Kolom Blog Adhi Ksp: Kapan Indonesia Punya Perusahaan Negara Seperti Temasek dan Khazanah?

Kolom Blog Adhi Ksp:
Kapan ya Indonesia Punya Perusahaan Negara Seperti Temasek dan Khazanah?

Setiap hari kita menggunakan jasa operator seluler Indosat, Telkomsel dan XL. Tapi berapa pun keuntungan yang diraih industri seluler tersebut, yang menikmati adalah tetangga kita, Singapura dan Malaysia. Kedua negara itu ternyata “memiliki” Indonesia.

Singapura melalui Temasek (Direktur Eksekutifnya Ho Ching, istri PM Singapura Lee Hsien Loong) memang sudah “menguasai” Indonesia. Singapura menguasai saham-saham Indosat (41,9 persen melalui Singapore Technologies Telemedia Ltd) sampai Telkomsel (35 persen melalui SingTel, Singapore Telecommunication Limited). Pangsa pasar Indosat+Telkomsel lebih dari 60 persen.

Bukan hanya itu, Temasek juga menguasai saham 56 persen Bank Danamon Indonesia dan 28 persen saham Bank International Indonesia. Temasek juga menguasai PT Astra International (perusahaan nomor 2 terbaik di Indonesia setelah Telkom, menurut versi Business Week), tidak hanya industri otomotif, tetapi juga industri agro, alat berat, perkebunan, perbankan, asuransi dan, perusahaan pembiayaan.


Bukan hanya Singapura, tetapi juga Malaysia. Melalui Khazanah Nasional, Malaysia juga sudah menguasai saham sejumlah perusahaan Indonesia, yaitu Lippo Bank (bank-10 terbesar di Indonesia), dan industri seluler XL (yang dikontrol Telekom Malaysia Berhad melalui Indocel Holding Sdn Bhd dan Khazanah Nasional Berhad).

Di negerinya sendiri, Khazanah Nasional menguasai Malaysian Airline System (MAS) Berhad, Putrajaya Holdings, Telekom Malaysia Bhd, Proton dan Modenas, serta ASTRO (yang sekarang ekspansi ke Indonesia, memonopoli siaran langsung Liga Inggris, dan menohok Indovision tuh).

Sama seperti Temasek yang dimiliki Departemen Keuangan Pemerintah Singapura, Khazanah Nasional juga dimiliki penuh oleh Kementerian Keuangan Malaysia. Investasinya meliputi 50-an sektor mulai dari perbankan sampai kesehatan, produksi baja, infrastruktur, properti, elektronik sampai telekomunikasi.

Kekayaan aset Temasek saat ini mencapai lebih dari 100 miliar dollar AS. Perusahaan milik Pemerintah Singapura ini bergerak di bidang perbankan dan jasa keuangan, real estate, transportasi dan logistik, infrastruktur, telekomunikasi dan media, kesehatan dan bi0-science, pendidikan, gaya hidup, teknologi sampai energi. Sejak dikendalikan Ho Ching, Temasek menguasai saham mayoritas perusahaan besar di Singapura mulai dari SingTel, DBS Bank, Singapore Airlines, PSA International, SMRT Corporation, Singapore Power, Neptune Orient Lines, Raffles Hotel sampai Singapore Zoo. Temasek melakukan ekspansi ke berbagai negara di Asia, termasuk Indonesia.

Sedangkan kekayaan aset Khazanah Nasional Malaysia mencapai 20 miliar dollar AS. Khazanah menguasai antara lain Telekom Malaysia Berhad, Tenaga Nasional Berhad, CIMB Group, Proton Holdings Berhad, PLUS Expressway Berhad, Malaysia Airlines System Berhad, Malaysia Airport Berhad, UEM World Berhad, UEM Builders Berhad, PT Bank Lippo and Time dotCom Berhad.

Melihat Singapura dan Malaysia memiliki perusahaan negara yang kuat seperti Temasek dan Khazanah, kita pun bertanya-tanya, mengapa Indonesia tidak mampu memiliki perusahaan negara serupa?

Setiap hari kita masih sibuk dengan isu korupsi. Politisi sibuk bertengkar demi kursi dan kekuasaan. Sementara rakyat miskin susah payah antre minyak tanah. Kelas menengah marah karena tarif tol dinaikkan semena-mena. Mereka yang usia produktif sibuk mencari kerja ke sana kemari, acapkali putus asa, pulang dengan tangan hampa.

Tapi pada saat yang sama, Singapura dan Malaysia terus mengincar aset negara kita. Indonesia, negara kaya raya, tapi sebagian besar rakyatnya belum sejahtera. Indonesia, negeri yang tanpa henti diterpa bencana alam. Tsunami, gempa bumi, longsor, banjir datang silih berganti. Harus menunggu berapa lama lagi, Indonesia mampu menjadi negeri berjaya dan rakyatnya sejahtera? Harus menunggu berapa presiden lagi-kah?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s