Kolom Blog Adhi Ksp: Jika Saya Ketua PKK…

Kolom Blog Adhi Ksp

Jika Saya Ketua PKK…

Hari-hari ini, di sela-sela pekerjaan utama, saya disibukkan dengan kegiatan kampanye sebagai salah satu kandidat Ketua Perkumpulan Karyawan Kompas atau PKK periode 2007-2009. Saya dicalonkan oleh abang saya, Mas Joseph Osdar atau OSD, Kepala Biro Istana Desk Politik dan Hukum Kompas. Mas OSD sudah lama kenal saya, bahkan kami pernah sama-sama mewawancarai penulis cerita silat OKT (almarhum) di rumahnya di tepi Sungai Cisadane Tangerang tahun 1988 silam, bersama almarhum Hasanuddin Assegaf. Kepala Desk Polhum Budiman Tanuredjo mendukung usulan Mas OSD tersebut.

Jujur saja, saya sebetulnya tidak punya niat menjadi kandidat Ketua PKK. Tetapi pada suatu hari, Mas Tri Agung Kristanto atau TRA, salah seorang panitia pemilihan PKK, menelepon saya, dan mengatakan ada yang mencalonkan saya sebagai kandidat Ketua PKK. Mas TRA menanyakan kesediaan saya. Waktu itu saya menjawab, saya menghormati sahabat yang mencalonkan saya.

Alhasil, jadilah saya salah satu dari lima kandidat Ketua PKK 2007-2009. Selain saya, ada sahabat saya Tjahja Gunawan, Jannes E Wawa, Frans Mentasir dan Rivan Riyanto. Karena sudah sekalian “tercebur” dan “basah”, saya pun menyatakan tidak tanggung-tanggung untuk meramaikan kampanye Ketua PKK di Kompas ini.

Saya sudah membuat sejumlah program kerja seandainya saya terpilih sebagai Ketua PKK di milis forum kompas.Respon datang dari Ahmad Arif yang saat ini bertugas di Aceh. “Walau aku belum selesai baca seluruh visi dan misinya, pokoke…: Hidup Mas KSP. Hidup humanisme transendental. Hidup…,” demikian tulis AIK, inisial Ahmad Arif, yang pernah bersama-sama saya ketika saya menjadi ketua tim lebaran 2003 lalu.

Respon juga datang dari Ichwan Susanto yang kini bertugas di Papua.”Selamat berjuang Mas Adhi. Soal kerja & manajemen anda sudah teruji, setidaknya saat kebersamaan saya sebagai anak buah anda ada di Biro Jateng. Soal kreativitas pun tak tertandingi.Satu karyawan Kompas di Papua ini akan mencoblos kertas bergambar anda di nomor urut 2. Tetapi, apa kertas suara juga akan sampai ke Papua ya? Sukses bagi anda, kita, dan Kompas.Acemo, Ich@Mkw,” demikian tulis Ichwan, yang pernah bertugas di Semarang, bersama saya ketika saya bertugas di Jawa Tengah (2004-2006).

Beberapa rekan seperti Sri Rejeki (EKI) di Solo, Siwi Nurbijanti (WIE) di Tegal, Madina Nusrat (MDN) di Purwokerto, Femi, Yovita Arika (IKA), Subur, Suyanto dan Atok Risaptoko di Semarang sudah mengungkapkan dukungan mereka. Mas Banu Astono (AST) secara terus terang menyampaikan suaranya untuk saya. Mas Abun Sanda (AS), Arbain Rambey (ARB), bahkan sahabat lama saya, Rusdi Amral (RUS) menelepon khusus memberi dukungan pada saya. Rien Kuntari (RIE) juga mengatakan, “I vote you!”. SSD di Jatim mengatakan program kerja yang ditawarkan bagus. Cak MBA di Sumbagut, ingat kebersamaan kami saat bersama menjadi tim lebaran. Heru di Sekretariat Redaksi beberapa hari ini mempromosikan angka dua, victory, kemenangan.

