Polusi di Kota-kota di Asia Makin Parah, Pemahaman Lingkungan Sejak Dini

Salah satu yang dapat dipelajari dari Kitakyushu City, Jepang adalah kota ini memberi pemahaman tentang pentingnya lingkungan sejak usia dini. Ini catatan dari Asian-Pacific City Summit hari Senin (30/7).

Asian-Pasific City Summit
Pemahaman Lingkungan Harus Sejak Dini
* Polusi di Kota-kota di Asia Kian Parah

KITAKYUSHU, JEPANG, KOMPAS
Pemahaman akan pentingnya lingkungan yang bersih harus dilakukan sejak usia dini. Anak-anak sejak prasekolah hingga yang kuliah di perguruan tinggi diberi pemahaman ini agar dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini langkah penting mengatasi parahnya polusi dan pencemaran di banyak kota di Asia saat ini, selain mengajak perusahaan swasta melalui program tanggung jawab sosial korporat (Corporate Social Responsibility) dan regulasi pemerintah.

”Kota Kitakyushu di Jepang merupakan salah satu contoh kota yang menerapkan kebijakan bahwa pendidikan pemahaman lingkungan dimulai sejak usia dini. Dibukanya Museum Lingkungan di Kitakyushu pada tahun 2002 salah satu bukti komitmen pemerintah kota. Museum ini memberi informasi, pendidikan dan kegiatan lingkungan,” kata Miyoko Morofuji, pengelola Environment Museum Kitakyushu City dalam Asian-Pacific City Summit di Kitakyushu City, Jepang, Senin (30/7).

Asian-Pasific City Summit yang digelar UN HABITAT, badan PBB yang mengurusi masalah perkotaan ini, dibuka Wali Kota Kitakyushu, Kenji Kitahashi, diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai kota di Asia. Konferensi ini bertajuk ”Urban Charm – Building a Beautiful City by Residents” digelar hingga hari Rabu mendatang.

Kota-kota yang ikut dalam konferensi ini adalah Dalian, Shanghai, Guangzhou, Urumqi (China), Busan (Korsel), Ipoh (Malaysia), Kagoshima, Kitakyushu, Kumamoto, Miyazaki, Nagasaki, Oita, Saga, Fukuoka (Jepang) dan Singapura.

Menurut Miyoko, strategi pendidikan lingkungan ini bertujuan membangun kesadaran publik akan pentingnya pemahaman tentang lingkungan. Mulai dari persoalan sampah di sungai sampai pada polusi di udara. Melalui program yang dikemas sesuai usia, anak-anak, pelajar dan mahasiswa diajak berpikir ihwal kehidupan mereka sehari-hari.

Anak-anak di Kitakyushu juga diberi pemahaman bahwa sampah adalah sumber daya yang menguntungkan, yang dapat diolah menjadi barang berguna. Mereka juga diberi pemahaman bahwa ada hubungan antara tas plastik dari tempat belanja dengan isu lingkungan.

”Kami berkolaborasi dengan guru di sekolah dan aktivis pendidikan lingkungan agar pemahaman akan pentingnya lingkungan bersih diterima anak-anak hingga mahasiswa,” kata Miyoko Morofuji. Setiap tahun, Museum Lingkungan di Kitakyushu dikunjungi sekitar 120.000 orang.

Menuju Eco-Town
Betapa pentingnya lingkungan bersih di sebuah kota, dibuktikan Kota Kitakyushu, Jepang. Dalam waktu 30-40 tahun, kota yang memiliki industri kimia dan industri berat ini berhasil menjadi kota yang peduli lingkungan.

”Pada tahun 1960-an, udara kota ini penuh polusi asap. Air di Teluk Dokai penuh dengan bakteri yang mematikan ikan dan biota laut. Banyak rumah dibangun secara ilegal di tepi sungai, yang menyumbang kontribusi terhadap pencemaran sungai,” kata Kotaro Yamashita, Manajer Biro Lingkungan Hidup Kota Kitakyushu.

Kitakyushu, kota seluas 487 km2 dan berpenduduk hampir satu juta jiwa kini menuju Eco-Town, dari gray city ke green city, dan diproyeksikan menjadi kota industri dengan lingkungan terbersih di Asia. Program Eco-town yang dimulai sejak tahun 1997 ini dilaksanakan bersama antara pemerintah, kalangan akademisi dan sektor swasta. Kota ini berada di tengah poros antara Tokyo dan Shanghai, China.

Manajemen sampah di kota ini dikelola dengan sangat baik. Kepala Perencanaan Biro Lingkungan Hidup Kota Kitakyuhu Atsushi Ota menjelaskan, sejak 1993, sampah dipisahkan sesuai kategorinya agar mudah diolah kembali. Sampah-sampah ini dibeli. Pengolah sampah dilakukan di tiga lokasi insinerasi. Kesadaran masyarakat disertai insentif bagi warga yang mengumpulkan sampah itu, membuat program ini berjalan lancar di Kitakyushu. (R. ADHI KUSUMAPUTRA, dari Kitakyushu City)

FOTO di blog ini foto saya bersama Wali Kota Kitakyushu Kenji Kitahashi dalam Asian-Pacific City Summit di Kitakyushu City, Jepang, 30 Juli 2007. Acara ini digelar oleh UN HABITAT Regional Asia and Pacific yang bermarkas di Fukuoka, Jepang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s