Kemiskinan di Cisoka: Penganggur Pun Bertambah

KOMPAS

Rabu, 03 Oct 2007

Halaman: 28

Penulis: kusumaputra, r adhi; bin saju, pascal s

Kemiskinan di Cisoka
PENGANGGUR PUN BERTAMBAH

Usup Supriadi (30), warga Desa Cempaka, Kecamatan Cisoka,
Kabupaten Tangerang, sudah tiga tahun menjadi tukang ojek sepeda
motor. Kalau sedang ramai, Usup membawa pulang Rp 30.000 per hari.
Tak jarang pula dia hanya memperoleh Rp 5.000.

Namun, Usup masih beruntung bisa menjadi pengojek walau
penghasilannya pas-pasan, kalau tidak ingin disebut kurang. Ada pula
banyak anak muda di Cisoka yang hingga kini masih menganggur.

Catatan Badan Pusat Statistik menunjukkan, jumlah penganggur di
setiap desa di kecamatan itu rata-rata 2.000 orang dari sekitar 6.000
penduduk desa. Ini berarti sepertiga penduduk menganggur. Di Cisoka
terdapat 10 desa, dengan angka pengangguran di setiap desa rata-rata
sekitar 2.000 orang. Ini mencerminkan betapa sulitnya mereka yang
berusia produktif mendapatkan pekerjaan.

“Penganggur bertambah banyak setelah sejumlah pabrik di
Balaraja, Tangerang, tutup. Anak-anak muda di Cisoka memang banyak
bekerja di Balaraja. Setelah pabrik sepatu seperti Eagle, Starwin,
Tae Hwa, Doson, dan Hejo, pekerja pun menganggur, termasuk dari
Cisoka,” kata Eka Nurjaman, staf Kecamatan Cisoka, Selasa (2/10).

Yang menyedihkan, mereka pun tak dapat menggarap sawah atau
menjadi buruh tani di desa karena sawah di sana pada umumnya tadah
hujan. Tidak hanya itu, lahan pertanian pun terus menyusut dari tahun
ke tahun. “Bukan karena lahannya beralih untuk kawasan industri,
karena memang tidak ada industri di sini, tetapi disulap untuk
kawasan perumahan,” kata Sekretaris Kecamatan Cisoka Asep
Nusapermana.

Di Cisoka terdapat sedikitnya enam kompleks perumahan yang
berlokasi di lima desa, yaitu Bukit Gading Permai (di Desa
Selapajang), Griya Permata Cisoka (Desa Cibugel), Surya Jaya Indah
dan Cempaka Indah (Desa Cempaka), Pesona Wibawa Praja dan Kemuning
Permai (Desa Jeunjing), serta Cisoka Indah Regensi (Desa Sukatani).

Lokasi Cisoka yang tak jauh dari lintasan kereta api Tanah Abang-
Maja-Rangkasbitung menjadi salah satu faktor yang membuat pengembang
berani membangun perumahan di wilayah yang terletak sekitar 50
kilometer barat daya Jakarta itu.
“Cukup banyak pegawai Pemprov DKI Jakarta yang memilikirumah di
Cisoka,” kata Eka.

Meski harus menempuh perjalanan jauh, pembeli rumah di Cisoka
agaknya tak mampu lagi membeli rumah di dekat Jakarta yang sudah
melambung tinggi. Harga rumah di Cisoka dengan luas bangunan 36 m2
dan luas tanah 150 m2 sekitar Rp 68 juta.

Tak punya pabrik
Cisoka tidak memiliki pabrik yang mampu menyerap banyak tenaga
kerja, tidak seperti beberapa kecamatan lain di Kabupaten Tangerang.
Kalaupun ada, hanya beberapa industri kecil dan menengah yang hanya
mampu menyerap rata-rata lima sampai 10 orang.

Kecamatan Cisoka, yang seluas 2.878,24 hektar, hingga Juli 2007
berpenduduk 70.723 jiwa atau 18.699 keluarga. Catatan BPS menunjukkan
jumlah penganggur mencapai 22.000 orang. “Kondisi ini sangat
memprihatinkan,” kata Asep Nusapermana di kantornya, Selasa.

Taraf hidup di Cisoka mulai turun. Ini terlihat dari makin
banyaknya rakyat yang beralih menggunakan kayu bakar. “Harga minyak
tanah naik, kami pilih pakai kayu bakar. Bisa menghemat separuh
biaya,” kata Nyonya Oma, warga Cisoka, yang saat ditemui sedang
menanak nasi menggunakan kayu bakar.

Cisoka sebetulnya tidak terlalu jauh dijangkau dari Jalan Tol
Jakarta-Merak. Cisoka bukan daerah yang terlalu terpencil di bagian
tengah Provinsi Banten. Namun masyarakat di daerah ini
merasa “terpencil” karena tak ada yang peduli kepada mereka. Juga
tak peduli kepada anak muda yang berharap dapat kerja dan kepada kaum
ibu yang terpaksa menggunakan kayu bakar untuk melanjutkan kehidupan.
(r adhi kusumaputra/pascal s bin saju)

FOTO di blog ini foto seorang ibu di Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, menggunakan kayu bakar untuk memasak. Foto oleh R Adhi Kusumaputra/Kompas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s