Kabupaten Lebak: Dam Karian Bebaskan Tanah dan Rumah Belasan Ribu Warga Lebak

Pengantar

Salah satu hasil liputan bersama rekan Pascal SB Saju saat menjelajahi pedalaman Lebak, Banten, awal Oktober 2007.

KOMPAS

Jumat, 05 Oct 2007

Halaman: 28

Penulis: Saju, Pascal S Bin; Kusumaputra, R Adhi

Kabupaten Lebak
DAM KARIAN BEBASKAN TANAH DAN RUMAH BELASAN RIBU WARGA LEBAK

Oleh Pascal S Bin Saju/R Adhi Kusumaputra

Haji Mudi (56), warga Desa Sukarame, Kecamatan Sajira, Kabupaten
Lebak, Banten, pasrah. Rumah dan sawahnya yang seluas dua hektar
dipastikan tergusur proyek pembangunan Dam atau Bendungan Karian.
“Bagi saya, yang penting rakyat tidak dirugikan. Saya mendukung
pembangunan bendungan itu jika tujuannya untuk kepentingan banyak
orang,” kata Mudi, yang ditemui Kompas, Kamis (4/10).

Mudi hanyalah satu dari lebih dari 17.369 warga yang bermukim di
11 desa dari tiga kecamatan di Kabupaten Lebak, yang tergusur proyek
pemerintah itu. Tiga kecamatan itu adalah Maja, Sajira, dan Cimarga.
Rumah Mudi berukuran 8 meter x 12 meter yang dibangunnya tahun
1990 dan sawahnya seluas dua hektar bakal lenyap. “Jangan coba-coba
merugikan dan menipu rakyat,” kata ayah enam anak dan kakek lima cucu
itu.

Syarifudin (70), warga RT 01 RW 03, Desa Calungbungur, Kecamatan
Sajira, Lebak, juga tidak keberatan rumah dan sawahnya harus diambil
untuk dam.

“Tapi kami berharap kami dipindahkan ke lokasi yang tidak terlalu
jauh, bersama tetangga yang sama,” kata Syarifudin dalam bahasa lokal.
“Saya mah tak masalah jika tujuannya untuk memakmurkan rakyat.
Tapi jangan kami dirugikan. Kami tidak mau ganti rugi, tapi juga
bukan ganti untung. Kami minta sewajarnya,” kata Syarifudin.

Mudi dan Syarifudin termasuk warga yang setuju dengan rencana
pemerintah membangun Dam Karian. Rumah mereka berada tak jauh dari
Sungai Ciberang.

Namun, Mumun (20), warga Desa Calungbungur lainnya, belum dapat
membayangkan di mana dia akan tinggal jika semua rumah dan lahan di
sekitar betul-betul lenyap. Kasminah (40), warga desa yang sama, juga
baru saja merenovasi rumahnya. “Kami belum tahu akan pindah ke mana.
Tapi jangan jauh-jauh dari sini,” harapnya.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Lebak
Amir Hamzah, yang ditemui Kompas hari Kamis pagi, menjelaskan, saat
ini pemerintah kabupaten melakukan sosialisasi pengadaan tanah untuk
dam itu kepada warga di desa-desa.

“Pemerintah Kabupaten Lebak mendukung proyek pusat ini asalkan
rakyat tidak dicabut dari akarnya. Jika mereka petani, maka di lokasi
pindahan, mereka juga harus bisa jadi petani,” kata Amir Hamzah.
“Kehadiran Bendungan Karian kelak akan menguntungkan Lebak karena
daerah itu akan menjadi lokasi wisata tirta dan meningkatkan
pendapatan asli daerah. Selain itu, sawah-sawahdi Lebak dan wilayah
Banten lainnya tak akan kekeringan,” katanya.

Pasokan air ke Jakarta
Bendungan Karian dibangun dengan biaya Rp 3,3 triliun, dana dari
pemerintah pusat. Jika bendungan ini beroperasi tahun 2011, pasokan
air untuk Jakarta, Tangerang, dan Banten akan terpenuhi dan
menyelesaikan persoalan krisis air. Luas lahan yang dibutuhkan untuk
dam ini 1.740 hektar.

Camat Sajira Mohd Yusuf, yang ditemui di kantornya kemarin siang,
mengakui 3.007 rumah di delapan desa di wilayah Kecamatan Sajira
dipastikan lenyap. Sekitar 15.000 dari jumlah 44.826 warga Kecamatan
Sajira harus dipindahkan ke lokasi lain.

Wilayah desa terluas yang tergusur proyek dam ini adalah Desa
Pajagan (413 hektar) dan Desa Calungbungur (213 hektar). Desa-desa
lainnya adalah Mekarsari, Sukajaya, Bungurmekar, Sukarame,
Sindangsari, dan Sajira.

Delapan puluh persen lahan di Kecamatan Sajira yang bakal hilang
adalah tanah darat dengan tanaman keras berikut kebun karet dan buah-
buahan.

Setiap kali proyek pembangunan menggusur rumah dan tanah warga,
setiap kali pula rakyat tak punya pilihan dan selalu patuh.
Tapi jangan lagi merugikan rakyat, seperti pembebasan tanah untuk
proyek Kota Kekerabatan Maja, di mana rakyat tersisih di kampung
sendiri.

“Kehadiran Bendungan Karian kelak akan menguntungkan Lebak karena
daerah itu akan menjadi lokasi wisata tirta.”
Amir Hamzah

Foto:
KOMPAS/ADHI KUSUMAPUTRA
Sungai Ciberang di Kabupaten Lebak, Kamis (4/10), diharapkan menjadi
sumber utama air baku Bendungan Karian. Air bendungan ini menggenangi
lahan seluas 1.740 hektar, meliputi 11 desa di tiga kecamatan, yaitu
Sajira, Maja, dan Cimarga. Sebanyak 17.369 warga segera direlokasi.
Warga berharap relokasi tidak merugikan mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s