Seandainya KRL AC Berhenti di Rawabuntu…

KOMPAS
Metropolitan
Sabtu, 07 April 2007


Perkeretaapian
Seandainya KRL AC Berhenti di Rawabuntu…

Rawabuntu adalah nama kelurahan di Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang. Di wilayah ini terdapat sebuah stasiun kereta api yang bangunannya sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.

Pada masa lalu, Stasiun Rawabuntu berperan penting karena banyak kereta barang mengangkut pasir dari Tangerang ke Jakarta untuk pembangunan Ibu Kota. Pada masa kini, Stasiun Rawabuntu juga berperan besar bagi warga Rawabuntu, Serpong, dan sekitarnya.

Meskipun saat ini hanya kereta ekonomi yang berhenti di Stasiun Rawabuntu, cukup banyak warga yang enggan naik mobil atau motor, menggunakannya untuk pergi ke Jakarta dan sebaliknya. Ini terlihat dari jumlah mobil dan motor yang diparkir di dekat Stasiun Rawabuntu setiap hari kerja. Jumlah mobil hampir 20, sedangkan jumlah motor lebih dari seratus unit.

“Naik kereta api (KA) dari Stasiun Rawabuntu ke Tanah Abang hanya butuh waktu 45 menit. Kalau saya naik angkutan umum, dari Serpong ke Senayan butuh waktu dua setengah jam. Naik mobil sendiri bisa sampai satu jam atau satu setengah jam. Selain itu ongkosnya pun murah. Jadi, kereta memang alternatif angkutan ke Jakarta yang paling praktis, murah, dan cepat,” kata Edi Rohedi, warga Rawabuntu.

Karena itulah, ketika terbetik berita bahwa Stasiun Rawabuntu akan ditutup, masyarakat pengguna jasa KA bereaksi keras. Spanduk dan poster pun dipasang di dinding stasiun itu, yang intinya menolak rencana PT KA menutup Stasiun Rawabuntu menjelang peresmian penggunaan rel ganda jalur Tanah Abang-Serpong.

Eko Wardoyo, pengguna jasa KA, mengungkapkan, dalam sehari jumlah penumpang KA yang membeli tiket dan berangkat dari Stasiun Rawabuntu mencapai 700 orang. Ini belum termasuk mereka yang membeli tiket bulanan, sekitar 200 orang.

Bayangkan apabila PT KA memaksimalkan pengoperasian Stasiun Rawabuntu, dengan KRL AC berhenti di stasiun ini. Maka, Stasiun Rawabuntu akan menjadi primadona bagi warga perumahan yang tinggal di BSD, Villa Melati Mas, Villa Serpong, Kompleks Puspiptek, Perumahan Astek, dan berbagai perumahan di Pamulang, Ciputat, bahkan sampai Parung, Bogor.

Mengapa primadona? Stasiun Rawabuntu saat ini dikelilingi kawasan perumahan, yang sebagian besar penghuninya bekerja di Jakarta. Saat ini memang sudah ada akses jalan tol Serpong-Jakarta. Namun, itu lebih memudahkan mereka yang memiliki kendaraan pribadi. Sementara itu, transportasi massal yang seharusnya dapat dinikmati masyarakat semua lapisan di wilayah ini belum maksimal.

Akhirnya batal ditutup
Kepala Seksi Operasi PT KA Daerah Operasi I Afianto akhirnya menyatakan Stasiun Rawabuntu tidak akan ditutup. “Pemerintah sudah mengeluarkan dana Rp 400 miliar untuk proyek rel ganda Tanah Abang-Serpong ini. Pemerintah tidak akan merugikan masyarakat pengguna jasa KA,” kata Afianto.
Kepala Humas PT KA Daop I Akhmad Sujadi menambahkan, PT KA akan menggeser lokasi Stasiun Rawabuntu sekitar 500 meter ke arah Jakarta.

Meskipun secara formal hal ini harus disampaikan ke Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Departemen Perhubungan, kabar baik ini disambut gembira oleh masyarakat pengguna jasa KA. (R. Adhi Kusumaputra)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s