Angkutan: Lalu Lintas Macet, Helikopter Laris Dipesan

KOMPAS
Berita Utama
Senin, 12 November 2007


Angkutan
Lalu Lintas Macet, Helikopter Laris Dipesan

R Adhi Kusumaputra

Helikopter Bell 407 buatan Amerika Serikat diparkir di heliport di kawasan Lippo Karawaci, Tangerang, Banten. Penumpang helikopter itu, Markus Parmadi (61), tampak bergegas.
Saya mengejar rapat di Jakarta dengan heli ini. Tadi pagi masih sempat rapat di Karawaci,” kata mantan Presiden Direktur Lippobank yang kini Chairman The Investor Group, anak perusahaan Grup Lippo.

Dengan kondisi kemacetan lalu lintas di Jakarta dan kota-kota sekitarnya saat ini, Markus menilai helikopter dapat menjadi salah satu alternatif sarana transportasi. “Kemacetan di Jakarta sudah semakin parah,” kata Markus, Kamis (8/11) sore.

Markus Parmadi bukan satu-satunya penumpang helikopter yang dioperasikan PT Air Pasifik Utama. Cukup banyak kalangan eksekutif, pengusaha, dan pemilik perusahaan yang menggunakan helikopter sebagai alat transportasi mereka.

“Sebagian pelanggan helikopter berasal dari korporat Grup Lippo. Mulai dari Lippobank, Matahari, Multipolar, sampai Siloam Hospitals,” kata Operation Manager PT Air Pasifik Utama Capt S Heru Susatyo.

Bagi mereka yang menganggap waktu adalah uang, helikopter menjadi jawaban masalah kemacetan di Jakarta. Dengan helikopter ini, penumpang hanya membutuhkan waktu 7 menit dari jantung kota Jakarta menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Helipad di Jakarta dibangun di Hotel Aryaduta di Tugu Tani, Citra Graha di Jalan Gatot Subroto, Kemang Village di
“Dari lokasi mana pun di Jakarta menuju bandara, waktu tempuh hanya 7 menit,” kata Marketing Manager Maria Goretti Lioba.

Untuk menjaring penumpang umum, disediakan harga khusus ke Bandara Soekarno-Hatta dari jantung kota Jakarta. Dengan harga Rp 3 juta sekali jalan, penumpang helikopter akan mendapat layanan tambahan gratis, yaitu kendaraan dari terminal kargo ke terminal keberangkatan dan layanan check-in.

“Penumpang tinggal naik pesawat, dan tak perlu susah-susah check-in lagi,” kata Maria Goretti. Heli ini memang mendarat di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta.

Bukan kemewahan
Jessica Quantero, Direktur Kemang Village, mengaku, transportasi dengan helikopter sangat membantunya, terutama mengejar rapat dari Karawaci ke Kemang, yang harus diikutinya. “Naik heli di Jakarta merupakan kebutuhan, bukan lagi kemewahan. Kalau naik mobil, dari Karawaci ke Kemang bisa menghabiskan waktu satu sampai dua jam. Jalan tol kan sulit diprediksi?” kata Jessica, yang sibuk menangani proyek properti Kemang Village.

Berapa biaya naik helikopter ini? Tarifnya 1.400 dollar AS per jam belum termasuk PPN, dengan sewa minimal satu jam. Uang sejumlah itu, bagi kalangan eksekutif dan pengusaha, mungkin tak terlalu berarti jika waktu betul-betul adalah uang.

Mungkin saja dengan helikopter, seseorang dapat menandatangani kerja sama jutaan dollar AS di beberapa tempat. Di Jakarta, orang-orang seperti itu tetap ada dan butuh naik helikopter untuk mencapai tujuan lebih cepat. Jadi, pangsa pasarnya memang sudah ada.

“Bisnis heli ini sebenarnya dapat dikembangkan seandainya perusahaan ini menyediakan helikopter double-engine. Ini berarti heli dapat terbang 24 jam, termasuk pada malam hari,” kata Direktur PT Air Pasifik Utama A Toos Sanitioso.
Saat ini helikopter yang digunakan masih single-engine, yang artinya hanya dapat terbang dari pukul 06.00-18.00.

Banjir dan evakuasi medis
Helikopter tidak hanya dibutuhkan saat lalu lintas Jakarta mengalami kemacetan, akan tetapi juga saat Jakarta tenggelam direndam banjir. Capt Heru Susatyo menceritakan pada saat banjir hebat melanda Jakarta tahun 2002, ia pernah mendarat di jembatan layang di Kuningan, Jakarta Selatan, untuk menyelamatkan satu keluarga warga negara asing dari Hotel Regent—sekarang berganti nama menjadi Hotel Four Seasons— mengungsi ke hotel lainnya.
Kisah ini setidaknya menegaskan kembali betapa fungsi helikopter menjadi sangat penting pada saat genting seperti itu.

Helikopter ini juga dibutuhkan orang sakit yang memerlukan pertolongan cepat. Pasien dari berbagai kota seperti Tegal, Cirebon, dan Bandung minta diangkut ke Siloam Hospitals Karawaci. “Banyak orang yang nyawanya terselamatkan karena cepat mendapat pertolongan medis,” kata Toos Sanitioso.

Perusahaan jasa penerbangan sipil ini juga melayani paket perjalanan wisata untuk menyaksikan dari dekat keindahan Gunung Krakatau, Kepulauan Seribu, panorama Puncak dan Gunung Gede. Tarifnya 350-450 dollar AS per orang.
Helikopter ini juga melayani penerbangan 30 menit untuk menikmati kawasan Monas, Bundaran HI, CBD Semanggi, dan kawasan Jakarta lainnya dengan tarif 135 dollar AS per orang.

Pada saat musim hujan seperti sekarang, dengan banyak lokasi di Jakarta yang terkena macet dan dilanda banjir, helikopter tentu solusi yang paling pas, terutama bagi kalangan yang punya cukup uang.

FOTO di blog ini foto helikopter Bell 407 yang mengudara dari heliport, Lippo Karawaci, Tangerang. Foto oleh R Adhi Kusumaputra/Kompas

Iklan

One response to “Angkutan: Lalu Lintas Macet, Helikopter Laris Dipesan

  1. Yuska Shangri-La

    Hai Mas Adhi! Ih kebetulan lagi nyari berita tentang atraksi helikopter (buat Valentine package nih), eh ktemu di blognya Mas.

    Terima kasih terima kasih. Skarang bisa bikin budgeting dengan tenang deh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s