Perkotaan: Jurang Kaya Miskin Semakin Lebar


KOMPAS

Kamis, 02 Aug 2007

Halaman: 27

Penulis: R Adhi Kusumaputra


Perkotaan
JURANG KAYA MISKIN SEMAKIN LEBAR

Oleh R Adhi Kusumaputra

Fukuoka, Kompas
Jurang antara kaya dan miskin di kota-kota di Asia semakin lebar
akibat pertumbuhan ekonomi yang cepat. Pada saat yang bersamaan, hal
ini juga menyebabkan semakin banyak lingkungan yang rusak.
Direktur UN Habitat Regional Office for Asia and the Pacific
Toshi Noda mengungkapkan hal itu dalam Asian City Journalist
Conference di Fukuoka, Jepang, Rabu (1/8). Konferensi yang dihadiri
para jurnalis Asia dan bertajuk “Sustainable Urban Life- Seeking
City to City Cooperation in Asia” ini dibuka Gubernur Fukuoka Wataru
Aso.
Acara ini merupakan rangkaian dari Asian-Pacific City Summit yang
digelar di Kitakyushu, Jepang, sebelumnya. Pembicara kunci adalah
Daniel Biau, Direktur UN Habitat for Regional and Technical
Cooperation Division.
Menurut Noda, cepatnya pertumbuhan ekonomi di kota-kota di Asia
menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan. Banyak kota di Asia
yang mengalami polusi udara dan air.
Dalam kaitan ini, kata Noda, kita harus memberikan perhatian pada
meningkatnya jumlah penduduk di Asia. Dalam 25 tahun ke depan, lebih
dari satu miliar penduduk baru hadir, sebagian besar terpusat di
kawasan urban, terutama di kota-kota besar.
Namun, Noda mengingatkan pula, problem terbesar yang masih
dihadapi adalah disparitas dan ketidakseimbangan pembangunan. “Kita
tidak bisa mengingkari adanya kesenjangan pendapatan antara mereka
yang tinggal di kota dan desa, seperti juga kesenjangan di kota
antara kaya dan miskin. Kesenjangan pendapatan secara simultan
semakin dalam,” ujarnya.
Di sisi lain, Noda juga mengamati tumbuhnya kelas menengah di
setiap negara sebagai dampak pertumbuhan ekonomi yang cepat. Mengutip
pakar urban Richard Florida, Noda mengatakan, kota-kota yang kreatif
dengan keberagamanlah yang akan dapat terus tumbuh.
Nilai-nilai dasar yang harus ada pada sebuah kota yang kreatif
adalah toleransi, teknologi, dan talenta. “Namun, hampir semua kota
di Asia belum mencapai kategori sebagai kota yang kreatif,” ujarnya.
Noda juga melihat peran media sangat besar dalam kerja sama
antarkota di Asia. Jaringan komunikasi media massa sangat
memungkinkan informasi antarkota.

FOTO di blog ini foto wajah Jakarta, di mana permukiman padat berdampingan dengan gedung-gedung jangkung. Foto diambil dari Menara Thamrin Jakarta. Foto oleh R Adhi Kusumaputra/KOMPAS

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s