Pilkada DKI Jakarta: Gerilya Tim Sukses: Mencari Dukungan Hingga ke Akar Rumput


KOMPAS

Selasa, 31 Jul 2007

Halaman: 4

Penulis: R Adhi Kusumaputra, E Caesar Alexey

Gerilya Tim Sukses

MEREKA CARI DUKUNGAN HINGGA KE AKAR RUMPUT

Oleh R Adhi Kusumaputra dan E Caesar Alexey

Kehadiran tim sukses dalam Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada
DKI Jakarta sangat penting. Mereka yang memberi warna kampanye selama
pilkada berlangsung.

Di kubu Fauzi Bowo-Prijanto, misalnya, dibentuk tim sukses resmi
yang diketuai Amarullah Asbah, anggota DPRD Jakarta dan wakil ketua,
Idrus Marham, anggota DPR dari Partai Golkar.

Ada tujuh wakil ketua perwakilan dari tujuh partai politik
pendukung pasangan itu, yaitu P Nainggolan (Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan), Hamid Kuning (Partai Demokrat), Agus Karya
(Partai Golkar), Abdul M (Partai Amanat Nasional), Ahmad Ridho
(Partai Persatuan Pembangunan), Zainuddin (Partai Bintang Reformasi),
dan B Siregar (Partai Damai Sejahtera). Tim sukses resmi ini memiliki
enam koordinator wilayah.

Selain itu, ada relawan pendukung Fauzi-Prijanto di berbagai
pelosok Jakarta. “Itu spontanitas warga. Kami tak bisa membendung.
Kami hanya bilang silakan dukung, tetapi jangan rugikan kami,” kata
Idrus Marham, Sabtu (28/7).

Idrus dari Fauzi Bowo Center (FBC) tak bisa menyebut jumlah
relawan itu karena terlalu banyak dan ada di mana-mana, seperti ada
yang menamakan diri Aliansi Pendukung Fauzi-Prijanto Setiabudi serta
Majelis Taklim pimpinan Tuty Alawiyah dan Suryani Thahir. Mereka
lahir dari inisiatif warga.

Fauzi juga mengontrak petugas public relation profesional.
Merekalah yang mengatur jadwalnya selama kampanye, termasuk mengatur
pakaian yang dikenakan Fauzi dan Prijanto.

Banyaknya peran serta masyarakat menyukseskan pilkada memberi
keyakinan kepada Idrus, pasangan Fauzi-Prijanto akan merebut 60-65
persen suara pemilih. Kampanye hitam yang ditiupkan calon kepala
daerah lainnya tidak akan memengaruhi pilihan warga.

“Cara seperti itu tak efektif dan dapat menjadi bumerang. Rakyat
Jakarta cerdas dan bisa membedakan opini atau faktual dan logis atau
tidak,” kata Idrus, yang mengaku tidak ingin menggunakan cara
menyebarkan fitnah. “Kami ingin menang secara berkualitas,” ujarnya.

Terus cari dukungan
Pada kubu pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar, embrio tim sukses
mulai dari inisiatif Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dalam
perkembangannya, antusiasme berbagai pihak datang untuk mendukung
pasangan itu.

“Dukungan tim sukses tidak hanya dari PKS, tetapi juga dari
komunitas Polri karena Adang sebelumnya adalah Wakil Kepala Polri,”
kata Wakil Ketua Tim Kampanye Adang-Dani, M Cholid, Sabtu.
Beberapa elemen simpatisan Adang membentuk Relawan Oranye.

“Mereka umumnya keluarga yang peduli kepada Adang untuk menjelaskan
visi dan misinya,” kata Cholid. Secara kelembagaan, tim sukses dari
berbagai elemen masyarakat ini didukung PKS.

Menurut Cholid, tim sukses Adang-Dani sangat ramping, jumlahnya
hanya 18 orang, semuanya ketua yang membawahi lembaga atau elemen
masyarakat. Mereka memiliki banyak anggota dan massa akar rumput di
bawah. Tim sukses memiliki tugas sebagai mediator.

Mereka yang mengurusi iklan kampanye Adang-Dani di media massa,
membuat spanduk, poster, dan buku. Mereka menjadi petugas public
relations dan menjalin komunikasi dengan jurnalis. Tim sukses juga
mengurusi logistik, termasuk keperluan atribut dan peralatan kampanye
lain. Tim sukses Adang-Dani juga punya tim advokasi yang mengurusi
advokasi termasuk mencari orang yang mau jadi saksi dalam pencoblosan
8 Agustus nanti.

Mengalirnya dukungan kepada Adang-Dani makin banyak. Pekan lalu,
Jaringan Informasi Kota, jaringan pendukung Sarwono Kusumaatmadja
mendirikan sekitar 900 posko. Forum Betawi Rempug (FBR) membangun 186
posko. Kerukunan Warga Jakarta (KWJ) menggalang dukungan keluarga
anggota Polri.

Tim sukses memakai cara masing-masing, menyampaikan pesan kepada
masyarakat mengapa mereka memilih Adang-Dani. “Isu pembaruan dan
perubahan lebih mengena kepada kaum muda. Mereka lebih well-informed,
menerima informasi dan fakta tentang Jakarta,” kata Cholid.

Tim sukses juga terus mencari dukungan baru, menindaklanjutinya,
memastikan apakahdukungan sampai ke massa akar rumput, dan
mempersiapkan strategi kampanye terbuka pada 3 Agustus mendatang.
Dengan dukungan berbagai elemen masyarakat, tim sukses menargetkan 56
persen suara pemilih memilih Adang-Dani.

Mesin politik
Ketua Tim Kampanye Fauzi – Prijanto, Amarullah Asbah, Senin
(30/7), mengatakan, saat ini mesin politik dari ke-20 partai
pendukung pasangan calon kepala daerah itu sudah berjalan dengan baik
sehingga pengumpulan massa untuk kampanye menjadi optimal. Mesin
politik itu diharapkan terus berfungsi dengan baik sampai pemungutan
suara.

“Pada awalnya, hanya PDI-P yang paling aktif dalam menggalang
dukungan. Namun, kini semua partai sangat aktif dalam menggerakkan
massa mereka,” kata Amarullah.

Pengamatan Kompas, pengumpulan massa dilakukan oleh tokoh partai
di tingkat kelurahan. Setiap tokoh partai mengumpulkan belasan sampai
ratusan kader dan simpatisan.

Selain mesin politik partai, tim kampanye Fauzi-Prijanto sangat
terbantu dengan bergabungnya 42 organisasi massa berlatar belakang
keagamaan dan kesukuan. Berbagai ormas Islam, terutama dari Nahdlatul
Ulama dan ormas Betawi sangat efektif mengumpulkan massa untuk
mengikuti kampanye. Ridwan, warga Jakarta Timur, mengakui, ia datang ke kampanye,
karena diajak pengurus ormas Betawi di daerahnya.
FOTO di blog ini foto pendukung Adang Daradjatun-Dani Anwar usai penyampaian visi, misi dan program pembangunan di DPRD DKI Jakarta, 22 Juli 2007. Foto oleh R Adhi Kusumaputra/KOMPAS
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s