Bahkan saya harus menyampaikan terima kasih kepada sahabat saya Agus Mulyadi (MUL) yang secara terus terang, membantu menempelkan poster-poster kandidat nomor urut 2 (dua) di seputar lantai III Redaksi Kompas. MUL boleh disebut sebagai ketua tim sukses KSP. Pak Haji M Nasir sejak lama mendorong saya untuk ikut pemilihan Ketua PKK. Imam Prihandyoko (MAM) Ketua Majelis Pengajian di Kompas, juga menyatakan dukungannya pada saya dan siap menjadi manajer kampanye (Setidaknya itulah pembicaraan kami di lapangan tenis tadi pagi).

Nah, siapa yang akan terpilih, kita tunggu saja. Saya tegaskan bahwa karena saya sudah sekalian “tercebur” dan “basah”, jadi saya tidak mau tanggung-tanggung terlibat dalam kampanye ini.
Program kerja seperti apa yang saya janjikan untuk diperjuangkan jika saya terpilih menjadi Ketua PKK 2007-2009?


1) WORK HARD, PLAY HARD, PAY HARD
Work Hard, Play Hard, Pay Hard.Kerja keras OK, main OK, gaji juga OK.Karyawan Kompas memang wajib kerja keras, tetapi jangan lupa “bermain” dong. Maksudnya, PKK harus mampu menciptakan suasana kantor menyenangkan. Karyawan tidak hanya dituntut untuk bekerja maksimal, akan tetapi karyawan pun diberi ruang untuk “menikmati hidup”.PKK akan berusaha meminta manajemen memberi fasilitas hiburan untuk karyawan
(a) sarana berolahraga yang memadai (futsal, tenis, tenis meja, biliar)
(b) wadah pencinta dansa (salsa, cha-cha-cha, tango, waltz, country. rock and roll dsb) dengan mendatangkan guru dansa ke kantor Kompas.
(c) wadah pencinta beladiri (karate, taekwondo, pencak silat dsb)
(d) wadah pencinta seni tari tradisional
(e) wadah pencinta teknologi. PKK akan mengusulkan kepada manajemen agar menyediakan fasilitas wi-fi di lantai III, IV,. V dan VI, atau seluruh ruang KKG. Agar makin banyak karyawan yang bisa berselancar di jagat maya melalui PDA, smatrphone, notebook dan sejenisnya, tanpa harus mengandalkan PC. Mengetik, mengecek email, menulis email bisa dari mana saja, dari segala sudut kantor.
(f) wadah pencinta musik dan film. PKK akan mengusulkan kepada manajemen agar menyediakan ruang berkaraoke dan menonton film dengan audio visual yang memadai. Di sini, akan disediakan minuman (dalam hal ini PKK yang jualan).

Mengapa “play hard” penting? Karena saya beranggapan jika karyawan dapat “menikmati hidup” dengan banyak bermain, pasti karyawan juga bekerja maksimal. Setelah kerja keras, perlu suasana refresh, suasana segar agar esoknya bisa bekerja dengaan bersemangat lagi. Jika karyawan bekerja keras, banyak bermain, produknya juga bagus, mudah-mudahan manajemen bisa memikirkan bahwa kita semua perlu “pay hard”.

PKK berjanji akan memfasilitasi ini semua bersama manajemen. Karena kita yakin jika karyawan tetap bersemangat untuk bekerja keras, produk berkualitas, semuanya harus diimbangi dengan suasana segar dengan “bermain”.Banyak perusahaaan sukses di dunia, menyadari bahwa karyawan memang perlu diberi “ruang”, “saluran” untuk juga dapat “menikmati hidup”.

Dari sini, kita harapkan terjalin komunikasi antarkaryawan lebih baik lagi, dan ada kebersamaan yang dapat mengingatkan bahwa kita semua adalah keluarga besar yang penuh kehangatan.

Ingatlah, Work Hard, Play Hard, Pay Hard!

