Desa Wisata: Lahan di Desa Sawarna Dikuasai Pihak Luar


KOMPAS

Senin, 08 Oct 2007

Halaman: 26

Penulis: cal; ksp


Desa Wisata
LAHAN DI DESA SAWARNA DIKUASAI PIHAK LUAR

Rangkasbitung, Kompas

Sebagian besar tanah di Desa Wisata Sawarna, Kecamatan Bayah,
Kabupaten Lebak, Banten, dikuasai orang-orang Jakarta, Bogor,
Rangkasbitung dan Pelabuhan Ratu. Dari 3.200 hektar luas desa wisata
itu, 1.909 hektar atau 60 persen di antaranya dikuasai pihak lain.
Sisanya, 1.291 hektar, untuk tegalan, sawah, dan permukiman bagi
warga.

Pelaksana Tugas Kepala Desa Sawarna, Suhanda (37); mantan Kepala
Desa (1977-1999), Hudaya Ata; serta tokoh masyarakat yang juga guru
SDN 3 Sawarna, Aip Saripudin; mengungkapkan hal itu secara terpisah
di Desa Sawarna, Minggu (7/10). Desa Sawarna terletak 137 kilometer
dari Rangkasbitung atau 237 km barat daya Jakarta.

Sawarna ditetapkan sebagai desa binaan wisata Provinsi Banten
pada tahun 2000. Desa itu dihuni 5.755 jiwa atau 1.440 keluarga.
Sejumlah pihak luar sudah mulai menguasai tanah di Sawarna sejak 1994-
1996, bersamaan dengan rencana pembangunan Kota Kekerabatan Maja.

Menurut Suhanda, dari luas total Desa Sawarna, sekitar 1.000
hektar di antaranya dikuasai PT Perhutani. Pada 1994-1996, sekitar
600-800 hektar lagi tanah ladang atau tegalan serta kebun milik warga
dibebaskan PT Alam Permai Sawarna. “Tetapi, status hukumnya belum
jelas,” katanya.

Ia mengatakan, tanah dibeli dari warga dengan harga murah. Pada
1994 itu, tanah dihargai Rp 100-Rp 600 per meter persegi (m2).
Padahal, harga tanah saat itu Rp 2.000-Rp 5.000 per m2.
Pada 1994, PT Sawarna Mitra Abadi juga menguasai lahan 89 hektar
di daerah atas Pantai Legon Pari hingga Pantai Sepang.

Aip, Hudaya, dan Suhanda sama-sama mengatakan, lahan yang
dikuasai pihak luar itu untuk kawasan usaha agrowisata. Sawarna
sedang dikembangkan sebagai kawasan wisata, tetapi saat ini telantar.
Penduduk desa berjumlah 1.440 keluarga itu kini kesulitan lahan.
(CAL/KSP)
FOTO di blog ini foto suasana sawah di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten selatan. Lihatlah gerombolan kerbau di sawah itu. Foto oleh R Adhi Kusumaputra/Kompas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s