Kolom Blog Adhi Ksp: Mungkinkah Terowongan Bawah Tanah Dibangun di Jakarta?

Kolom Blog Adhi Ksp

Mungkinkah Terowongan Bawah Tanah Dibangun di Jakarta?

KEMACETAN di Jakarta membuat orang stres. Seorang teman berseloroh, bekerja bukan lagi nine to five atau 9-5, tetapi sudah menjadi five to nine atau 5-9. Artinya untuk menghindari kemacetan saat jam sibuk pagi dan sore hari, para pekerja kini berangkat pukul 5 pagi dan pulang pukul 9 malam, Kalau tidak, orang bisa stres di jalan.

Senin (12/11) sore lalu, saya berbincang dengan Ciputra, pengusaha sukses dalam bidang properti. Saya tanya, apa solusi mengatasi problem macet dan banjir di Jakarta yang setiap tahun selalu berulang dan berulang?

Dari perjalanan di dalam mobilnya sehabis memimpin rapat di kantornya, Pak Ci menjawab melalui ponselnya: solusinya membangun terowongan bawah tanah. Berikut saya kutip pagi hasil wawancara dengan Pak Ci, yang dimuat Kompas Rabu 13 November 2007 di halaman Metropolitan.

Kompas
Metropolitan, Rabu 13 November 2007

Ciputra: Atasi Macet dan Banjir, Bangun Jalan Bawah Tanah


JAKARTA, KOMPAS – Pengusaha properti terkemuka, Ciputra, mengusulkan agar pemerintah bersama-sama pihak swasta segera membangun terowongan bawah tanah untuk mengatasi persoalan kemacetan dan banjir di Jakarta.

Dalam percakapan dengan Kompas, Senin (12/11) sore, Ciputra menyatakan mendukung jika pemerintah memutuskan membangun terowongan bawah tanah. “Kita dapat membangun terowongan itu sedalam 60 meter sampai 70 meter ke bawah,” katanya.

Di terowongan itu dapat dibangun jalan tol bawah tanah dan subway. Selain itu, dapat juga dibangun saluran yang mengalirkan air limpahan genangan banjir langsung ke laut melalui bawah tanah. “Namun, sebelum masuk ke laut, air itu dapat diolah lagi menjadi air minum. Pihak swasta dapat memanfaatkannya menjadi bisnis,” ungkap Ciputra.

Bisnis “bawah tanah” lainnya, seperti jalan tol dan subway, juga dapat dikembangkan dengan pembangunan mal atau pusat perbelanjaan bawah tanah, yang terkoneksi dengan bangunan di atasnya pada simpul tertentu.

Ciputra berpendapat, pembangunan ini sanggup dikerjakan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta. “Keuntungannya, kita tak perlu lagi membebaskan tanah karena lokasinya ada di bawah tanah. Jadi, tinggal membangun infrastruktur bawah tanah itu,” ujarnya.

Ciputra menambahkan, pembangunan serupa sudah dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia; dan Bangkok, Thailand. (KSP)

Beberapa kota besar di dunia, punya perencanaan kota. Tapi Jakarta? Amburadul. Pembangunan koridor busway malah bikin macet. Pembangunan monorel yang sampai sekarang cuma tiang pancang doang, juga bikin susah pengendara. Kok kita cuma bisa bikin tiang monorel doang?

Pembangunan di bawah tanah mungkin salah satu solusi. Pengembang tidak lagi dipusingkan dengan pembebasan lahan. Membangun terowongan bawah tanah? Di sana bisa dibuat empat lapis. Satu untuk jalan tol bawah tanah, satu untuk jalur subway, satu untuk saluran air menampung limpahan air agar tak banjir, satu lagi untuk pusat perbelanjaan yang terkoneksi dengan gedung-gedung di atasnya.

Pak Ci bilang Kuala Lumpur dan Bangkok sudah memilih ini untuk mengatasi macet. Kapan Jakarta? Proyek ini bukan angan-angan tapi realistis untuk diwujudkan. Terowongan bawah tanah ini pun dapat menjadi saluran air mengatasi banjir. Namun sebelum dibuang ke laut, air yang ada diolah menjadi air minum. Malah dijadikan bahan baku untuk bisnis air. Luar biasa kan? Bagaimana rencana Bang Fauzi ke depan? Mungkin pembangunan terowongan bawah tanah dapat menjadi solusi yang pas bagi Jakarta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s