Kolom Blog Adhi Ksp: Harapan kepada Gubernur Baru DKI Jakarta

Kolom Blog Adhi Ksp

Harapan kepada Gubernur Baru DKI Jakarta

Jangan kaget jika Anda melihat saya mengenakan kaos oranye sedang berfoto bersama Bang Adang, salah satu calon Gubernur DKI Jakarta. Kebetulan saja, kaos oranye Kompas yang digunakan keluarga besar Kompas berkumpul bersama di Ancol hari Minggu 1 Juli berwarna oranye, mirip warna Bang Adang-Bang Dani.

Foto saya bersama Bang Adang itu diambil hari Minggu 1 Juli petang karena memang saya (dan rekan saya Iwan Santosa) mendapat kesempatan ngobrol bersama Bang Adang di rumahnya di Cipete, Jakarta Selatan, sekitar pukul 14.00. Jadi kami tak sempat ganti pakaian. Penjelasan ini perlu saya sampaikan agar tak ada salah persepsi. Sebab, seperti halnya wartawan lainnya di Kompas, saya non-partisan dan tidak berpihak pada salah satu calon.

Saya kenal baik dengan Bang Foke, sebutan untuk calon Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Saya pernah bertugas di Balai Kota DKI Jakarta saat beliau menjabat Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Tapi setelah itu Bang Foke menjadi Sekda, dan kemudian Wagub DKI sampai menjelanh pemilihan langsung Kepala Daerah DKI Jakarta tahun 2007 ini.

Mungkin Bang Foke masih ingat ketika lima tahun lalu, beliau menghadiri sebuah acara fashion show (waktu itu saya masih membantu Harian Warta Kota), dan saat itu Bang Foke baru saja terpilih sebagai Wagub DKI, berpasangan dengan Sutiyoso, Gubernur DKI untuk periode kedua. Waktu itu saya bisikkan, “Lima tahun lagi Bang Foke jadi Gubernur.” Lalu dia tertawa.

Belum lama ini Bang Foke berkunjung ke Redaksi Kompas dan bertemu dengan sejumlah wartawan. Hal serupa dilakukan Bang Adang. Kedua kandidat ini menyampaikan visi misi dan program-program mereka. Bang Foke misalnya, memastikan MRT Lebak Bulus-Dukuh Atas sudah pasti dibangun tahun 2008.

Ini salah satu solusi mengatasi kemacetan di Jakarta. Memang, kemacetan sudah menjadi problem di Jakarta. Fly-over, underpass dibangun di mana-mana, tapi Jakarta tetap macet. Ini tidak heran karena banyak orang membeli mobil murah, Rp 100 jutaan, bahkan ada di bawahnya. Sementara transportasi massal belum juga dibangun. Lima belas tahun lalu, Bangkok dan Jakarta sama-sama macet. Tapi sekarang Bangkok sudah punya MRT, Jakarta masih om-do, omong doang.

Mudah-mudahan janji Bang Foke bahwa tahun 2008, MRT pasti dibangun, bukan sekadar janji manis. Jakarta paling tertinggal dalam bidang transportasi massal. Bang Yos sudah membangun busway, dan ini rupanya cukup menolong, meski belum maksimal. Tapi program Bang Yos ini, bakal dilanjutkan Bang Adang, jika dia terpilih jadi Gubernur DKI.

Busway akan diteruskan ke daerah penyangga seperti Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi. Bang Adang juga akan memaksimalkan fungsi KRL yang melayani Jabodetabek, bekerja sama dengan PT KA. Lahan-lahan parkir juga akan disediakan agar mobil tak perlu masuk Jakarta, dan pemiliknya cukup naik busway atau MRT. Ini salah satu harapan kepada Gubernur baru nanti. Prioritaskan transportasi massal di Jakarta. Segera bangun MRT, monorel, subway, atau maksimalkan busway sampai ke Bodetabek.

Masalah kedua soal banjir. Kok banjir di Jakarta makin lama makin parah? Resapan air, taman, jalur hijau hilang, berganti menjadi mal dan gedung perkantoran. Air yang datang kencang melalui 13 sungai, pada Februari 2007 lalu merendam 70 persen wilayah Jakarta. Pasti ada yang salah dalam mengelola Jakarta selama ini.

Bang Foke, Bang Adang, warga Jakarta butuh janji bagaimana calon gubernur dapat mengatasi masalah banjir secara konkret. (Saya bukan warga Jakarta, karena tinggal di BSD. Tapi bener lho, di BSD Serpong tak ada banjir antara lain karena kawasan ini punya 11 danau buatan dan dua taman kota).

Soal ketiga, soal pengangguran dan kemiskinan. Harapan baru kepada Gubernur baru Jakarta, hendaknya peduli pada rakyat kecil. Pedagang kaki lima, pedagang pasar tradisional, hendaknya tidak digusur-gusur hanya karena akan dibangun pusat perbelanjaan baru yang lebih luks dan mewah. Tak perlu digusur-lah Bang! Sediakan saja tempat yang memadai, yang sewanya lebih murah tapi banyak orang bisa belanja di sana.

Ekonomi rakyat harus menjadi prioritas, apalagi pada zaman yang masih susah begini. Merekalah yang menghidupkan, menggerakkan roda ekonomi sebagian besar masyarakat Jakarta. Stop penggusuran, sediakan lokasi yang layak dan murah bagi pedagang. Kutipan, pungli yang dialami pedagang kecil, hanya menggemukkan oknum-oknum birokrat. Bisa nggak Bang Foke dan Bang Adang menghentikan praktik-praktik itu semua, kalau terpilih sebagai Gubernur Jakarta?

Palmerah, 2 Juli 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s