Kolom Blog Adhi Ksp: Dana Ganesha Abadi: Cinta Alumni ITB Pada Almamater

Pengantar
Ikatan Alumni ITB memang luar biasa. Mereka punya Ganesha Abadi, konsep donasi dan investasi. Dalam waktu kurang tiga tahun, jumlahnya mencapai Rp 202 miliar. Inilah contoh sukses endowment fund yang dikelola transparan dan profesional. Patut ditiru alumni perguruan tinggi lainnya di Indonesia. (KSP)

Kolom Blog Adhi Ksp

Dana Ganesha Abadi: Cinta Alumni ITB Pada Almamater

Hari Rabu (28/2) malam lalu, saya diajak seorang teman untuk ikut menghadiri Ganesha Night di Planet Hollywood, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Why not? Saya pikir, tak ada salahnya bertemu kenalan baru.

Banyak “bintang” di Planet Hollywood itu, semuanya alumni Institut Teknologi Bandung atau ITB yang pernah mengenyam pendidikan di kampus Ganesha Bandung. Di antaranya Presiden Direktur PT IBM Betti Alisjahbana, Presiden Direktur PT Bahana Sekuritas Dwina Septiani Wijaya, Chief Executive Officer (CEO) Bakrie Capital Indonesia Hiramsyah S Thaib, dan banyak lagi. Bayangkan, di antara kesibukan mereka, toh alumni ITB itu tetap datang, meluangkan waktu mereka!

Selain memuaskan alumni ITB dengan nostalgia musik grup Genesis, Ganesha Night itu sebetulnya ingin menjaring donasi dari alumni ITB ke dalam bentuk Endowment Fund yang dinamakan Dana Ganesha Abadi Ikatan Alumni ITB. “Invest your future and the future of our next generation“, demikian kira-kira slogan PT Bahana Sekuritas yang mengelola endowment fund itu secara transparan dan profesional. Beberapa perempuan cantik mendatangi meja-meja di Planet Hollywood, menyebarkan formulir kepada setiap alumnus ITB yang hadir.

Endowment Fund adalah sarana tabungan abadi untuk organisasi nirlaba seperti yayasan pendidikan, sekolah, ataupun organisasi keagamaan dan organisasi nirlaba lainnya. Sedangkan Ganesha Abadi-Endowment Fund Ikatan Alumni ITB digagas untuk menyalurkan kepedulian para alumni dan simpatisan bagi kelangsungan ITB sebagai “center of excellence“.

Ganesha Abadi merupakan jembatan penghimpunan dana jangka panjang untuk mendukung kegiatan riste, dana beasiswa mahasiswa, dan fasilitas pendidikan ITB.Dwina Septiani Wijaya, Presdir PT Bahana Sekuritas, yang akrab dipanggil Nana mengatakan, dana abadi yang semula Rp 17,25 miliar pada 13 Mei 2004, kini sudah mencapai Rp 202,37 miliar pada Januari 2007, hanya dalam waktu kurang dari tiga tahun.

Rahasianya, PT Bahana Sekuritas menerapkan kriteria tata kelola, transparansi, kesinambungan, imbal hasil dan manajemen risiko.Suksesnya PT Bahana mengelola endowment fund Alumni ITB ini, membuat Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni ITB Laksamana Sukardi memberi pujian. “Sungguh luar biasa,” kata Laks yang terkagum-kagum dengan kinerja PT Bahana Sekuritas, yang juga dipimpin alumnus ITB itu.

Rinaldi Firmansyah, yang baru terpilih sebagai Direktur Utama PT Telkom, juga hadir sebagai alumnus ITB (Elektro 79). Tapi Rinaldi datang belakangan, menjelang acara akan selesai. Rinaldi disalami banyak rekannya. Rinaldi yang saat ini menjabat Ketua Bidang Endowment Fund Ikatan Alumni ITB itu mengatakan, memang baru kali ini ada donasi dicampur dengan investasi.

Dalam Ganesha Abadi ada dua jenis investor yaitu investor endowment dan investor reguler. Sebagai investor endowment, Anda dapat memilih untuk memberikan seluruh pokok dan hasil investasi (platinum investor), seluruh hasil investasi (gold investor) atau sebagian dari hasil investasi Anda (silver investor) untuk meningkatkan saldo Endowment Fund.

