Gaya Hidup: Bangun Jaringan di Klub Eksekutif

Klub-klub eksekutif dan eksklusif di Jakarta tidak banyak jumlahnya. Salah satu klub terbaru dengan desain modern minimalis adalah The Commerce Club di penthouse lantai 20 Wisma Bakrie 2, Kuningan, Jakarta Selatan, yang pada hari Jumat 15 Juni, resmi dibuka (grand opening).
Klub eksekutif ini dikelola jaringan Aston International. Hasil liputan ini, dimuat di Harian KOMPAS, Sabtu, 09 Jun 2007, Halaman: 26.

BANGUN JARINGAN DI KELAB EKSEKUTIF

Oleh R Adhi Kusumaputra

Di mana kaum profesional, pengusaha, atau pebisnis berkumpul atau
kongko-kongko di Jakarta? Ternyata mereka lebih suka bertemu di kelab-
kelab eksekutif untuk kalangan terbatas (membership by invitation
only). Di tempat ini tak sembarangan orang bisa datang.

Kelab-kelab eksekutif di Jakarta tidak terlalu banyak. Sebut saja
Mercantile Club di penthouse Wisma BCA, yang berusia 20 tahun, hingga
kini masih berkibar. Anggota kelab pribadi ini umumnya pebisnis,
pengusaha, dan profesional yang duduk di kursi puncak serta para
ekspatriat. Beragam acara seperti business forum luncheon digelar
secara rutin agar anggota kelab mendapat banyak manfaat.

Pesta dansa seperti rock ‘n roll memeriahkan suasana pada hari-
hari tertentu, seperti yang digelar Mercantile Athletic Club di
penthouse dan Lantai 18 Gedung World Trade Center, Jalan Sudirman.
Kelab eksekutif semacam ini dilengkapi dengan restoran berkelas,
mengingat tetamunya bukan orang sembarangan.

Kelab lainnya, Financial Club, di Lantai 27 dan 28 Graha Niaga,
Jalan Sudirman, Jakarta, juga menawarkan eksklusivisme bagi para
anggotanya. Seperti halnya dengan kelab-kelab lainnya, Financial Club
juga memiliki restoran, tempat para anggota menikmati makan pagi,
siang, dan malam.

Jakarta American Club di Wisma BNI 46 Jalan Sudirman memiliki
lebih banyak ekspatriat sebagai anggotanya, sama halnya dengan Club
Azur di Kemang Jakarta. Adapun anggota Bimasena Club umumnya mereka
yang bergerak di perusahaan minyak multinasional. Di Bali, sebuah
kelab baru yang menjadi primadona kaum ekspatriat adalah Canggu Club.

“Teleconference” dan wi-fi
Tahun 2007 ini, sebuah kelab eksekutif terbaru, The Commerce
Club, di Lantai 20 Wisma Bakrie 2, muncul sebagai kelab berdesain
modern minimalis. Anggotanya? Sebagian wajah baru, tapi sebagian lagi
wajah lama yang juga anggota kelab-kelab eksekutif yang lebih dulu
ada.

Kelab-kelab ini mempunyai reciprocal club di luar negeri, mulai
dari city club, country club, sampai golf club sehingga banyak
anggota kelab dari berbagai negara di dunia memanfaatkan fasilitas
kelab eksekutif dan eksklusif di Jakarta. Bahkan tak jarang, politisi
bertemu dengan pebisnis secara rahasia, atau pebisnis bertemu dengan
birokrat diam-diam, tanpa diketahui pers, di kelab-kelab seperti ini.

The Commerce Club, seperti halnya kelab-kelab sejenis, memiliki
ruang rapat yang dilengkapi fasilitas teleconference dan fasilitas wi-
fi yang memudahkan pebisnis mengakses internet. “Tiga ruang rapat
ini bisa dibuka menjadi satu ballroom,” kata Director Membership The
Commerce Club Soraya Zanoe, dalam percakapan dengan Kompas, Jumat
(25/5) lalu.

Yang membuat The Commerce Club berbeda adalah desain interiornya
lebih modern dan minimalis. Ini berbeda dengan kelab-kelab serupa
yang lebih menonjolkan nuansa klasik. “Wajar kalau The Commerce Club
dicari pebisnis karena kami merespons kebutuhan mereka yang butuh
fasilitas teleconference dan wi-fi di lokasi ini,” kata Corporate
Public Relations Manager Aston International Hotel and Resorts
Marlene Frans, perusahaan yang mengelola kelab ini.

M Hasan, Presiden Komisaris Bank Multicor, kepada Kompas
mengungkapkan, dia memang anggota sejumlah kelab eksekutif di
Jakarta. “Saya lebih suka bertemu klien di club seperti ini karena
privasi lebih terjaga dibandingkan jika kami bertemu di hotel bintang
lima,” kata Hasan. Dia mengaku lebih afdol mengajak kliennya makan
pagi atau makan malam di restoran di kelab, sambil membicarakan
perkembangan bisnis.

P Lubis, Direktur PT Bumi Pasific Resources, menambahkan, kelab-
kelab eksekutif seperti ini sangat bermanfaat bagi pebisnis,
pengusaha, untuk saling bertemu. P Lubis, anggota The Commerce Club
dan Mercantile Club ini, mengakui bahwa pertemuan dengan klien di
kelab yang menjaga privasi, akan lebih baik dibandingkan di hotel.

Pendapat dua pebisnis ini dibenarkan oleh James Weston, anggota
sejumlah private club di Jakarta dan Bali. Pengusaha yang bergerak di
bidang media ini datang ke The Commerce Club karena suasana di kelab
yang baru dibuka itu lebih trendi, lebih segar, lebih nyaman.

Pengamat kehidupan kelab eksekutif ini berpendapat kebutuhan
menjadi anggota kelab pribadi, seperti Mercantile dan The Commerce
Club, karena anggota kelab umumnya bagian dari komunitas bisnis, yang
mencari peluang dan membangun jaringan di kelab-kelab seperti ini.
Deal-deal bisnis bisa jadi dilakukan dalam pertemuan di kelab
eksekutif dan eksklusif.

Pengelola kelab acapkali menggelar berbagai acara mulai dari
forum bisnis saat makan siang dengan mengundang ekonom sampai pada
pesta yang menyenangkan seperti salsa party atau rock and roll party.

FOTO di blog ini suasana di The Commerce Club, klub eksekutif terbaru di Jakarta, oleh R Adhi Kusumaputra/KOMPAS

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s