Viva KSP, Viva No 2

Viva KSP, Viva No 2

oleh Imam Prihadiyoko

Singkatnya, sebenarnya aku sudah lelah dengan kondisi PKK-KOMPAS. Pernah jadi pengurus, satu periode di era Mas Wis dan TRA, merupakan pengalaman berharga. Sejak mahasiswa, sudah terbangun kesadaran bahwa buruh memang harus berserikat, karena setelah lulus dalam era kapitalisme hanya dua pilihan yang mungkin, jadi buruh atau pengusaha, karena aku tidak mau jadi lumpen (baik lumpen proletar maupun lumpen borjuis) tetapi belum bisa jadi pengusaha, maka aku harus belajar berserikat. Mungkin jaman menuntut pola pengorganisasian buruh yang berbeda dari pola Mas Wisudo.

Lima program kang GUN sangat luar biasa, tidak jauh dengan program PKK periode SAH-WIS atau sebelumnya. Di periode PKK lalu, aku dengan senang hati akan menyokong program semacam itu. Tapi, apa gak kecapekan, melihat kondisi KOMPAS yang menurut sejumlah teman dan senior disini mulai bergerak kearah faksi yang berat pada pasar, yang membawa implikasi pada logika pasar bebas lainnnya Apa yang dituntut kang GUN, berpretensi mirip dengan gerakan Mas Wisudo, sebuah gerakan yang aku dukung. Mungkin soal cara akan berbeda, tetapi pada satu titik pasti bisa menyinggun kepentingan KOMPAS.

Itu sebabnya saat ini, bagi aku amat menarik apa yang dikampanyekan KSP. Mari kita hidup dan menikmati kehidupan sebagai pekerja KOMPAS :):)Panjang Umur KOMPAS, terpilihlah KSP.

Mengapa Aku pilih KSP, padahal tadinya acuh :1) KSP, diera kemelut ini mendorong rekan karyawan kreatif mencari tambahan uang susu anak, sepanjang tidak bertentangan kode etik jurnalistik. Kalau semua punya tambahan, maka tidak akan usil dengan gaji di Kompas :), tidak akan usil dengan urusan klaim-klaiman di kantor yang sering membuat orang malas ngurusnya, tidak usil dengan DLK/DLN termasuk tentu tidak bingung seperti mas MBA, karena bisa nalangi dulu pembelian genset kecil 900 watt seharga Rp 600.000 (buat KOMPAS sih tidak ada artinya) pokoknya saya SAMI’NA WA’ATHOK NA, pada KIAI “KOMPAS”

2) Penitipan anak, wah itu pernah aku harapkan sejak punya anak kecil yang harus ditinggal dirumah selama bekerja. Krn bayar baby sitte yang baik sekarang Rp 700.000.

3) Hehehe jalur kereta khusus dari BSD (stasiun Rawa Buntu – Palmerah), lagi dinegosiasikan dengan HATTA Radjasa kalau tidak digeser or diganti. Pembicaraan awal, dah setuju stasiun Rawa Buntu tidak ditutup. Soal kereta khusus hehehehe

4) Paling penting, mari nikmati hidup di KOMPAS dengan rasa syukur, Bersyukurlah bahwa kita masih punya pekerjaan yang bisa menghidupi anak Istri, bahkan mungkin orangtua kita. ALHAMDULILLAH, kita masih bisa menyumbangkan sebagian dari penghasilan kita pada kaum dhuafa, karena sedekah merupakan salah satu kunci keberkahan rejeki.

5) Terima kasih untuk dukungannya pada KSP ! ! !

MAM,
Cantrik KIAI “Kompas”

Catatan: ini bagian dari kampanye kandidat Ketua PKK 2007-2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s