Adang Daradjatun: Entaskan Warga Miskin Tak Boleh dengan Prorgam Karitatif


KOMPAS

Sabtu, 28 Jul 2007

Halaman: 5

Penulis: ksp; ong


Adang Daradjatun
ENTASKAN WARGA MISKIN TAK BOLEH DENGAN PROGRAM KERJA KARITATIF

Kemiskinan adalah sumber masalah sosial kemasyarakatan, seperti
kekerasan dalam rumah tangga, kriminalitas, dan anak jalanan.
Kemiskinan dapat dikategorikan sebagai kejahatan terbesar bagi
kemanusiaan.

Kemiskinan kota adalah fenomena multidimensi. Penduduk miskin tak
hanya memiliki pendapatan rendah, tetapi juga memiliki akses yang
sangat terbatas terhadap tanah, rumah, dan kebutuhan dasar lain,
seperti air bersih, fasilitas kesehatan, dan pendidikan dasar.

Kemiskinan menyebabkan jutaan rakyat tidak memperoleh hak untuk
hidup bebas dari rasa lapar dan takut, bebas dari kebodohan dan
kesakitan, bebas dari pelacuran dan perbudakan sesama manusia, serta
bebas dari tragedi kemiskinan lainnya. Jakarta selama ini tak punya
program penanggulangan kemiskinan yang spesifik dan terarah.

Menurut saya, paradigma kemiskinan harus bergeser dari
menempatkan rakyat miskin sebagai obyek pembangunan menjadi subyek
pembangunan. Orang miskin tak boleh lagi dipandang sebagai pihak yang
membebani negara, namun justru sebagai pihak yang memiliki hak atas
negara.

Program penanggulangan kemiskinan tak boleh lagi bersifat
karitatif, parsial, eksploitatif, dan penuh kekerasan. Penanggulangan
kemiskinan harus dilakukan secara komprehensif dan
terinstitusionalisasi serta bersifat permanen.

Pendapatan masyarakat harus didorong melalui penciptaan lapangan
kerja yang luas, layak bagi kemanusiaan. Penciptaan lapangan kerja
didorong melalui dua cara, yaitu penciptaan lapangan kerja formal dan
penciptaan wirausahawan.

Saya melihat, penciptaan lapangan kerja formal didorong melalui
penciptaan iklim investasi yang kondusif, kemudahan perizinan,
birokrasi yang bersih dan melayani, serta insentif fiskal dan
nonfiskal.

Sedangkan penciptaan wirausahawan didorong lewat asistensi pada
pemasaran, penciptaan pasar kredit mikro yang fleksibel, serta
asistensi pada teknologi produksi dan manajemen usaha.

Program prioritas dalam upaya penanggulangan kemiskinan akan
diberikan untuk pembangunan sektor kesehatan dan pendidikan.
Pembangunan sektor kesehatan akan difokuskan dengan mendorong usaha
preventif daripada kuratif, seperti pengendalian pencemaran
lingkungan, pola makan dan gaya hidup sehat, dan menjaga kebersihan
lingkungan.

Gratiskan biaya pendidikan
Selain itu, untuk mewujudkan jaminan kesehatan secara menyeluruh
bagi masyarakat, adalah dengan membebaskan biaya perawatan kelas III
di semua rumah sakit, meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, penyedia
jasa kesehatan (provider) swasta, ketersediaan obat-obatan, dan
tenaga medis.

Pembangunan sektor pendidikan akan difokuskan pada mewujudkan
jaminan pendidikan 12 tahun bagi seluruh warga dengan membebaskan
biaya pendidikan sejak SD sampai SLTA, termasuk madrasah.

Program lain, berfokus pada penyediaan perumahan sehat dan
terjangkau untuk rakyat miskin, pengelolaan sampah, serta pengelolaan
limbah dan air bersih. Penyediaan perumahan untuk rakyat miskin
dilakukan dengan mendukung secara aktif program pembangunan rumah
susun oleh pemerintah pusat dalam bentuk penyediaan tanah,
sertifikasi tanah dan perizinan yang mudah dan murah, serta menghapus
biaya ekonomi tinggi. Kawasan kumuh akan dihapuskan. (KSP/ONG)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s