Nge-Blog Makin Mewabah

KOMPAS
Teropong
Jumat 2 November 2007, hal 45


Nge-Blog Makin Mewabah

oleh R. Adhi Kusumaputra

BLOG kini menjadi salah satu kosakata baru yang banyak diucapkan penduduk di dunia, terutama di negara yang infrastruktur internetnya sudah baik. Blog tiba-tiba menjadi kata ajaib yang membuat dunia semakin tanpa batas, tanpa sekat. Seseorang yang bukan siapa-siapa, dapat dikenal luas di seantero bumi ini berkat tulisan di blognya.Jumlah pemilik blog setiap hari terus bertambah. Pada Maret 2005,tercatat 7,8 juta blogger. Jumlah ini menjadi 14,7 juta pada Agustus 2005. Menurut BBC, setiap satu detik lahir satu blog baru. Diperkirakan jumlah blog saat ini sekitar 88 juta blog.Jumlah ini menunjukkan betapa era digital, era internet sudah di depan mata.
Blog adalah salah satu dampak pesatnya perkembangan internet, termasuk di Indonesia.

Nge-blog atau blogging sudah menjadi “santapan” sehari-hari, sudah menjadi kebutuhan dan bagian kehidupan sehari-hari. Selebriti seperti Maylaffayza misalnya, mengaku sudah kecanduan nge-blog. Bangun pagi, Maylaf -nama panggilannya, sudah mengecek komentar yang dikirim ke blognya. Saat menjelang tidur, Maylaf masih berada di depan komputernya, untuk mengisi blog-nya. “Saya sudah ‘addict’ nge-blog. Minimal tiga jam sehari,” kata pemain biola Indonesia itu.

Maylaffayza tentu bukan satu-satunya orang yang merasakan blog sebagai ‘candu’. Jika sehari tidak nge-blog, ada sesuatu yang hilang. Nge-blog atau blogging kini menjadi salah satu bagian kehidupan sehari-hari. Bukan hanya di Indonesia, tapi di berbagai negara di dunia. Technorati, mesin pencari blog, memperkirakan jumlah blog di seluruh dunia saat ini lebih dari 80 juta.

Menteri Komunikasi dan Informasi, Mohammad Nuh melihat perkembangan dunia blog di Indonesia sangat pesat. Jumlah blogger di seluruh Indonesia saat ini 130.000-an. Tahun 2008, Nuh berharap jumlahnya menjadi satu juta.

Mengapa harus nge-blog? Wimar Witoelar mengatakan, mereka yang nge-blog adalah orang-orang yang berani bersikap. “Mereka menulis perasaan, pandangan dan sikap di blog mereka dengan jujur,” kata Wimar. Sistem politik Indonesia selama bertahun-tahun, melarang rakyat bersikap jujur. Tapi dengan blog, orang Indonesia diajak belajar jujur mengungkapkan pendapat.

Dari 130.000 blog yang dibuat orang Indonesia saat ini, isinya memang masih beragam. Dari mulai catatan harian online yang mengungkapkan kisah cinta sampai pada kolom opini tentang berbagai hal. Bahkan beberapa blogger memanfaatkan blog sebagai peluang bisnis online.

Sebuah ajang ‘kopi darat’ blogger seluruh Indonesia yang dinamakan “Pesta Blogger 2007” digelar di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (27/10) lalu. Di bioskop itu, hadir sekitar 500 blogger dari berbagai komunitas dan kota di Indonesia.

Antusiasme blogger sangat luar biasa. Bayangkan, blogger dari Palu, Sulawesi Tengah seperti Ruslan Sangaji dan Andi Miswar sengaja datang ke Jakarta, hanya untuk menghadiri Pesta Blogger. Saking nekadnya demi menghadiri acara ‘kopi darat’ ini, Ruslan dan Andi kehabisan uang untuk kembali ke Palu karena harga tiket Makassar-Jakarta melonjak dan mereka kurang memperhitungkan ini. Namun kesulitan mereka akhirnya teratasi setelah ada yang membantu membelikan tiket pulang.

Tapi cerita ini menarik. Sama menariknya ketika ada blogger Indonesia khusus datang dari Singapura dan Malaysia, hanya untuk menghadiri ‘kopi darat’ pertama dan terbesar di Indonesia. Panitia acara mengaku terpaksa menutup pendaftaran karena kapasitas tempat tak cukup lagi.

Hubungan unik
Hubungan antar-blogger juga unik. Enda Nasution, blogger senior misalnya, menceritakan ketika dia bertemu dengan Budi Putra, blogger senior lainnya, dia merasa hubungan sudah sangat dekat. Masing-masing sudah saling mengenal karena keduanya sudah membaca isi blog. Pembicaraan pun lebih akrab. Keunikan pertemanan ala blogger ini tidak dimiliki komunitas lainnya.

Siapa saja yang nge-blog? Di Indonesia, mereka yang nge-blog mulai dari pelajar SMP, mahasiswa, pekerja, kaum profesional, selebriti sampai CEO dan Menteri. Blog anak SMP bercerita seputar kegiatan ekstrakurikuler OSIS misalnya. Blog mahasiswa bercerita seputar aktivitas kemahasiswaan sampai kisah cinta. Blog profesional bisa macam-macam tergantung latar belakang mereka, tergantung minat masing-masing. Tapi umumnya isinya beragam. “Pembaca blogku lebih suka aku menulis aktivitas keseharian dengan bahasa sehari-hari,” kata Fany Ariasari, penulis buku “Pernak-Pernik Blog”.

Presiden Direktur PT IBM Indonesia, Betti Alisjahbana misalnya, menggunakan blog sebagai alat kampanyenya meraih posisi Ketua Umum Ikatan Alumni ITB. Irfan Setiaputra, Managing Director PT Cisco Indonesia mengisi blognya dengan pandangan dan pendapatnya tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuannya seperti soal teknologi internet.

Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengisi blognya dalam bahasa Inggris.
Yang menarik, Juwono adalah menteri yang memiliki blog pribadi. Blog ini memuat opini, minat, pandangan dan aktivitasnya. Dia mencoba menulis dalam Bahasa Indonesia, namun untuk mencapai pembaca yang lebih luas, dia menulis dalam Bahasa Inggris. Meskipun dikelola oleh anak lelakinya, namun blog ini memuat “wajah” Juwono Sudarsono. Blog ini dibagi dalam lima kategori yaitu masalah-masalah defence, development, family, international, dan nation.

Kebebasan blogger Indonesia dijamin oleh Menkominfo Mohammad Nuh. Ini artinya nasib blogger Indonesia akan lebih baik dibandingkan blogger di Mesir dan China, misalnya. Blogger di Mesir dan China masuk penjara karena tulisan-tulisan kritis dan pedas. Nuh berharap tulisan blogger Indonesia memberi pencerahan dan edukatif, membangkitkan rasa nasionalisme.

Blog memang bisa disebut catatan harian online di mana aktivitas si pemilik blog terekam di sini. Tapi blog juga dapat mencerminkan wajah dan kepribadian pemilik blog sesungguhnya. Di masa depan, seperti kata blogger Budi Putra, sebuah blog ditentukan pada content, pada isinya.


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s