Kolom Blog Adhi Ksp: Serpong (BSD)

Pengantar:
Apa perbedaan wajah Serpong tahun 2007 dengan Serpong tahun 1988? Tulisan ini hanya ingin menegaskan betapa Serpong, khususnya BSD, sudah tumbuh menjadi permukiman skala besar yang tertata dengan baik. (Adhi Ksp)


Kolom Blog Adhi Ksp

Serpong (BSD)

SERPONG adalah nama kecamatan di Kabupaten Tangerang, Banten, provinsi muda di sebelah barat Pulau Jawa. Ketika saya bertugas di Tangerang tahun 1988 silam sebagai wartawan pemula di Kompas, saya melihat betapa Serpong penuh hutan karet. Jalan Raya Serpong masih sepi. Markas Batalyon Kavaleri dulu kalau tak salah, lokasi paling jauh di Serpong, karena setelah itu yang tampak di mana-mana hanyalah pohon karet.

Tahun 1989, sebuah konsorsium yang dipimpin Ciputra membangun kawasan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. BSD mengantungi izin lokasi seluas 6.000 hektar! Sejak itu, daerah Serpong mulai menggeliat.

Kini setelah 18 tahun, BSD menjadi salah satu ikon permukiman. Daerah Serpong menjadi primadona.BSD yang kini dikendalikan Grup Sinar Mas makin agresif. Pekan lalu saya bertemu dengan salah satu Direktur PT BSD, Rano Jap, yang membeberkan rencana pembangunan Office Park BSD seluas 20 hektar di lahan dekat German Centre. Office Park akan mulai dibangun tahun 2007 ini.

Dalam waktu delapan tahun ke depan, akan berdiri 20 gedung jangkung antara delapan lantai dan 20 lantai di kawasan Office Park BSD tersebut.Yang menarik, Office Park BSD itu akan menghadirkan suasana Orchard Road yang menyediakan pedestrian lebar dengan bangku pelepas lelah, taman hijau, kafe dan resto.

Terbayangkah, di BSD kelak berdiri gedung-gedung jangkung, pusat perkantoran baru? Di lantai dasar gedung-gedung itu akan tersedia kafe dan resto, tempat ngopi, tempat nongkrong, mungkin dengan suasana “alfresco dining” di alam terbuka.Antara gedung yang satu dengan gedung lainnya, dipisahkan oleh taman selebar 24 meter, dengan bangku pelepas lelah. Di sekeliling gedung, disediakan pedestrian selebar delapan meter. Bank nasional terkemuka, perusahaan teknologi informasi, perusahaan minyak multinasional dikabarkan segera membangun gedung perkantoran di sini. Juga perusahaan yang memiliki jaringan hotel, bakal membuka hotelnya di sini.

Dari penjelasan Rano Jap itu, saya makin percaya Serpong memang daerah emas. Akses jalan tol Serpong-Bintaro-TB Simatupang Jakarta sudah menembus ke Jatiasih Bekasi. Jika tol Cikunir sudah rampung, bisa dipastikan perjalanan dari Serpong ke Bandung bakal lebih cepat, mungkin cukup 1,5 jam. Sebab tak perlu lagi keluar Cawang dan terjebak kemacetan di sana.

Selain itu, BSD juga bisa dicapai lewat tol Tomang-Kebon Jeruk-SerpongYang paling penting sebenarnya bagaimana warga BSD bekerja di wilayah itu, tidak perlu bermacet-macet ke Jakarta. Kalau ini bisa diwujudkan BSD, saya yakin BSD makin dicari. Apalagi pengembangan tahap II BSD mulai dikerjakan.

Saat ini orang sudah jengkel dan muak dengan kemacetan di Jakarta. Bayangkan, dari rumah hingga ke tempat kerja, butuh waktu dua jam hingga tiga jam.
Begitu sebaliknya saat pulang kerja.Padahal yang didambakan orang saat ini, bagaimana memiliki waktu yang cukup untuk keluarga, bukan waktu tersisa. Kalau warga BSD berkantor di BSD juga, bisa jadi waktu makan siang, bisa dilakukan di rumah. Waktu untuk keluarga lebih banyak. Pulang dari kantor, bisa melakukan aktivitas olahraga tenis, golf, renang misalnya.

