Kolom Blog Adhi Ksp: Telepon dari Jessi

Kolom Blog Adhi Ksp
Telepon dari Jessi
BLOG ternyata dapat menghubungkan kita dengan seseorang yang sudah lama tidak kita jumpai. Hari Selasa (13/11) siang kemarin, telepon saya berdering. Saya lihat nomor kode 024. Pasti dari Semarang. Tapi dari siapa?
Sang penelepon dalam logat Jawa yang medog, kemudian bilang bahwa dia Jessi dari Royal Family Resident. Saya langsung ingat perempuan ini adalah Jessi Soegihkusuma, yang mengoperasikan perumahan elit di dekat pantai Semarang. She is the owner!
Saya pernah bertemu dengan Jessi tahun 2005 lalu saat saya bertugas di Jawa Tengah.
Jessi bertanya kapan saya main ke Semarang. Dia ingin beri tahu bahwa Royal Dome Club House-nya sudah rampung.
Jessi juga bercerita dia ingat saya lagi setelah seorang temannya memberitahu bahwa tulisan tentang Royal Family Resident dan tentang dirinya, ada dalam blog saya. “Banyak juga ya, yang berkunjung ke blog Mas Adhi,” kata Jessi di seberang telepon.
Ya, saya sengaja memasukkan tulisan yang pernah saya buat, termasuk di Kompas Jawa Tengah, ke dalam blog ini. Dan hasilnya, jika seseorang melakukan search engine di Google misalnya soal Jessi atau soal Royal Family Resident, salah satu yang akan dijumpai adalah tulisan di blog ini.
Siapa Jessi? Saya kutip lagi tulisan saya tentang Jessi yang pernah dimuat di lembaran Kompas Jawa Tengah 9 September 2005 lalu:
Jessi Soegihkusuma memang masih muda. Putri seorang pengusaha sepatu asal Semarang ini dipercaya ayahnya, Rudy Soegihkusuma untukmengelola perusahaan pengembang Royal Family Resident.
“Awalnya cuma iseng-iseng. Melihat bisnis properti di Semarangbooming, papa masuk dalam bisnis ini,” kata Jessi dalam percakapan dengan Kompas di kantornya, akhir pekan lalu.

Keluarga Soegihkusuma memiliki tanah seluas 8 hektar, tak jauh dari pantai. Setelah mendirikan perusahaan Royal Family Resident,dibangun 200 unit rumah kelas menengah atas yang harganya termurahRp 750.000.000 dengan luas 178/153. Hanya dalam waktu satu tahun terakhir, rumah yang terjual sudah 50 persen.

“Kami ingin mengubah citra bahwa rumah menengah atas hanya adadi Semarang atas. Tapi ternyata jika kita membangun rumah dengan fasilitas publik lengkap, tetap dicari orang,” kata Jessi yangrambutnya di-blitz warna kuning.

Rumah-rumah itu dibangun satu kilometer dari pantai. Agar terhindar dari banjir, pengembang menggunakan minipile, tiangpancang. Desainnya classic modern. Di Semarang, hanya Royal Family yang mengajukan desain ini.

“Dulu orang anggap rumah mewah harus besar, tapi sekarang rumah kecil pun bisa kelihatan mewah, tergantung fasilitas publik dan lanskapnya,” ungkap Jessi yang memberi ruang 42 persen untuk fasilitas umum.

“Sebagian orang Semarang memang memiliki banyak uang. Mereka akan membeli jika diberi sesuatu yang lebih,” jelasnya. Fasilitas Club House yang sedang dibangun itu akan menghadirkan pusat olahraga dengan kolam renang, lapangan squash, dan pusat kebugaran, biliar, penitipan anak dan restoran.
Demikian sekilas tentang Jessi. Ketika bertemu dua tahun lalu, rambutnya dicat, di-blitz warna kuning. Tapi sekarang, kata Jessi dalam teleponnya kemarin, rambutnya sudah panjang lagi dan badannya lebih kurus. Jessi mengirimkan foto dirinya ke email saya.
Dalam tulisan ini, saya hanya ingin membagi cerita tentang salah satu kekuatan blog, yaitu dapat menjalin kembali persahabatan lama. Jessi diberi tahu temannya soal blog ini, dan Jessi kemudian menghubungi saya setelah dua tahun berlalu. Tentunya banyak orang di luar Semarang yang tahu tentang Jessi dan Royal Family Resident, salah satunya dari blog ini. Sukses untuk Royal Family Resident dan untuk Anda, Jessi!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s