Wisata: Segar Berendam di Kolam Cipanas Lebak


KOMPAS

Minggu, 07 Oct 2007

Halaman: 4

Penulis: Kusumaputra, R Adhi; Saju, Pascal SB


Wisata
SEGAR BERENDAM DI KOLAM CIPANAS LEBAK

Salah satu lokasi wisata rakyat yang sering dikunjungi adalah
tempat pemandian air panas Tirta Lebak Lestari di Desa Cipanas,
Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten.
Lokasinya sekitar 40 kilometer dari Rangkasbitung, ibu kota
Kabupaten Lebak, berada di tepi Jalan Raya Cipanas, di ruas
Rangkasbitung-Jasinga. Sumber mata air panas belerang terus muncul
tanpa habis-habisnya. Bahkan, belum lama ini, muncul lagi sumber air
panas baru di dekatnya.

Beberapa orang asing dari Swiss dan Perancis yang datang ke
pemandian air panas itu berkomentar, tempat ini salah satu pemandian
air panas terbaik di dunia. Kolam air panas dengan suhu antara 45
derajat dan 80 derajat Celsius itu terbagi dalam beberapa kolam.

Air panas di Cipanas, Lebak, ini diyakini dapat menyembuhkan
berbagai penyakit kulit. “Kalau merasa capek dan pegal- pegal,
berendam saja di sini. Ada juga yang ingin cari jodoh, mandi di
sini,” kata Rahmat (62), pengelola pemandian air panas Tirta Lebak
Lestari, Jumat (5/10).

Menurut dia, banyak warga yang berusia lanjut sampai 80 tahun
lebih masih suka berendam air panas di pemandian itu.

Rahmat bertutur, pada saat kakeknya, H Kardan, menjabat Kepala
Desa Cipanas sejak 1925 hingga 1945, pemandian air panas itu
digunakan pejabat kolonial Belanda sejak tahun 1927. Orang Belanda
itu membangun dua kamar pemandian air panas, selain rumah
peristirahatan.

“Menurut cerita kakek, pejabat kolonial Belanda itu biasanya
Sabtu datang ke Cipanas, bermalam di sini, berendam air panas, lalu
Minggu pergi memancing,” kata Rahmat. Namun, setelah zaman
pendudukan Jepang, pemandian air panas itu malah tidak dirawat.
Rahmat mulai membenahi lagi pemandian air panas itu tahun 1983.

Dia membangun dua bak air panas lagi sehingga jumlahnya empat bak
dengan kamar tertutup. Dua lainnya sebelumnya dibangun pejabat
kolonial Belanda.

Ia juga membangun lahan parkir di depan yang mampu menampung 500
motor dan 25 mobil, selain tempat istirahat dari bambu di sekeliling
kolam besar.

Tahun 2003, Pemerintah Kabupaten Lebak membantu membangun kolam
air panas yang dapat menampung 300 orang sekaligus. Jumlah pengunjung
meningkat dan target pajak Rp 18 juta per tahun selalu terpenuhi.

Dengan tiket Rp 5.000 per orang dewasa dan Rp 3.000 per anak,
pemandian air panas ini dikunjungi lebih dari 10.000 orang per
tahun. “Sembilan puluh persen pengunjung dari luar Kabupaten Lebak
seperti dari Tangerang, Bekasi, Bogor, dan Jakarta,” ungkap Rahmat.
(R ADHI KUSUMAPUTRA/ PASCAL S BIN SAJU)

Foto: 1
Kompas/Adhi Kusumaputra

Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, memiliki tempat wisata pemandian
air panas di Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, sekitar 40 kilometer
dari Rangkasbitung. Sumber mata air belerang ini diyakini dapat
mengobati berbagai penyakit, Jumat (5/10).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s