Pemberdayaan: Rumah Srikandi, Pionir RW Siaga

KOMPAS
Metropolitan
Jumat, 16 November 2007


pemberdayaan
Rumah Srikandi, Pionir RW Siaga

Zulham (27) tersenyum lebar. Setelah dua bulan mengikuti pelatihan mekanik sepeda motor, termasuk magang di bengkel umum dan bengkel AHASS Honda, pemuda itu makin yakin cita-citanya dapat terwujud.

“Sejak remaja saya bercita-cita punya bengkel motor sendiri. Mudah-mudahan setelah pelatihan mekanik dan mendapat modal, cita-cita itu kesampaian,” kata Zulham, satu dari tiga lulusan terbaik angkatan pertama.

Zulham bersama 15 orang lainnya adalah peserta pelatihan mekanik sepeda motor yang diadakan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK), Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), dan Sari Husada di RW 02, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Untuk perbaikan ringan sampai tune up, mereka sudah mahir.

Ungkapan senada disampaikan Aslih (23) dan Sofyan (22), yang tak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Para pemuda putus sekolah ini sempat menganggur, sampai akhirnya menemukan kembali harapan meraih masa depan.

Zulham bersama dua lulusan terbaik lainnya akan mendapatkan bantuan modal untuk mendirikan bengkel motor sendiri. Dana bergulir tanpa bunga itu harus dikembalikan untuk modal Rumah Srikandi mengadakan kegiatan berikutnya.

Upaya memberdayakan masyarakat ini dipusatkan di Rumah Srikandi, rumah interaksi masyarakat RW 02, Kelapa Dua. Rumah untuk beragam aktivitas kesehatan, pendidikan, dan pelatihan ini diresmikan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Kamis (15/11).

Rumah Srikandi hadir dari kepedulian dunia usaha terhadap kualitas manusia Indonesia.
Menempati lahan 150 meter persegi, Rumah Srikandi diharapkan sebagai pionir RW Siaga bagi wilayah lainnya di Jakarta. Rumah ini memiliki tiga ruangan: untuk pendidikan anak usia dini (PAUD), posyandu (timbang bayi, pemeriksaan, konsultasi, pengisian KMS), dan ruang pendidikan dan pelatihan (diklat).

Peran serta dunia usaha dinilai sangat penting membantu pemerintah memberdayakan manusia Indonesia. Aburizal mengakui tidak mungkin ini dipecahkan hanya oleh pemerintah. “Bukan dengan cara memberi uang, tetapi bagaimana pemerintah bersama dunia usaha, memberdayakan manusia,” katanya.

Ketua YDBA Aminuddin tidak hanya memberikan pelatihan mekanik motor, tetapi juga mendirikan bengkel motor di kelurahan tersebut. Sementara Presiden Direktur PT Sari Husada Budi Satria Isman menambahkan, peningkatan gizi dan nutrisi masyarakat merupakan akar pembentukan generasi sehat dan cerdas.

Kegiatan di RW 02 mulai dari posyandu, PAUD, bina keluarga balita, hingga industri rumah tangga seperti pembuatan alat permainan edukatif, makanan ringan, dan bir peletok khas Betawi.

Sari Husada menyiapkan beragam program terkait dengan peningkatan kesehatan masyarakat. YDBA menyiapkan berbagai pelatihan di bidang keterampilan agar masyarakat mampu mandiri. Sementara DKK bertanggung jawab menyediakan infrastruktur untuk memperkuat kegiatan masyarakat.
Model ini didukung Wali Kota Jakarta Barat Fadjar Panjaitan.

“Langkah kecil ini dapat melahirkan social heroes. Kita tak perlu melakukan langkah besar, tetapi kita perlu melakukan langkah kecil dengan cinta,” kata Ketua DKK Suryopratomo, mengutip Bunda Teresa. (R ADHI KUSUMAPUTRA)


FOTO di blog ini foto peserta Pelatihan Mekanik Sepeda Motor di Rumah Srikandi, Kelurahan Kepala Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, bersama penyandang dana dari Dana Kemanusiaan Kompas, Sari Husada, dan Yayasan Dana Bhakti Astra.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s