Komentar Pembaca Blog (16)

Komentar Pembaca Blog Adhi Ksp (16)

Jangan Biarkan Kelestarian Kepulauan Seribu Terancam!

(1) Aboejoewono Aboeprajitno has left a new comment on your post “14 Pulau di Kepulauan Seribu Tercemar“:
Dear Bang Adhi
Setelah membaca dan mengikuti kisah Anda dengan sensasi diving di Kep.Seribu, saya jadi teringat masa ketika Anda intens sekali mengejar saya untuk persoalan pulau Bira sekitar tahun 96an barangkali ya?

Ketika itu, tidak sekalipun Anda berkesempatan untuk dapat mengikuti peninjauan dan pembahasan mengenai status pulau itu bersama saya di lapangan; walaupun ada kesempatan lebih dari sekali bersama kelompok wartawan semasa itu, bahkan ada 2 rekan wartawan yang menikah sesudah kunjungan ke pulau Seribu (berkah untuk mereka; sayang, saya sudah lupa antara siapa dengan siapa, tetapi kalau tak salah yang pria dari Republika ; semoga mereka senantiasa berbahagia).

Setelah sekian tahun berlalu, ketika beberapa hari yang lalu tanggal 5 Juni adalah hari lingkungan hidup, issue keadaan Pulau Seribu ditinjau dari aspek persampahannya menjadi sangat mengemuka. Rupanya bukan hanya pencemaran laut dengan limbahan minyak saja yang mempengaruhi (refer pada tulisan Anda : 14 Pulau di Kepulauan Seribu Tercemar) melainkan sampah darat yang datang setidaknya dari 3 bagian propinsi Banten,DKI Jakarta dan Jawa Barat-pun mempunyai kontribusi yang signifikan terhadap semakin parahnya pencemaran laut yang telah terjadi.

Jadi, adakah dari kita semua yang melihat kondisi pencemaran air laut itu setelah sekian lama bukannya semakin menjadi lebih baik, melainkan bahkan lebih parah daripada masa lalu? Apa yang salah dan bagaimana seharusnya kita semua menyikapi kondisi seperti itu?

Beruntung bahwa bang Adhi masih bisa menyelam di lokasi yang dikenal sebagai daerah zona-inti; tetapi apakah ancaman kelestarian lingkungannya pada masa mendatang dapat juga berpengaruh kesini, bila tidak ada action apapun yang diambil dari sisi darat maupun di laut dan pulau-pulaunya sendiri?

Saya ingin ulasan atau pandangan bang Adhi terhadap tulisan yang telah dikemukakannya terutama untuk bisa menjawab pertanyaan pada 2 alinea sebelum ini.

Saya sendiri rasanya sudah bertahun-tahun tidak “melaut”, tapi sempat berdialoog dengan Wabup. Kepulauan Seribu dengan segala masalah dan konsep penanganannya. Nah, mereka yang di darat dan berada di batasan regional itu, bagaimanapun juga berperan untuk bisa mengatasinya. Jangan biarkan kelestarian Pulau Seribu ini dalam keadaan terus terancam, karena sebagian potensinya setidaknya juga sudah dinikmati oleh bang Adhi!

Salam,
Aboe

Catatan KSP: Dear Pak Aboe, tentu saja saya masih ingat pernah ke Kepulauan Seribu tahun 1996 bersama Bapak, saat masih bertugas di Balai Kota DKI Jakarta. Ketika saya datang lagi ke Kepulauan Seribu tahun 2007, sampah-sampah terlihat jelas di perairan Kepulauan Seribu. Siapa yang bertanggung jawab atas banyaknya sampah dan limbah di perairan utara Jakarta ini? Kalau dibiarkan, Kepulauan Seribu yang saat ini sekarat, bakal mati. Salam, Adhi Ksp

Tulisan Pasar Flohmak Menarik

(2) widi has left a new comment on your post
Mas Adhi,
Tulisannya menarik, mohon ijin saya link di www.serpong.org ya..
Thanks
Widi

Catatan KSP: Dear Widi, silakan saja Anda me-link-kan tulisan itu ke website Anda. Salam hangat, Adhi Ksp

Blog Ini Bermanfaat untuk Masyarakat

(3) Ki Dyoti has left a new comment on your post

Wah, Blog anda bermanfaat utk masyarakat, apalagi yg berdomisili di sekitar BSD, saya di Vila Pamulang, mas.

Suatu saat kita jumpa di Flohmart.

BTW saya menjual lukisan2 baru dan kuno serta gemstones.

Apa anda bisa bantu informasi, bagaimana cara ikutserta di Flohmart dan menghubungi siapa (no HP,TLPnya).

