Pulau Rambut, Melongok Surganya Burung-Burung


KOMPAS

Jumat, 31 Aug 2007

Halaman: 29

Penulis: Kusumaputra, R Adhi

Pulau Rambut
MELONGOK “SURGA”-NYA BURUNG-BURUNG…

Oleh R Adhi Kusumaputra

Jakarta beruntung memiliki Kepulauan Seribu. Sebab, itu
menyebabkan Jakarta memiliki predikat sebagai satu-satunya ibu kota
negara di dunia yang memiliki taman nasional laut.

Salah satu pulau yang ada di bawah pengawasan Balai Taman
Nasional Laut Kepulauan Seribu (BTNLKpS) adalah Pulau Rambut, yang
acap disebut sebagai “surga burung”.

Pulau seluas 90 hektar, 45 hektar di antaranya adalah wilayah
daratan, ini memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, baik
flora maupun fauna.

Di Pulau Rambut, yang sejak tahun 1999 ditetapkan sebagai kawasan
suaka margasatwa ini, pada Maret sampai Juni terdapat sekitar dua
juta burung.

“Sebagian besar fauna penghuni Pulau Rambut adalah burung.
Sebanyak 22 jenis burung merandai (burung air) dan 39 jenis burung
darat. Sebagian besar burung air atau burung laut adalah burung
penetap yang menghuni Pulau Rambut sepanjang tahun,” kata Kepala
BTNLKpS Sumarto di sela-sela kunjungan ke Pulau Rambut, Rabu (15/8).

Yang menarik, burung-burungini memiliki perilaku migrasi ke Pulau
Jawa atau pulau lain di Kepulauan Seribu untuk mencari makan pada
pagi hari dan kembali ke Pulau Rambut pada sore hari untuk
beristirahat.

Untuk menuju Pulau Rambut, Anda dapat menggunakan speedboat dari
Marina Ancol dengan waktu tempuh sekitar 30 menit, dari Muara Angke
dengan perahu motor (sekitar 90 menit),dari Pelabuhan Kamal dengan
perahu motor (sekitar 60 menit), dan dari Tanjung Pasir, Tangerang,
dengan perahu motor (sekitar 30 menit).

Menyusuri Pulau Rambut, pengunjung disarankan menggunakan topi
karena siapa tahu, dalam perjalanan, kepala Anda terkena kotoran
burung. Jangan heran jika di sepanjang perjalanan, Anda berpapasan
denganbiawak ataupun melihat ular sedang asyik tidur di dahan pohon.
Biawak itu bisa melintas di depan kita.

Inilah yang membuat banyak pengunjung mendapatkan pengalaman luar
biasa sebab ini bukan kebun binatang. Di Pulau Rambut, kita bisa
melihat langsung ular piton sepanjang 10 meter dan berat 50 kilogram
sedang bercengkerama di batang pohon.

Untuk memudahkan pengunjung melihat burung-burung dari kejauhan,
BTNLKpS membangun menara setinggi 15 meter. Di sini pengunjung dapat
melihat burung-burung yang mendiami pohon. Dari kejauhan bahkan
seolah pohon-pohon itu “pohon burung” karena sejauh mata memandang,
yang terlihat memang selalu burung.

Jenis burung laut yang hidup di Pulau Rambut antara lain cangak
merah (Ardea purpurea), cangak abu (Ardea cinerea), kuntul besar
(Egretta alba), kuntul kecil (Egretta garzetta), kuntul karang
(Egretta sacra), bluwok (Mycteria cinerea), roko-roko (Plegadis
falcinellus), pecuk ular (Anhinga melanogaster), kuntul sedang
(Egretta intermedia), dan kuntul kerbau (Bubulcus ibis).

FOTO di blog ini foto burung bangau di Pulau Rambut, oleh R Adhi Kusumaputra/KOMPAS

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s