Kolom Blog Adhi Ksp: Bersyukurkah Kita?

Kolom Blog Adhi Ksp

Bersyukurkah Kita?

Bersyukurkah kita? Pertanyaan ini masuk dalam relung hati yang paling dalam. Ya, apakah selama ini saya sudah bersyukur atas apa yang telah diperoleh selama ini, baik dalam keadaan senang maupun keadaan susah? Sejauh ini, saya selalu bersyukur atas semua peristiwa yang saya alami, senang maupun susah.

Mengapa di kala susah pun, kita perlu bersyukur? Tidak mudah, memang. Tapi saya punya keyakinan bahwa Tuhan pun menguji kita, apakah dalam keadaan susah, kita juga bersyukur kepada-Nya. Karena itu, pada saat kita menghadapi persoalan berat sekali pun, kita perlu bersyukur bahwa kita diberi cobaan oleh-Nya dan berhasil mengatasi cobaan tersebut.

Saya selalu mengambil hikmah dari persoalan atau problem yang saya alami. Dari peristiwa yang dialami, pasti ada hikmah yang dapat kita peroleh. Dan itu benar. Sang Pencipta sudah mengatur segala sesuatunya atas hidup kita. Jika kita punya keyakinan ini, rasa syukur akan selalu mengalir ke seluruh jiwa raga kita.

Bagaimana agar kita selalu bersyukur atas segala yang kita alami? Menurut saya, mudah saja. Nikmatilah hidup dalam kondisi apapun. Nikmati setiap momen hidup kita. Berpikirlah positif. Jangan pernah menyimpan dendam, selalu memaafkan dan meminta maaf. Ini sangat penting agar hidup ini kita jalani tanpa beban. Saya sudah berusaha melakukan hal-hal tersebut.

Menikmati setiap momen hidup kita, menikmati hidup kita dalam kondisi apapun, akan membuat pikiran kita ringan. Saya sudah pernah sampaikan dalam kolom ini, andaikan dalam perjalanan, kendaraan Anda disalip kendaraan lain dengan cara tidak sopan, jangan pernah menghabiskan enerji untuk mengejar atau mengeluarkan kata-kata negatif. Jika kita berpikir positif, kita akan mengatakan pengendara mobil itu pasti buru-buru karena kebelet buang air.

Demikian juga, ketika suatu saat Anda dihina, dilecehkan atau diolok-olok, jangan pernah berniat untuk membalasnya. Lebik baik mengabaikan hinaan daripada menanggapinya, demikian pepatah bijak China menyebutkan. Kita sudah paham bahwa akan lebih nyaman menjaga pikiran tetap jernih dan tidak memikirkan hal-hal sepele.

“Mengabaikan hinaan adalah cara paling efektif untuk menghindarkan diri terperangkap dalam enerji negatif orang lain dan enerji negatif diri sendiri,” kata penulis buku Inner Simplicity, 100 Ways to Regain Peace and Nourish Your Soul, Elaine St James.

Selalu memaafkan dan meminta maaf. Saya berusaha untuk dapat melakukannya. Saya menyadari bahwa memaafkan bukan demi kebaikan orang yang mungkin bertindak salah pada saya, tetapi sangat penting untuk kemerdekaan jiwa saya sendiri. Bayangkan, jika dendam kesumat berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun ada dalam hati dan pikiran. Apa yang bakal terjadi?

Saya selalu belajar untuk memaafkan orang lain, dan juga harus meminta maaf jika saya salah.Selalu berpikir positif akan memberi enerji tambahan. Jika terhadap berbagai persoalan, kita lebih banyak berpikir dari sisi positifnya ketimbang hal negatifnya, hidup kita akan diliputi penuh rasa syukur.

Saya selalu bersyukur bahwa Tuhan sangat mencintai diri saya. Mengapa? Saya mempunyai pekerjaan yang sesuai dengan hobi saya: menulis. Saya memiliki pasangan yang selalu setia dan pemaaf. Ketika saya melihat di sekeliling saya, maka saya selalu harus bersyukur pada Tuhan yang mencintai saya. Sungguh!

Rasa syukur ini terwujud pada bagaimana sikap saya pada pekerjaan dan hubungan dengan pasangan. Saya menikmati pekerjaan sebagai jurnalis, saya menikmati setiap momen pekerjaan saya –bertemu dengan sahabat baru dan lama, saya menikmati setiap hubungan atau relasi dengan sahabat-sahabat saya, baik yang baru saya kenal maupun sudah lama saya kenal. Jika kita menikmati pekerjaan, maka waktu bekerja pun akan seperti waktu bermain. Dan saya menikmati hal itu.

Saya bersyukur betapa Tuhan sangat mencintai saya, memberi kesempatan pada saya untuk menikmati hubungan dengan pasangan yang mengasihi saya segenap hati. Saya tetap dapat menikmati hal itu ketika banyak teman saya yang mengalami kekecewaan, pasangannya kabur dan hubungan retak. Tapi Tuhan masih mencintai saya.

Bersyukurkah kita? Saya selalu bersyukur atas segala yang saya terima, yang saya alami, saya hadapi. Karena saya yakin pengorbanan-Nya telah membebaskan saya, membebaskan umat manusia, dari segala dosa.

Serpong, 8 April 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s