Thanks,

Ki Dyotiemail

Catatan KSP: Dear Ki Dyoti, nomor kontak pengelola Pasar Flohmak adalah Winarto A Rasul, telepon Flexi 021-70316671. Semoga bermanfaat. Salam hangat, Adhi Ksp

Suka Tulisan Adhi Ksp di Kompas

(4) Heru Widodo

halo mas adhi,saya salah satu penyuka tulisan mas adhi di kompas.
kapan2 kalo ada waktu boleh ketemu.
kebetulan saya ada di jakarta.
thx u

Heru Widodo heru.widodo@gmail.com

Catatan KSP: Dear Heru, terima kasih atas perhatian dan komentar Anda. Boleh juga jika Anda ingin “kopi darat”, bertemu muka dengan saya, bisa kita atur lagi waktunya. Salam hangat, Adhi Ksp

Tanya Wawa Sulaeman “Paris Van Java”

(5) Yasha Chatab

Aku baru baca tulisan mas Adhi ttg Paris Van Java..

Punya contactnya Wawa Sulaeman ngga Mas?

Terimakasih

Yasha ChatabManager / Publicist of Maylaffayza

0855 88 92742 / 021 926 52895

Catatan KSP: Dear Yasha, nomor kontak Wawa Sulaeman, pemilik Paris Van Java Bandung, akan saya sampaikan melalui japri. Salam untuk Maylaffayza. Salam hangat, Adhi Ksp

Surat dari Seto

(6) Seto

Seto has left a new comment on your post

Hello Adhi, Nggak sengaja nemu Blog-mu.
Please visit http://lebdoto.net/
Salam,
Seto
(masih ingat nggak ?)

Catatan KSP: Dear Seto, saya masih ingat pertemanan kita di Bandung, long long time ago. Terima kasih sudah singgah dan membaca blog ini. Salam hangat, Adhi Ksp

Pengalaman Menulis di Daerah Konflik

(7) Pepih Nugraha

Pagi, Dhi… apa kabar? Makin asyik aja blognya ya, main banyak pengunjungnya. Selamat deh.

Dhi, saya mau minta sedikit coret2an Adhi untuk blog saya http://pepihnugraha.blogspot.com mengenai pengalaman Adhi meliput daerah konflik di Kalbar, sekaligus tips-tips ringan buat penulis pemula. Blog saya misinya kan mengajak orang lain sama-sama menulis. Saya memberi pengantar sedikit tentang Adhi di atas tulisan Adhi nanti, plus alamat blog Adhi tentunya. Pengantar itu secara garis besar begini:

ADHI KSP, WARTAWAN SEGALA CUACA

Adhi KSP adalah satu dari sekitar 250 wartawan Kompas. Ia sudah banyak makan asam garam di berbagai jenis liputan, di berbagai wilayah, termasuk wilayah Sampit-Sanggau Ledo yang berdarah-darah, saat kondlik etnis Madura-Dayak merebak. Ia termasuk wartawan yang “cepat kaki ringan tangan”, tidak pernah menoak tugas. Ditugaskan dimana pun jadi.

Saya pribadi mengenail Adhi KSP sejak masih mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi. Waktu itu, tahun 1988-an, Adhi yang di Kompas berinisial KSP, sudah menjadi calon koresponden (cakor), satu tingkatan yang berlaku di Harian Kompas sebelum mendapat brevet menjadi wartawan Kompas. Untuk mendapat brevet itu tidaklah mudah. Perlu merambah sejumlah wilayah.

Waktu masuk Jakarta dan ditempatkan di seputar Tangerang, Adhi tercatat sebagai wartawan lapangan yang “berpenghasilan paling banyak” alias paling “kaya”. Soalnya Adhi wartawan yang sangat-sangat rajin dan produktif.

Baginya, apa saja bisa menjadi berita dan menarik dibaca. Semangatnya luar biasa besar untuk menghasilkan karya tulis. Waktu itu sebelum mendapat gaji tetap, penghasilan wartawan diukur dari banyaknya tulisan, juga kualitas tulisan. Kalau tulisannya bisa “leading” terus di halaman satu, jelas penghasilannya semakin banyak.

Tidak heran kalau pada masa itu (1990-an) gaji awal wartawan sekitar Rp 500.000/bulan, Adhi bisa berpenghasilan lebih dari Rp 2 juta/bulan! Sebagai wartawan yang pernah ditugaskan di daerah konflik, Adhi punya pengalaman khusus yang akan ia ceritakan buat sahabat semua di bawah ini…

Ya, kira-kira seperti itulah Dhi. Saya tunggu tulisannyaya, foto Adhi saya sudah punya, tinggal tempel saja!

Pepih Nugraha

Catatan KSP: Dear Pepih, terima kasih sudah kasih kesempatan menulis di blogmu, Cuma ada koreksi sedikit, saya meliput kerusuhan etnis Sambas (Kalimantan Barat) tahun 1999, konflik antara Melayu dan Madura (bukan Dayak dengan Madura). Karena itulah mengapa etnis Madura harus keluar dari Sambas karena mereka tak punya tempat berlindung lagi. Selanjutnya bisa dibaca di http://pepihnugraha.blogspot.com/search/label/Adhi%20KSP
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s