Waw, saya sudah membayangkan hal itu saat ini.Saat ini untuk keperluan belanja kebutuhan sehari-hari, ada Pasar Modern dan ITC BSD. Untuk rekreasi, ada Ocean Park. Untuk berolah raga, ada Taman Kota 1 dan Taman Kota 2. Untuk nongkrong dan makan enak, ada BSD Junction. Juga ada BSD Plaza. Nongkrong 24 jam? Ada Mc Donalds kok.Mau main golf? Ada Damai Indah Golf yang bertaraf internasional dan sering menjadi tempat pertandingan internasional. Berenang dan bermain air? Ada Damai Indah Club, Kolam Renang Taman Jajan, Ocean Park, dan sekarang klub Atlantis di De Latinos. Tenis? Ada cukup banyak lapangan tenis di BSD. Juga lapangan basket, bulutangkis, futsal.

Mereka yang gemar senam taichi, seminggu tiga kali, bisa bersenam taichi di Taman Kota 1 di bawah panduan dr Taufik.Bagi penggemar hobi line dance country, setiap Kamis malam di BSD Junction, berkumpul komunitas penggemar musik country atau Country Music Club of Indonesia atau CMCI. Dimotori Pinky Warouw, komunitas country Jabodetabek makin berkembang pesat.Bagi penggemar musik jazz, setiap Kamis malam pekan pertama, digelar pertunjukan Jajan Jazz di Taman Jajan (dekat Kolam Renang dan Terminal Shuttle Bus) BSD. Di sini, musisi legendaris berbaur bersama musisi pemula. Jajan Jazz menjadi ajang latihan musisi pemula untuk berani tampil di panggung. Asyik lho. Ada Abadi Soesman, Jeffrey Tahalele, Benny Mustafa. Juga grup jazz baru seperti Tiga Mawarni, Triad yang juga tampil dalam acara Java Jazz.Mungkin di masa mendatang, akan ada komunitas penggemar salsa dan jenis dansa lainnya di BSD.

Yang ingin saya sampaikan di sini, BSD semakin hidup dan dinamis.Bangun Mal Sekelas Plaza Senayan?Empat tahun dari sekarang -ini juga menurut Rano-, akan dibangun pusat perbelanjaan yang lebih oke di BSD. Bisa jadi itu sekelas Plaza Senayan, Pondok Indah Mal atau pun Senayan City. Benar atau tidaknya, ya kita tunggu saja.

Sekolah? Di BSD sudah ada sekolah ternama seperti St Ursula, Al Azhar, Stella Maris, Cikal Harapan, Ora Et Labora, St John, bahkan sekolah internasional DIS, dan banyak lagi, yang jumlahnya mencapai 60.

Universitas? Saat ini sudah ada Swiss German University atau SGU di gedung German Centre. Tahun 2008, Universitas Katolik Atmajaya membangun kampus barunya di lahan seluas 20 hektar di BSD. Universitas Bina Nusantara atau Binus, sudah memiliki lahan di sini, dan dikabarkan bakal membangun kampus baru di BSD.

BSD juga dipilih oleh Profesor Yohanes Surya sebagai lokasi pusat pendidikan fisika, tempat kawah candradimuka siswa-siswa dari seluruh Indonesia, mempersiapkan diri menjelang Olimpiade Fisika Dunia, juga tingkat Asia. Profesor Yohanes Surya menyebutkan, lokasi Pusat Pendidikan Fisika itu strategis, antara lain sangat dekat dengan Puspiptek Serpong, selain karena akses jalan tol Serpong-Jakarta. “Saya targetkan suatu hari kelak akan ada peraih Hadiah Nobel Fisika dari Indonesia,” kata Profesor Surya saat penandatanganan kerja sama dengan BSD dan Eka Tjipta Foundation. Tentunya setelah digojlok oleh Tim Olimpiade Fisika Indonesia atau TOFI di Pusat Pendidikan Fisika di BSD.

