PBB Belum Dibayar, Warga Berharap Rel Ganda Maja-Serpong


KOMPAS

Kamis, 04 Oct 2007

Halaman: 27

Penulis: cal; ksp

PBB BELUM DIBAYAR

Warga Berharap Rel Ganda Hubungkan Maja-Serpong

Rangkasbitung, Kompas
Lima pengembang besar yang menguasai lahan di kawasan Maja dan
sekitarnya di Kabupaten Lebak, Banten, belum membayar Pajak Bumi dan
Bangunan selama tahun 2006-2007. Lahan yang dikuasai pengembang
berlokasi di delapan dari 10 desa yang ada.
Sedianya lahan-lahan itu untuk perumahan, tetapi kini sebagian
besar menjadi lahan kosong.

Sekretaris Kecamatan Maja Titan Bastaman, Rabu (3/10) di
kantornya di Maja, mengemukakan, total Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
yang harus dibayar selama dua tahun sebesar Rp 193,37 juta, terdiri
atas tunggakan tahun 2006 sebesar Rp 89,35 juta dan tahun 2007
sebesar Rp 104,02 juta.

Catatan Kompas menunjukkan, sejak tahun 1994-1996, sekitar 5.000
hektar tanah di 16 dari 21 desa di Maja kala itu berpindah tangan
kepada 15 pengembang. Baik tanah milik ulayat, tanah adat, tanah
negara, maupun milik warga perseorangan dibeli para pengembang untuk
membangun pusat-pusat permukiman terpadu yang disebut dengan Kota
Kekerabatan Maja.

Titan menjelaskan, sejak tahun 2004 kawasan Maja dimekarkan
menjadi dua kecamatan, yakni Maja dengan 12 desa dan Curug Bitung
dengan sembilan desa.

Lima pengembang yang menunggak pajak adalah PT Bambu Kuning MS,
PT Agrindo Adyapratama, PT Graha Bina Sentosa, Jabal Agro, dan PT
Agrindo. Titan mengaku heran sebab pembayaran PBB oleh warga biasa
malah lebih lancar.

“Sumber pembayaran PBB paling besar justru dari para pengembang
itu. Ternyata tunggakan para pengembang ini sangat besar,” katanya.

Rel ganda
Sementara itu, warga Maja dan sekitarnya saat ini mendambakan
pembangunan rel ganda Serpong-Maja segera terwujud. PT Kereta Api
(KA) diminta segera membangun jalur rel ganda sepanjang 32,3
kilometer tersebut agar daya angkut KA maksimal.

Sejumlah warga Maja yang ditemui kemarin mengungkapkan, mereka
membutuhkan jalur rel ganda untuk memudahkan akses ke Jakarta dan
Serpong. “Kami saat ini seperti tinggal di daerah terpencil. Ke mana-
mana jauh. Kami butuh KA yang lebih aman dan nyaman,” kata Nyonya
Suhirah (35), warga Perumahan Bambu Kuning, Desa Maja.

Suami Suhirah, Nanang, bekerja sebagai sopir taksi Silver Bird,
sehari-hari menggunakan KA ekonomi jurusan Rangkasbitung-Tanah Abang.
Keluarga itu kesulitan bepergian ke Jakarta dan Tangerang. “Sudah
telanjur beli rumah di sini,” kata Suhirah asal Brebes, Jawa Tengah.

Titan mengatakan, PT KA sudah melakukan survei dan pemetaan untuk
pembangunan jalur ganda Serpong-Maja sepanjang 32,3 kilometer.
Menanggapi soal itu, Kepala Humas PT KA Daerah Operasi I Akhmad
Sudjadi, yang dihubungi secara terpisah, mengatakan, PT KA sudah
membuat rencana untuk meneruskan jalur ganda Tanah Abang-Serpong ke
Maja, melintasi Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bogor, dan Lebak.

PT KA akan membangun jalur ganda ini tahun 2008, dari Stasiun
Cisauk (Tangerang), Stasiun Tenjo (Bogor), Stasiun Parungpanjang
(Bogor), Stasiun Tigaraksa (Tangerang), dan Stasiun Maja. Jika rel
ganda terwujud, kapasitas lintas KA dua arah menjadi 110 KA per hari.
(cal/ksp)

FOTO di blog ini suasana jalan di Regensi Maja, Maja, Kabupaten Lebak, Banten yang sudah termakan longsor. Foto oleh R Adhi Kusumaputra/Kompas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s