(2) ADVOKASI DENGAN JERNIH DAN BIJAK
PKK sebagai mitra manajemen harus mampu menjadi wadah advokasi semua karyawan Kompas. Setiap persoalan yang terjadi dalam perusahaan yang harus melibatkan PKK, harus dibahas secara mendalam, dari semua sisi, dengan pikiran jernih dan bijak. PKK tidak boleh menghakimi karyawan dan tidak boleh pula menghakimi manajemen. PKK tidak mendengarkan rumor, gosip. Bahkan PKK harus menghilangkan gosip, isu, rasa curiga yang menganggu suasana kerja kantor. Jika terjadi persoalan karyawan, PKK harus mendengarkan dari berbagai pihak.
Semua harus dibicarakan dengan dewasa.

PKK harus mencari jalan keluar yang menguntungkan kedua belah pihak. Karena itu segala persoalan terkait peraturan perusahaan, dapat dibahas dan dibicarakan baik-baik, dengan santun, tanpa harus memojokkan salah satu pihak. Ingatlah, Advokasi dengan Jernih dan Bijak!

(3) DIALOG REGULER DENGAN MANAJEMEN
PKK mengusulkan untuk dapat bertemu secara berkala dengan manajemen, untuk membahas berbagai hal. Hal ini sebagai sarana komunikasi formal dengan manajemen. Namun pertemuan informal tetap dapat dilakukan jika ada hal-hal yang mendesak.

Komunikasi semacam ini sangat penting agar manajemen mengetahui perkembangan persoalan karyawan dari berbagai unit dan daerah yang diterima PKK, dan PKK pun dapat menanyakan berbagai hal kepada manajemen. Komunikasi internal ini sangat penting agar suasana kantor tetap nyaman, bebas dari gosip, isu, rasa curiga berlebihan. Ingatlah, Dialog Reguler dengan Manajemen!

(4) MEMBANTU PEMBUATAN DAN PERPANJANGAN SIM KARYAWAN
PKK berencana membentuk unit khusus yang melancarkan pekerjaan wartawan dan karyawan. Misalnya membantu karyawan membuat SIM baru dan memperpanjang SIM A,B,C. PKK dalam hal ini dapat bekerja sama dengan Ditlantas Polda Metro Jaya. Dengan demikian, semua karyawan Kompas dapat membuat atau memperpanjang SIM dengan mudah. Tapi dengan catatan karyawan betul-betul mahir berkendara sesuai SIM yang dikantungi. Untuk karyawan yang ingin belajar naik mobil untuk mendapatkan SIM A, PKK dapat memfasilitasinya. PKK harus bisa membantu karyawan untuk urusan SIM!


(5) MAKAN SIANG BARENG YUK!
PKK dapat mengelola kafe atau kantin. Laporan keuangan wajib dibeberkan secara transparan kepada anggota PKK. Saya mengusulkan agar perusahaan menyediakan makan siang kepada karyawan kantoran (bukan wartawan yang ke lapangan). Filosofinya, agar ada kebersamaan antarkaryawan, karena dapat bertemu di kantin yang menunya empat sehat lima sempurna. Ini sudah dilakukan oleh beberapa perusahaan dalam Grup Bakrie. Jadi karyawan, manajemen dan satpam bisa makan di tempat yang sama. Karyawan yang “mobile” dapat menggunakan fasilitas ini, dapat pula mencairkan uang makan seperti biasa. Ingatlah, Kebersamaan Sangat Penting dalam Keluarga Besar Kompas!


(6) MENDENGARKAN ASPIRASI KARYAWAN DAERAH
PKK membuat wadah khusus komunikasi melalui website, tempat uneg-uneg> karyawan. Ini terkait dengan karyawan di luar daerah, yang mungkin sajapunya persoalan, tetapi sulit berkomunikasi. Bisa nebeng kompasnet agar tidak semua orang tahu isi perut Kompas. Tapi bisa pula membuat website sendiri. Wadah komunikasi ini untuk menjembatani aspirasi karyawan dari luar daerah, yang jauh dari Jakarta. Juga sebagai media komunikasi resmi PKK. Wadah Komunikasi Lewat Website Sangat Penting bagi Karyawan


