Dalam Kenangan: Taufik Savalas, Hidupnya Seimbang Antara Mencari Uang dan Aksi Sosial


KOMPAS

Jumat, 13 Jul 2007

Halaman: 1

Penulis: R. Adhi Kusumaputra

Dalam Kenangan
TAUFIK SAVALAS, HIDUPNYA SEIMBANG
ANTARA MENCARI UANG DAN AKSI SOSIAL

Oleh R Adhi Kusumaputra

Taufik Savalas sudah pergi. Komedian yang meraih sukses dari
bawah ini sangat peduli kepada anak yatim piatu dan kegiatan sosial
keagamaan. Ia acap memilih ikut kegiatan sosial ketimbang pentas.

“Masak sih terus-terusan mencari duit?” ungkap Taufik Savalas,
seperti diceritakan rekannya, komedian Denny Chandra, yang sangat
tahu perjalanan karier Taufik Savalas sejak tahun 1989.

Denny yang dikenal sebagai personel Project P itu menilai Taufik
Savalas memiliki keseimbangan hidup. “Pernah suatu hari ia punya dua
jadwal acara sosial dan acara komersial. Taufik lebih memilih acara
sosial. Saya tanya mengapa ia memilih itu, Taufik hanya
menjawab, ‘Masak terus-terusan mencari duit?’ Mungkin karena itu
pula, rezeki Taufik selalu mengalir,” cerita Denny kepada Kompas,
Kamis (12/7).

Denny Chandra termasuk artis yang hadir di masjid di perumahan
Vila Ilhami, Karawaci, Tangerang, untuk mendoakan kolega mereka,
Taufik Savalas, yang meninggal dunia, Rabu malam, akibat kecelakaan
lalu lintas di Jalan Raya Yogyakarta-Purworejo, Kilometer 13, Desa
Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Denny melihat sosok Taufik sebagai seorang yang bersahaja.
“Hidupnya apa adanya, tidak berlebihan, seimbang antara mencari uang
dan aktif dalam kegiatan sosial keagamaan. Popularitas dan
bertambahnya pendapatan tidak membuat Taufik berubah. Ia tetap
Taufik seperti dulu,” ungkap Denny.

Taufik aktif di Masjid Vila Ilhami, Tangerang, dekat tempat
tinggalnya. Ia menyisihkan sebagian pendapatan untuk kegiatan sosial
keagamaan.

Taufik memang tidak berubah. Ketika rezekinya terus mengalir, ia
tetap ingat kepada Allah yang memberinya rezeki. Ia mengembalikan
sebagian yang diperolehnya untuk anak yatim piatu. Ia selalu ingat
masa lalunya yang susah saat hidup di kawasan Jembatan Lima, Jakarta
Barat. Untuk mempertahankan hidup di Ibu Kota, Taufik pernah menjadi
pengamen dan kondektur.

“Rasa sosialnya tinggi. Ketika kami pergi bersama ke Eropa, ia
tidak pernah mau tidur di tempat tidur. Alasannya, agar dia selalu
ingat orang kecil, seperti masa lalunya,” kata Ruhut Sitompul, yang
mengantar Taufik hingga ke peristirahatan terakhir di Kompleks
Pemakaman Syekh Tubagus Ahmad, Serang, Banten, tempat leluhurnya
dimakamkan.

Istri Taufik, Rina Rosdiana, sempat pingsan ketika jasad suaminya
menyatu dengan tanah. Taufik meninggalkan istri dan dua anak, M
Abizard dan Adinda Fatimah.

Dewan Pembina Pengurus Artis Komedi Indonesia Agum Gumelar dan
Erman Suparno menyempatkan hadir di masjid, bersama-sama mendoakan
arwah Taufik Savalas, yang bernama asli Mochammad Taufik tersebut.
Agum Gumelar mengenal Taufik sejak ia menjadi Komandan
Kopassus. “Yang paling saya ingat, Taufik lebih memilih hadir dalam
acara yang saya gelar daripada pentas yang pasti menghasilkan banyak
uang untuknya. Taufik memilih hadir bersama saya. Itu membuat saya
terkesan kepadanya,” kata Agum, yang menilai Taufik seorang artis
sukses yang merintis karier dari bawah.

