Nama dan Peristiwa: Sri Hadhy

Saya selalu menikmati pengalaman baru, bertemu dengan kenalan baru. Datang ke galeri lukisan, misalnya, bukan kebiasaan saya. Tapi suatu hari, saya menerima SMS dari sahabat saya, Nia Yulicha, PR Manager Galeri 678 Kemang, yang mengundang saya untuk hadir dalam pembukaan pameran lukisan di galeri itu. Ternyata itu pameran lukisan pelukis Sri Hadhy bersama enam muridnya. Sri Hadhy memang membuka kursus melukis di rumahnya di Warung Buncit, Jakarta Selatan. Muridnya sudah lebih dari 100-an orang, sebagian besar dari kalangan menengah atas.


Saya baru kali pertama bertemu dengan Sri Hadhy, pelukis senior yang kini berusia 66 tahun saat pembukaan pameran lukisan di Galeri 678 di Kemang Selatan. Saya menerima undangan dari sahabat saya, Nia Yulicha, perempuan lajang asal Bantul, Yogyakarta. Saya datang ke galeri milik S Jacob itu karena saya ingin bertemu komunitas baru, komunitas pelukis dan penikmat lukisan., Saya tertarik bukan hanya karena lukisan Sri Hadhy yang mudah dinikmati, tetapi juga falsafah hidupnya, yang betul-betul njawani. Sri Hadhy lahir di Purwodadi, Jawa Tengah. Sri Hadhy pernah dirampok dan banyak hartanya yang hilang. Tapi Sri Hadhy memaafkan para pelakunya dan berdoa supaya Tuhan mengampuni mereka. Tak lama kemudian, hartanya yang hilang, kembali lagi melalui cara lain. Itulah Sri Hadhy yang mencintai harmonisasi kehidupan. Langkah Sri Hadhy adalah sebuh ritme. Sebuah garis, sebuah komposisi, juga paduan warna-warni yang harmoni. “Saya ingin membagi kebahagiaan kepada orang lain. Dengan lukisan saya, dengan ekspresi saya. Karena saya percaya, segala keberhasilan ini adalah berkat bantuan tangan-Nya. Tangan Tuhan…”
KOMPAS

Rabu, 18 Jul 2007
Halaman: 32
Penulis: ksp
Nama & Peristiwa
Sri Hadhy
PELUKIS “DEPLU”

Pelukis Sri Hadhy (64), yang pernah bermukim di Belanda selama
12 tahun, menggelar pameran bersama enam muridnya di Galeri 678,
Kemang, Jakarta Selatan, hingga akhir Juli ini.
“Saya sering disebut sebagai ‘pelukis Deplu’ (Departemen Luar
Negeri). Mungkin karena sejak dulu saya sering berpameran di berbagai
kota di luar negeri dan menginap di rumah staf kedutaan besar
setempat. Rumah dan makan jadi gratis. Kalau tidak begitu, saya
enggak sanggup,” tutur Sri Hadhy di sela-sela pameran lukisan Pitoe
Ratoe, Minggu (15/7).

Selain punya galeri di kawasan Jakarta Selatan, Sri Hadhy juga
memiliki sekitar 100 murid. Mereka yang belajar melukis padanya
berasal dari berbagai kalangan, mulai dari artis sampai dokter.
“Kini makin banyak orang yang suka melukis,” kata ayah dua anak
itu.

Dia juga bercerita, salah satu lukisannya yang dipamerkan di
Tunisia tahun 1976, pada tahun 1996-atau 20 tahun kemudian, masuk
katalog lelang di Singapura. Agustus mendatang Sri Hadhy juga akan
menggelar pameran lukisan untuk memperingati 50 tahun Kedutaan Besar
Republik Indonesia (KBRI) di Vientianne, Laos.
Setelah itu, pada 2008 ia berencana berpameran di Hanoi, Vietnam.
(KSP)

FOTO di blog ini foto saya bersama pelukis Sri Hadhy di rumahnya (bawah). Terima kasih untuk Bu Sri yang mengambil foto ini. Dan foto saya bersama Sri Hadhy di Galeri 678 Kemang Selatan (atas). Terima kasih untuk Pak Azis Muslim (pemilik lisensi jins Lois di Indonesia) yang mengambil foto ini.

Iklan

2 responses to “Nama dan Peristiwa: Sri Hadhy

  1. Bung Adhi, setiap posting terbaru anda cuma muncul judulnya saja di http://jurukabar.blogspot.com. Itu karena dalam menu SETTING>>SITE FEED, anda memilih SHORT, bukan FULL. Saya kira, calon pembaca blog anda dari JURU KABAR akan lebih tertarik bila tahu ringkasan atau lead dari posting anda terlebih dulu. Terima kasih.

    http://jurukabar.blogspot.com

  2. Mas adhi boleg tahu lebih detail Gallery 678 keamng patokannya sebelah apa ya….thanks ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s