(7) BIKIN UNIT USAHA YANG MENGUNTUNGKAN
PKK punya unit usaha, kalau diizinkan perusahaan. Seperti yang pernah saya sampaikan di forum ini, menyediakan suvenir Kompas, kaos, bolpen, pin, dan sebagainya. Semua keuntungan masuk kas PKK. Unit usaha lainnya dapat dikembangkan, sesuai izin dari perusahaan. Keuntungannya untuk biaya operasional PKK sehari agar tidak membebani anggaran perusahaan. PKK Harus Bisa Hidup Mandiri!

(8) SEMINAR BULANAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN
PKK menggelar diskusi bulanan, yang bermanfaat bagi semua anggota PKK. Misalnya mengundang Gede Prama, Andre Wongso, AB Susanto, agar semangat dan motivasi karyawan tetap berkobar. Bisa pula mengundang pakar saham, bagi yang ingin bermain saham. Seminar tentang bagaimana mengelola gaji dengan cerdas agar tetap bisa hidup normal, bagaimana menjaga kesehatan dan kebugaran meskipun sibuk, bagaimana agar berpikir positif, dan seterusnya. Ini semua agar karyawan tetap “fresh” dengan mengikuti aneka seminar semacam ini.Kalau Banyak Karyawan Berpikir Positif, Punya Semangat Berkobar, Perusahaan akan Makin Berkualitas!

(9) ASURANSI KESEHATAN
PKK bisa bekerja sama dengan asuransi kesehatan, untuk memenuhi layanan kesehatan karyawan. Ini harus dibahas lebih lanjut dengan GM SDM Kompas. Yah, daripada ribut soal biaya kesehatan, mengapa PKK tidak mencoba meminta PSDM mengasuransikan saja semua karyawan Kompas dengan premi lebih murah

(10) PAMERAN BERSAMA KARYA KARYAWAN
Kita semua tahu bahwa potensi karyawan Kompas sangat luar biasa. Dari fotografer, desain grafis sampai jurnalis. PKK akan meminta manajemen mengusahakan menggelar pameran bersama karya karyawan Kompas di Bentara Budaya secara reguler, Setidaknya, karya karyawan dari unit manapun tetap dihargai dalam berbagai pameran. Ini untuk menampung bakat-bakat terpendam karyawan Kompas semua. Pameran Bersama Karya Karyawan merupakan Wadah Aktualisasi Karyawan.

(11) JIKA KARYAWAN BISA, MENGAPA HARUS BAYAR ORANG LUAR?
PKK juga akan meminta manajemen untuk menggunakan jasa karyawan lebih dahulu daripada jasa orang luar. Misalnya dalam pembuatan logo, pembuatan grafis dan sejenisnya. Jika karyawan Kompas bisa, mengapa harus menyewa dan membayar orang luar? Pakai produk “dalam negeri” yang lebih murah!

(12) ZAMAN LAGI SUSAH, BOLEH DONG KERJA SAMPINGAN ASAL TAK GANGGU KERJAAN
PKK akan mencoba meminta perusahaan merivisi peraturan perusahaan yang melarang karyawan melakukan kerja sampingan. Di zaman serba susah ini, ekonomi masih sulit, seharusnya karyawan boleh dong kerja sampingan asalkan tidak menganggu produktivitas dan pekerjaan utama kantor. Kalau perlu ada perjanjian. Sebab zaman sekarang zaman susah. Buka warung, buka toko, buka-buka lainnya, main saham, reksadana dan sebagainya, jangan dilarang, asalkan tidak menganggu pekerjaan utama kan?.

Kalau karyawan ada tambahan dari usaha sampingan, perusahaan kan senang juga? Daripada mendengarkan “nyanyian merdu” yang sama setiap hari? Kerja Sampingan salah satu solusi mengatasi persoalan tuntutan karyawan akan gaji. Yang penting produktivitas tidak terganggu!