Artis Melly Zamri belajar banyak dari Taufik Savalas, terutama
bagaimana bisa survive dalam dunia entertainment. “Taufik memberi
banyak ilmu bagaimana tetap bertahan dan stabil, tak kehabisan ide,”
katanya.

Melly mengagumi Taufik sebagai seorang komedian natural, yang
bisa berperan sebagai penari sampai politisi. Komedian kelahiran 9
Juni 1966 itu pernah berperan sebagai Presiden Republik BBM di salah
satu stasiun televisi swasta.

Artis Sophie Navita melihat Taufik Savalas sebagai sosok yang
selalu ceria, tak pernah kelihatan stres menghadapi persoalan dalam
pekerjaannya. Devi Permatasari mengaku tak pernah bisa marah kepada
Taufik karena dia selalu ceria dan suka bercanda.

Pernah suatu hari Taufik bercanda bahwa ia meninggal
dunia. “Mendengar kabar itu ibunya menangis, tetapi ternyata ia
bercanda. Ketika mendengar berita meninggalnya Taufik, saya pikir ah
ini bercanda lagi, tapi ternyata benar,” ungkap Sophie.

Seorang rekannya, Tessa Mariska, yang bertemu dengan Taufik tiga
hari lalu di sebuah kafe di Plaza Senayan, Jakarta, menceritakan,
Taufik pernah mengatakan, “Saya beberapa kali tabrakan. Nanti kalau
saya tabrakan lagi, mungkin itu yang terakhir.”

Taufik pernah mengalami kecelakaan lalu lintas pada Februari
2003 di Jalan Tol Tomang-Tangerang.

“Shooting” iklan
Kecelakaan yang menewaskan Taufik Savalas terjadi hari Rabu pukul
21.15, saat truk pasir dengan nomor polisi B 9832 AA hendak
mendahului truk di depannya. Truk itu menghantam Kijang B 2089 QH
berisi rombongan Taufik, yang datang dari arah yang berlawanan.
Taufik sedang dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Purbalingga, Jawa
Tengah.

Taufik Savalas bermaksud shooting iklan produk sabun mandi di
Purbalingga Kamis pagi. Ia berangkat bersama rombongan, tiga mobil
beriringan dari Yogyakarta dan berencana menginap di Purwokerto.
Mobil yang ditumpangi Taufik berada paling depan.

Selain Taufik Savalas, produser iklan, Suharsono (50), dan
pengemudi Kijang, Khairudin (37), juga tewas dalam kecelakaan itu.
Dua penumpang lain, Indah Rizqoh (25) dan Andriano Oktaviano (31,
manajer Taufik) luka-luka. Sopir truk pasir, Sumanto, ditahan di
markas Kepolisian Resor Purworejo.

“Sumanto mengaku rem truknya blong, tetapi kami masih selidiki,”
kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Purworejo Ajun Komisaris Daniel
M.

Peristiwa ini menambah deretan kecelakaan lalu lintas sepekan
ini, yang melibatkan bus wisata SMP Islam Ar-Ridho, Depok, bus
rombongan piknik Yayasan Al Amanah, Perumnas II Karawaci, Tangerang,
serta tabrakan bus di Pusakanagara, Subang.
(NTA/PRA/EGI)

Foto Kompas/Adhi Kusumaputra
Jenazah Taufik Savalas setelah disembahyangkan di masjid di Vila
Ilhami, Karawaci, Tangerang, Banten, Kamis (12/7) siang, dibawa
ke Serang, Banten, untuk dimakamkan. Jenazah komedian itu diantar
oleh ribuan warga, termasuk para artis Ibu Kota.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s