Kampung Bali Perangi Narkoba

KOMPAS
Jumat, 20 Jul 2007
Halaman: 29
Penulis: R Adhi Kusumaputra, Pascal S Bin Saju

Obat Terlarang
KAMPUNG BALI PERANGI NARKOBA


Oleh R Adhi Kusumaputra dan Pascal S Bin Saju

Haji Mustado (70) gemas melihat sepak terjang sindikat narkoba
yang mengacak-acak wilayah Kelurahan Kampung Bali di Tanah Abang,
Jakarta Pusat. Putra tercintanya, Robby, meninggal dunia tujuh tahun
lalu pada usia 23 tahun akibat kecanduan narkoba sehingga membuatnya
tergerak untuk menghentikan aksi sindikat.

Mustado patut marah. Dia kehilangan Robby, yang saat itu
mahasiswa Semester I Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti,
Jakarta. Lelaki yang aktif dalam partai politik dan berwirausaha
sebagai kontraktor itu membayangkan, seandainya tidak meninggal dunia
akibat narkoba, tentu kini putranya sudah menjadi dokter.

“Bencana itu terjadi ketika Robby mencoba putau di rumah
pacarnya. Dia ketagihan selama tiga tahun sampai akhirnya meninggal
dunia. Saya sudah keluarkan ratusan juta rupiah untuk
menyembuhkannya,” tutur Mustado dalam percakapan dengan Kompas di
rumahnya di Kampung Bali, Kamis (19/7) petang.

Mustado mengeluarkan foto almarhum putra kelimanya itu. “Dia
ganteng, kan?” kata Mustado dengan suara lirih.
Mustado bukan satu-satunya warga Kampung Bali yang kecewa dengan
sepak terjang sindikat narkoba yang membawa banyak korban nyawa
pemuda setempat.

Ada Toto yang kehilangan empat anaknya, juga karena kecanduan
putau. Terpukul melihat anak-anaknya tewas karena narkoba, Toto pun
akhirnya stres dan menyusul ketiga anaknya ke alam baka. Tiga anaknya
yang lain kini dalam rehabilitasi, tetapi sulit disembuhkan karena
sudah sudah terlalu lama kecanduan narkoba.

Ada pula Firdaus yang juga kehilangan tiga anaknya, semua tewas
karena kecanduan narkoba. Meski masih ada dua anaknya yang lain,
Firdaus sangat terpukul dengan peristiwa yang dialaminya itu.
Mustado dan warga Kampung Bali sejak setahun terakhir ini sepakat
memberantas narkoba dari wilayah tersebut.

Ketua sebuah parpol tingkat Kecamatan Tanah Abang ini lalu
menggalang anak-anak muda di Kampung Bali yang tergabung dalam Karang
Taruna untuk bersatu memerangi narkoba.

Caranya? “Setiap sore anak- anak muda di empat RW, mulai dari RW
07, 08, 09, hingga RW 10, di Kampung Bali bermain sepak bola di
lapangan kosong. Kegiatan olahraga ini sarana yang baik untuk
mempersatukan anak-anak muda di sini, mengurangi niat mereka untuk
terlibat dalam jaringan narkoba,” cerita Mustado yang sudah 35 tahun
menjadi Ketua RW 08.

Selain itu, Dewan Kelurahan Kampung Bali aktif mengingatkan
segenap warga dalam setiap pengajian yang dilakukan rutin sebulan
sekali. Pendekatan secara agamais ini ternyata cukup efektif.

“Saat ini keterlibatan anak muda Kampung Bali dalam narkoba
makin berkurang. Tidak lagi seperti dulu,” kata Machdar, anggota
Dewan Kelurahan Kampung Bali.

Selain mengajak anak-anak muda aktif dalam kegiatan olahraga,
Dewan Kelurahan juga melibatkan pemuda dalam berbagai kegiatan sosial
dan kerja bakti. “Mereka tak boleh dibiarkan menganggur. Harus ada
yang dikerjakan setiap hari,” kata Machdar yang mengakui, saat ini
cukup banyak anak muda yang menganggur di daerah ini.

Cap yang buruk
Mustado mengungkapkan, citra Kampung Bali yang identik dengan
kampung narkoba terjadi sejak tahun 1990-an. “Hampir tiap bulan ada
saja warga Kampung Bali yang meninggal akibat kecanduan narkoba,”
katanya.

Tahun 2007 sampai bulan Juli ini, empat pemuda yang tinggal di RW
08 meninggal dunia karena narkoba. “Tapi keempatnya sudah kecanduan
lama. Mereka tak bisa disembuhkan lagi,” kata Mustado.

Tokoh masyarakat Kampung Bali ini kemudian berinisiatif membangun
pos polisi (pospol). “Awalnya itu pos RW, tapi kemudian beralih
fungsi menjadi pospol. Kehadiran polisi sangat penting,” katanya.

Mustado menceritakan sering turun tangan sendiri bersama sejumlah
warga menangkap pengedar dan pemakai narkoba yang gentayangan pada
malam hingga dini hari.

“Baru kemarin malam saya menangkap pengedar yang sedang
transaksi di Kebon Sirih. Saya serahkan langsung ke polisi,” kata
Mustado, yang tampak masih bugar meski usianya sudah kepala tujuh.

Kehadiran orang Nigeria di Kebon Kacang adalah salah satu
penyebab utama maraknya transaksi narkoba dan banyaknya warga Kampung
Bali yangterimbas, ikut terlibat dalam peredaran narkoba.

“Tapi warga Kampung Bali sudah sepakat, tak boleh ada warga
asing tinggal di wilayah ini. Kami sudah bertekad, Kampung Bali harus
terbebas dari narkoba,” tandasnya.

Citra buruk, cap buruk, yang melekat pada Kampung Bali selama
ini, harus dihapus. Namun Mustado mengakui itu tidaklah mudah. Banyak
pemuda asal Kampung Bali tidak diterima bekerja hanya karena di KTP-
nya beralamat di Kampung Bali.

Lurah Kampung Bali Yani Wahyu membenarkan bahwa warganya sudah
bertekad memerangi narkoba. Jumlah keluarga yang tinggal di Kampung
Bali saat ini tercatat 2.891.

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Arman Depari
yang ditanya secara terpisah mengatakan, polisi sudah berupaya
maksimal untuk mengurangi kasus narkoba. “Tak hanya menangkap
pengedar dan pemakai narkoba, tapi juga berusaha melakukan pencegahan
disejumlah kantong yang dianggap rawan narkoba. Polisi terus bekerja,
membantu masyarakat memerangi narkoba,” kata Arman Depari.

Kesadaran masyarakat berperang melawan narkoba sangatdibutuhkan.
Dengan kesadaran itu, sulit bagi pengedar dari luar Kampung Bali
untuk mengacak- acak wilayah tersebut.

Mustado dan banyak warga lainnya tak ingin peristiwa meninggal
dunianya putra-putrimereka akibat kecanduan narkoba terulang lagi.
“Sudah banyak korban berjatuhan, mati sia-sia akibat narkoba.
Saya tak ingin generasi muda di Kampung Bali ini hilang sia-sia
karena narkoba,”kata Mustado.

Semangat yang dikobarkan Mustado ini didukung aparat kelurahan
dan kepolisian serta masyarakat Kampung Bali.
Jangan biarkan anak-anak muda menjadi korban lagi!


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s