun, Akishige Tada.

Independen, demokrasi, dan persamaan. Inilah kata-kata kunci yang membuat The Nishinippon Shimbun tetap disambut hangat oleh pembaca loyal dari generasi ke generasi.

FOTO di blog ini foto Megumi Kikuchi, Editor-in-Chief The Nishinippon Shimbun, Fukuoka, Jepang. Foto oleh R Adhi Kusumaputra/Kompas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s