Sebagai investor reguler, pokok berikut hasil investasi sepenuhnya milik Anda, namun Anda tetap dapat berperan serta melalui bagi hasil jasa manajemen Ganesha Abadi yang diterima oleh Endowment Fund selama dana Anda masih berada di reksadana Ganesha Abadi.Sampai Desember 2004, endowment fund Ganesha Abadi ini berjumlah Rp 27,5 miliar hanya oleh investor alumni ITB dan simpatisan. Tahun 2005, melonjak menjadi Rp 176,3 miliar, yang terdiri Rp 39,2 miliar alumni ITB dan Rp 137,08 investor reguler. Tahun 2006, dana meningkat menjadi Rp 176,5 miliar dengan komposisi dana investor alumni ITB Rp 52,98 miliar dan investor reguler Rp 123,59 miliar.

Nah, posisi pada Januari 2007, endowment fund Ganesha Abadi melesat menjadi Rp 202,37 miliar dengan rincian investor alumni ITB Rp 53,102 miliar dan investor reguler Rp 149,37 miliar.Sejak diluncurkan 13 Mei 2004 silam, komposisinya adalah 80-100 persen oblogasi negara dan korporasi, 20 persen pada pasar uang, dan 10 persen pada saham. Komposisi portfolio 31 Desember 2006, government bonds 65,18 persen, cash 4,27 persen, equity 8,87 persen, dan corporate bonds 21,86 persen.

Yang menarik, seperti kata Laksamana Sukardi, tolak ukur (rata-rata tingkat suku bunga deposito 6 bulan, untuk 12 bulan 34,84 persen dan sejak peluncuran 13 Mei 2004 telah menjadi 48,62 persen!Pola donasi seperti ini, kata Rinaldi, dapat ditiru oleh perguruan tinggi lain. Alumni tidak sekadar memberi donasi, tetapi juga sekaligus berinvestasi.

Apa yang dilakukan Ikatan Alumni ITB ini ternyata membuahkan hasil yang luar biasa, dan dapat dicatat sebagai kisah sukses pengelolaan dana abadi.Dari jumlah tersebut, saldo endowment fund pada Maret 2005 tercatat Rp 125,9 juta, Desember 2005 Rp 933,4 juta dan yang sudah disumbangkan ke ITB pada tahun 2005 tercatat Rp 546,2 juta. Sedangkan saldo pada Desember 2006 tercatat Rp 1,028 miliar.

“Jadilah Anda bagian dari perjalanan calon bintang meraih ilmu dan cita-cita. Ganesha Abadi, endowment fund Ikatan Alumni ITB, pilihan investasi cerdas bagi Anda yang juga peduli akan terciptanya generasi penerus yang lebih baik. Lanjutkan estafet keunggulan, saatnya Anda membuka jalan menuju bintang-bintang mereka. Mari bergabung bersama Ganesha Abadi!” Demikian kata pengantar buku kecil tentang Ganesha Abadi ini.

Alokasi penggunaan Ganesha Abadi sudah ditetapkan, yaitu 10 persen untuk kegiatan penelitian, 10 persen mahasiswa, 20 persen untuk pengembangan fasilitas pendidikan, 30persen untuk kegiatan operasional ITB, 20 persen untuk peningkatan kualitas SDM, dan 30 persen untuk membantu kegiatan operasional Ikatan Alumni ITB.

Nah, terbayang nggak, kalau kampus-kampus di Indonesia memiliki alumni seperti alumni ITB? Mereka peduli dengan almamater. Mereka menciptakan konsep baru, berdonasi sambil berinvestasi. Alumni ITB yang merasakan jasa almamaternya, tetap peduli bagaimana adik-adik mereka tetap dapat merasakan kampus ITB sebagai ‘center of excellence’. Memang luar biasa!

Setelah pulang dari acara Ganesha Night di Planet Holywood, saya berpikir, mungkinkah perguruan tinggi lainnya di Indonesia melakukan hal serupa? “Mengikat” alumni tetap peduli almamater dengan bukti nyata. Mengapa kampus lain tidak mencontoh alumni ITB?

Serpong, 1 Maret 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s