(13) TEMPAT PENITIPAN ANAK, MENGAPA TIDAK?
PKK akan mendorong manajemen untuk menyediakan tempat penitipan anak (TPA di kantor. Ini untuk menyerap aspirasi kaum perempuan pekerja yang memiliki balita. Ditinggalkan di rumah, was-was. Mengapa tidak dibawa ke kantor saja? Ya kan? Karyawan dan karyawati keluarga muda yang baru punya balita, sangat membutuhkan Tempat Penitipan Anak di kantor. Ini sudah diterapkan perusahaan di German Center BSD.
Dengan TPA, karyawan tenang, perusahaan pun senang


(14) OUTBOUND DAN REKREASI KELUARGA
Outbound sangat penting membangun kekuatan tim. Bersama PSDM, PKK dapat mengusulkan menggelar aktivitas outbound secara teratur. Mungkin bisa juga diusulkan digelar bersama dengan acara rekreasi keluarga. Sebab selama ini keluarga karyawan jarang diperhatikan. Padahal merekalah yang mendukung karyawan untuk bekerja keras. Setahun sekali, perlulah digelar acara rekreasi bersama keluarga karyawan sambil outbound.

(15) MEMPERSIAPKAN CALON PENSIUNAN KOMPAS MENJADI WIRAUSAHA
PKK akan mengusulkan kepada manajemen untuk membantu karyawan Kompas yang akan pensiun, mengikuti berbagai acara, yang tujuannya membantu menjadi wirausaha. Setelah pensiun, mau ngapain? Menulis terus, ya sudah pasti. Tetapi waktu luang lain? Bagaimana dengan karyawan nonwartawan? Mengapa misalnya tidak digelar acara-acara pelatihan yang mengajak karyawan Kompas yang akan pensiun, untuk berwirausaha.

Bagaimana mengelola peternakan ayam, itik, punya kebun anggrek dan kebun-kebun lainnya, mengelola toko, ruko, warung, apa pun jenis usahanya. Yang penting, pensiunan Kompas ada aktivitasnya, yang tetap membuat mereka enerjik, dan tidak cepat stroke. Jadi Kompas bukan seperti habis manis sepah dibuang. Pensiunan Kompas tetap bisa berkarya!

(16) BEASISWA PENDIDIKAN BAGI PUTRA PUTRI KARYAWAN
Biaya pendidikan semakin mahal. Bagaimana nasib anak karyawan yang kesulitan menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi? PKK akan mengusulkan kepada manajemen untuk memberi beasiswa pendidikan kepada anak-anak karyawan yang berpretasi. Apalagi saat ini Kompas punya Universitas Media Nusantara. PKK akan mengusulkan beasiswa pendidikan bagi putra putri karyawan yang berpretasi.

(17) CIPTAKAN SUASANA DAMAI, MITRA MANAJEMEN MAJUKAN PERUSAHAAN
PKK harus memberi manfaat seluas-luasnya bagi segenap karyawan Kompas, unit apa pun. PKK harus memberikan suasana damai di dalam perusahaan, menjadi mitra manajemen untuk memajukan perusahaan. PKK tidak boleh memojokkan manajemen, apapun alasannya. Sebab yang harus dilakukan adalah dialog dengan solusi menguntungkan kedua pihak. PKK wajib menciptakan suasana damai.

PKK setuju bahwa protes sih boleh-boleh saja karena itu hak karyawan, tapi PKK mengajak semua karyawan untuk melakukannya dengan cara yang santun dan tanpa prasangka dulu. Ingat, damai itu indah!Semua program kerja ini untuk membangun kehangatan dalam keluarga besar Kompas. Karyawan tenang, perusahaan senang.


Saya sengaja memasukkan program kerja PKK di dalam blog ini karena saya kira ini termasuk pemikiran dan gagasan saya tentang fungsi PKK. Saya berpendapat, PKK tidak perlu menjadi oposisi yang melawan manajemen, tetapi harus menjadi mitra manajemen untuk bersama-sama memajukan perusahaan.

Palmerah, Jakarta, 24 April 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s