Industri ramah lingkungan ada di Taman Tekno BSD. Mungkin tidak percaya kan jika disebutkan bahwa suku cadang mobil mewah yang beredar di seluruh dunia ini, beberapa di antaranya diproduksi di salah satu industri menengah di Taman Tekno. Tapi demikianlah kenyataannya. Perusahaan milik Hardi Hartoko itu sejak lama memproduksi suku cadang mobil-mobil BMW, Mercedes dan sebagainya, yang digunakan di seluruh dunia.

Penggemar mobil, dapat datang ke BSD Autopart, mencari asesori dan suku cadang, sehingga tak perlu jauh-jauh ke Jakarta lagi. Semuanya lengkap.

Di masa depan, BSD bakal menjadi sebuah kota mandiri dalam arti sesungguhnya. Tidak merepotkan Jakarta lagi. Gedung-gedung perkantoran nan jangkung, pedestrian lebar, taman nan hijau dan asri. Kalau memang demikian, ngapain bermacet-macet ke Jakarta?

Selain itu, bus shuttle sudah tersedia ke tiga jurusan di Jakarta, termasukke Ratu Plaza dan Mangga Dua. Ada pula jasa Kereta Api. PT KA membangun rel ganda untuk jalur Tanah Abang-Serpong, dan merenovasi tujuh stasiunnya di jalur itu. Bahkan, kata Humas Daops I PT KA Achmad Sudjadi, PT KA akan mengoperasikan layanan KA di jalur Tanah Abang-Serpong selama 24 jam!

Konon harga rumah di BSD melesat naik setelah pada peristiwa banjir belum lama ini, kawasan ini terbebas dari banjir. Memang tidak semuanya, ada beberapa rumah dan jalan yang tergenang terutama yang dekat sungai. Namun secara keseluruhan, BSD memang terbebas dari banjir. Seorang agen properti mengatakan, “Wah gila ya, rumah BSD ready stock sekarang laris gara-gara BSD tidak kebanjiran.” Saya bilang, kalau BSD yang letaknya 70 meter dari permukaan laut kebanjiran, artinya Jakarta betul-betul tenggelam!

BSD kini menjadi ikon. Pasar Modern di BSD misalnya, menjadi subyek studi banding pemerintah daerah di Indonesia. Banyak yang ingin belajar, bagaimana mengelola pasar tradisional berwajah modern, yang bisa memikat pembelanja kelas menengah bermobil, berbondong-bondong ke sana. Pasar Modern BSD sudah membuktikannya. Hebatnya lagi, di antara raksasa Carrefour, Hypermart, Alfa, Giant, Makro, Pasar Modern BSD malah tetap berjaya. Pengunjungnya termasuk warga Pamulang, Ciputat, Bintaro, bahkan Cinere.

Omong-omong soal Bintaro, saya ingat plesetan yang disampaikan seorang teman. Bunyinya begini: dulu orang Bintaro (sebelum jalan tol Serpong-Jakarta rampung) menyebut BSD sebagai “Bintaro Sono-an Dikit”). Tapi setelah jalan tol Serpong-Jakarta rampung dan akses BSD makin mudah dan cepat, warga BSD menyebut BSD, “Bintaro? Sori Deh!” Mohon maaf sebelumnya kepada warga Bintaro atas plesetan ini. Bukan maksud melecehkan, akan tetapi sekadar ilustrasi bagaimana perkembangan BSD saat ini sangat luar biasa.

Setiap kali berkeliling di BSD sekarang ini, saya tetap ingat bagaimana wajah Serpong pada tahun 1988 silam. Pepohonan karet yang rimbun, membuat jalan setapak yang dapat dilalui motor, gelap. Selepas magrib, tak ada lagi yang berani keluar rumah. Di masa lalu bahkan legenda Mat Item masih membekas.

Tapi sekarang, lihatlah wajah BSD. Sebuah kota mandiri yang dikelola dan ditata dengan baik. Kehadiran BSD akan dapat memacu pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang ataupun Kota Tangerang Selatan (yang dalam waktu dekat segera terealisasi).

Serpong, 26 Februari 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s