Kolom Blog Adhi Ksp: Kepulauan Seribu Tak Pernah Membosankan!

Kolom Blog Adhi Ksp

Kepulauan Seribu Tak Pernah Membosankan!

Kepulauan Seribu, bagi saya, tidak pernah membosankan. Bayangkan, wilayah kepulauan yang penuh keindahan biota laut dan satwa langka ini masih masuk wilayah Jakarta, ibu kota negara. Konon, Jakarta satu-satunya ibu kota negara di dunia ini, yang punya taman nasional laut. Di sini, kita dapat melihat bagaimana burung bangau terbang di atas pepohonan rindang di Pulau Rambut.

Di pulau ini juga, kita dapat melihat biawak berjalan santai di kawasan hutan. Memang tak sembarangan orang boleh datang ke Pulau Rambut. Harus mengantungi izin lebih dahulu dari instansi berwenang. Tapi dalam perjalanan jurnalistik hari Jumat (6/7) dan Sabtu (7/7) pekan lalu ke Kepulauan Seribu, saya bersama dua teman dari Kompas yaitu Iwan Santosa dan fotografer Wisnu Widiantoro ke Pulau Rambut bersama Kepala Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, Sumarto.

Di Pulau Pramuka, kita bisa melihat bagaimana penyu sisik dipelihara untuk kemudian dilepas ke laut. Mulai dari penetasan sampai pelepasan. Di Pulau Kotok, kita juga bisa melihat elang bondol dan elang laut. Jadi, bagi saya, datang ke Kepulauan Seribu, tak pernah membosankan!
Apalagi dalam dua hari itu, kami sempat menikmati snorkeling dan diving lagi, menikmati keindahan biota laut, ikan hias dan karang hias.


Hari Sabtu, bawah laut agak keruh karena gelombang kencang. Tapi Minggu pagi, di sekitar perairan Pulau Semak Daun, keindahan biota laut terlihat jelas. Saya didampingi Pak Umar, menyelam selama 23 menit. Ini penyelaman kali keempat bagi saya. Menurut Mas Sumarto, lama waktu di bawah laut salah satu indikator kemampuan selam.

Datang ke Kepulauan Seribu lagi, lagi dan lagi, bagi saya, tak pernah membosankan.
Bayangkan, wilayah ini masih berlokasi di Jakarta, bukan di luar Jawa. Jadi pergi pulang pun bisa, menginap semalam, dua malam, apalagi. Saya menikmati keindahan Kepulauan Seribu. Burung bangau, burung elang bondol dan elang laut, biawak, ikan hias, karang hias. Apalagi menyantap ikan segar yang digoreng atau dibakar.


Serpong, 11 Juli 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s