Perampokan Mobil di Jalan Tol Kian Marak


Metropolitan

Minggu, 23 September 2007

Perampokan Mobil di Jalan Tol Kian Marak

R Adhi Kusumaputra

Jakub (36) tersentak kaget ketika mobil Kijang Innova D 1601 NN warna hijau metalik yang dikendarainya tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh mobil Opel Blazer warna gelap, Selasa (18/9). Saat itu dia tengah melaju di lajur kiri Jalan Tol Jakarta-Tangerang di Kilometer 21-22 dalam kecepatan 70-78 kilometer per jam. Waktu menunjukkan pukul 19.30.

Semula Jakub malas berhenti. Namun, setelah melihat pengemudi Opel Blazer menepikan kendaraan, Jakub pun meminggirkan mobilnya di bahu jalan tol, persis di belakang Markas Korem di kawasan Lippo Karawaci, Tangerang. “Saya pikir, baik juga orang itu mau bertanggung jawab,” ungkap Jakub kepada Kompas, Rabu lalu.

Jakub keluar dari mobilnya untuk melihat kerusakan mobil. Dari Opel Blazer, keluar satu orang berperawakan kurus menghampiri dirinya. “Tak disangka, orang itu langsung merampas kunci mobil saya. Belum sempat berpikir apa yang sedang terjadi, tiba-tiba ada dua orang lainnya keluar dari Opel Blazer,” cerita Jakub.

Seorang bertubuh agak gemuk menarik kaus berkerahnya hingga sobek. Seorang lagi berperawakan kurus dan tinggi menohok perut Jakub dan mendorongnya sehingga dia jatuh ke selokan di tepi jalan tol. “Saya tak bisa berpikir saat itu. Apalagi melihat mobil saya dibawa kabur,” kata Jakub,

Saat itu lalu lintas di jalan tol tidak terlalu ramai dan suasana gelap karena tak ada lampu tol yang menerangi jalan. Jakub, warga Bandung, Jawa Barat, langsung melaporkan perampokan yang dialaminya itu ke petugas Jasa Marga terdekat. Dalam waktu singkat, Patroli Jasa Marga dan Patroli Jalan Raya (PJR) pun berdatangan.

Dia sempat ikut PJR mengejar dan mencari mobilnya yang dirampas penjahat. Namun, baik Opel Blazer maupun Kijang Innova miliknya sudah raib.

Jakub mengungkapkan, beberapa saat sebelumnya, dia berhenti di tempat peristirahatan yang baru dibangun di Tol Jakarta-Tangerang. Dia mengisi bahan bakar mobilnya dan makan. Jakub yang berangkat dari Bandung sekitar pukul 17.00 berniat menemui rekan bisnisnya di Balaraja, Kabupaten Tangerang. “Ketika di tempat makan, saya merasa ada yang memerhatikan saya. Mungkin saya sudah diikuti sejak dari tempat peristirahatan tol itu,” ceritanya.

Kepala PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Tangerang Hendro Atmodjo menyatakan terkejut dengan perampasan mobil di jalan tol dengan modus mobil ditabrak dari belakang. Hendro menduga ada kemungkinan korban diikuti dan diamati terlebih dahulu.

Oleh karena itu, Hendro mengimbau pengendara di jalan tol, terutama yang bepergian malam hari, agar jika kendaraan ditabrak dari belakang hendaknya menghentikan mobil di gerbang tol terdekat. Pengendara dapat membunyikan klakson mobil berkali-kali untuk mengundang perhatian pengemudi lain dan petugas patroli yang lewat. Pengendara juga dapat mengontak nomor operator sentral komunikasi Tol Jakarta-Tangerang di nomor 021-98199999.

Kasus perampasan dan perampokan mobil di jalan tol juga dialami truk bermuatan barang. Kasus terakhir dialami truk kontainer berisi 25 ton kacang kedelai, Kamis (20/9) malam di ruas Tol Jakarta-Merak, sekitar pintu Tol Cilegon Barat, Banten. Sopir truk kontainer, Walidin (41), dan kernetnya, Imam Agung (27), dibuang di tepi jalan tol. (nta)


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s