Jakarta Highland Gathering, Cara Lain Berteman

Hari Minggu 3 Juni 2007 lalu, saya menyaksikan gathering terbesar kaum ekspatriat dan orang asing di Imperial Klub Golf, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten. Gathering yang sudah berlangsung selama 30 tahun itu adalah Jakarta Highland Gathering. Yang tetap muncul setiap tahun adalah sang penggagas sekaligus pelaksana, Gordon Benton, orang Skotlandia, arsitek sejumlah kawasan di Indonesia.

Duta Besar Inggris Charles Humfrey termasuk salah satu orang yang bangga dengan penyelenggaraan Highland Gathering di sini. Menurutnya, ini merupakan pesta Highland terbesar di luar Skotlandia. Atau Highland Gathering terbesar di kawasan Asia.
Hasilnya kemudian dimuat di halaman 26 Metropolitan KOMPAS, Senin 11 Juni 2007.

KOMPAS
Senin, 11 Jun 2007
Halaman: 26
Penulis Adhi Kusumaputra

Perkumpulan
“JAKARTA HIGHLAND GATHERING”, CARA LAIN BERTEMAN

Robert Garven (80), orang Skotlandia yang baru kali pertama
datang menikmati acara “Jakarta Highland Gathering” di Imperial
Klub Golf, Lippo Karawaci, Tangerang, tampak tersenyum puas. “Ini
acara highland gathering paling meriah yang pernah ada, di luar
Skotlandia,” kata Garven yang tampak masih bugar itu kepada Kompas,
Minggu lalu.

Garven sengaja terbang dari Skotlandia lalu Inggris ke Jakarta
hanya untuk mengikuti “Jakarta Highland Gathering” ke-30, pesta
keluarga bangsa-bangsa yang digelar sejak tahun 1975. Pesta keluarga
Skotlandia itu kemudian berkembang menjadi keluarga bangsa-bangsa
karena “Jakarta Highland Gathering” kini diikuti orang asing dari
berbagai bangsa dan negara.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Charles Humfrey merasa bangga
dengan “Jakarta Highland Gathering” yang digelar secara rutin di
kawasan Lippo Karawaci, Tangerang, ini. “Selalu meriah, selalu
berkesan,” kata Humfrey yang sudah dua tahun bertugas di Indonesia.
Highland gathering memang pesta orang Skotlandia.
Di berbagai negara di dunia, di mana ada orang Skotlandia bermukim, acara sejenis ini digelar. Di Indonesia, acara ini digagas oleh Gordon Benton (75),
arsitek yang membangun “kota” Lippo Karawaci tahun 1975.
Setelah itu, setiap tahun acara ini digelar dan hingga tahun 2007
hanya dua kali tidak diadakan, yaitu tahun 1998 dan 2003.

Peserta “Jakarta Highland Gathering” ke-30 ini datang dari
Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Hongkong, Australia, Selandia
Baru, Inggris, Swedia, dan Jepang, selain dari Indonesia tentunya.
Jumlah orang Skotlandia di Jakarta sekitar seribu orang,
sedangkan di seluruh Indonesia mencapai 2.000-an orang. Di tanah
leluhurnya sendiri, di Skotlandia, jumlah warga Skotlandia sekitar 5
juta orang, tetapi di seluruh penjuru dunia jumlahnya mencapai 10-an
juta.

Salah satu hal yang menarik, bagaimana “Jakarta Highland
Gathering” mampu bertahan hingga digelar sampai tahun ke-30 pada
tahun 2007 ini? Gordon Benton, penggagas dan pelaksana “Jakarta
Highland Gahtering”, memiliki koneksi dan jaringan yang luas. Bukan
hanya antarwarga Skotlandia, tetapi juga kalangan ekspatriat di
Indonesia.

Oleh karena itu, pada setiap tahun sponsor penyelenggaraan acara
ini selalu ada. Semua keuntungan yang diperoleh dalam acara ini
disumbangkan ke yayasan panti asuhan dan sejumlah sekolah.
(Adhi Kusumaputra)
FOTO di blog ini, kastil buatan (bawah), peserta pipeline and drums (tengah) dan Gordon Benton (ketiga dari kanan) dan Dubes Inggris Charles Humfrey (keempat dari kanan), foto paling atas. Foto-foto oleh R Adhi Kusumaputra/Kompas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s