Selamat Datang Tangerang Selatan


Pengantar
Kota Tangerang Selatan akan menjadi kota otonom baru. Saat ini masih dalam proses di DPRD Provinsi Banten, selanjutkan di Depdgari. Pusat pemerintahan sudahditetapkan di Ciputat, namun pusatbisnis dan perdagangan bisa jadi di Serpong! Sekarang masih ditelaah secara akademis. Jadi nantinya antara pusat pemerintahan dan pusat bisnis/perdagangan Kota Tangerang Selatan tidak dijadikan satu. Kita harapkan prosesnya cepat dan Kota Tangerang Selatan segera terwujud! (KSP)

KOMPAS

Metropolitan
Senin, 26 Maret 2007
Kota Otonom Baru
Selamat Datang Tangerang Selatan
R Adhi Kusumaputra

Sudah lama Muklis (41) mengeluhkan jalan menuju rumahnya di belakang kantor Kepolisian Sektor Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, yang rusak parah. “Heran, sudah berbulan-bulan rusak jalan ini belum juga diperbaiki. Padahal itu jalan merupakan alternatif warga dari Serpong menuju Bintaro,” katanya.
Kegundahan Muklis beralasan. Bisa jadi Pemerintah Kabupaten Tangerang belum sempat melihat kondisi jalan rusak itu, karena lokasinya terlalu jauh dari pusat pemerintahan di Tigaraksa, sekitar 40 kilometer dari Serpong.
Hal serupa dialami masyarakat yang tinggal di Ciputat. Mereka juga mengeluhkan kondisi jalan rusak, tetapi pemerintah seakan tidak peduli.
Ciputat sebenarnya milik siapa? Lokasinya berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, namun pejabat Pemerintah Provinsi Banten di Serang dan Pemerintah Kabupaten Tangerang di Tigaraksa agaknya merasa terlalu jauh untuk meninjau daerah Ciputat.
Zarkasih Noor, seorang mantan pejabat negara, bersama sejumlah warga lalu mendirikan Presidium Pembentukan Kota Cipasera. Nama ini merupakan kepanjangan dari nama lima kecamatan yaitu Ciputat, Pamulang, Warga Ciputat, Cisauk, Pamulang, Pagedangan, Serpong, Pondok Aren sepakat menuntut pemerintah membentuk Kota Cipasera, terpisah dari Kabupaten Tangerang. Tapi akhirnya, Pagedangan tidak masuk dan Cisauk hanya diambil enam desa.
Akhirnya pada tahun 2005, Bupati Tangerang Ismet Iskandar menggagas Kota Tangerang Selatan. Gagasan itu kemudian dijabarkan oleh Benyamin Davnie, yang waktu itu Asisten I Pemkab Tangerang. Setelah dilakukan telaah akademis, akhirnya diyakini, berapapun APBD yang ada, jika harus mengurus 3,4 juta jiwa yang tinggal di 26 kecamatan dan 320 desa/kelurahan, sangatlah berat. Padahal Pemkab Tangerang “hanya” memiliki 14 dinas, enam badan, dua kantor, 26 kecamatan, tiga asisten bupati, 10 kepala bagian. Dijajakilah rencana pemekaran wilayah.
“Sudah waktunya wilayah selatan Tangerang dijadikan kota otonom dengankarakteristik sebagai kota jasa dan perdagangan, mengingat mobilitas sosial dan ekonomi sangat tinggi,” kata Davnie dalam percakapan dengan Kompas, pekan lalu.
Asisten I Pemkab Tangerang Mas Iman Kusnandar mengatakan, ada sinergi antara rencana Ismet Iskandar pada tahun 2002 dan tuntutan tokoh masyarakat membentuk Cipasera. Ismet waktu itu menjabat Asisten I, belum Bupati Tangerang, sedangkan Iman Sekretaris DPRD. “Rencana membentuk Kota Tangerang Selatan bukan semata-mata euphoria, tetapi memang kebutuhan,” jelas Iman.
Mengapa namanya Tangerang Selatan, bukan Cipasera? “Ini supaya nama Tangerang tidak hilang,” kata Davnie.
Tujuh kecamatan
Kabupaten Tangerang saat ini luasnya 1.111 km2 atau hampir dua kali lipat dari luas Kota Jakarta. Jumlah penduduk 3,4 juta jiwa tersebar di 26 kecamatan. APBD Kabupaten Tangerang tahun 2007 mencapai Rp 1,7 triliun dan DAU sekitar Rp 500 miliar.
Kota Tangerang Selatan terdiri dari tujuh kecamatan, yaitu Ciputat, Ciputat Timur, Serpong, Serpong Utara, Pondok Aren, dan Setu (pemekaran wilayah dari Kecamatan Cisauk) dengan 49 kelurahan dan lima desa. Dua kecamatan baru hasil pemekaran adalah Ciputat Timur dan Serpong Utara. Jumlah penduduk di tujuh kecamatan itu sekitar satu juta jiwa. Semua wilayah desa akan diubah statusnya menjadi kelurahan.
Batas wilayah Kota Tangerang Selatan ini adalah Sungai Cisadane. Ini berdasarkan kesepakatan Pansus Pemekaran Daerah DPRD Kabupaten Tangerang, Presidium, dan Bupati Tangerang.
Kesepakatan lainnya, pusat pemerintahan Kota Tangerang Selatan berlokasi di kantor eks Kewedanaan Ciputat seluas dua hektar, dan dapat diperluas lagi menjadi empat hektar. Lokasi ini strategis karena berada di tengah-tengah Kota Tangerang Selatan. Letaknya di perbatasan Kecamatan Serpong, Ciputat dan Pamulang, atau sekitar lima kilometer dari jalan tol Serpong-Jakarta lewat Jalan Raya Ciater (yang rencananya akan dilebarkan).
Ihwal calon Ibu Kota Tangerang Selatan, akan dikaji secara ilmiah dan akademis. “Masih ada peluang Serpong jadi ibu kota Tangerang Selatan. Tapi yang pasti, pusat pemerintahan berlokasi di kantor Kecamatan Ciputat sekarang,” jelas Davnie.
Pertengahan Maret lalu, Bupati Ismet Iskandar menyerahkan berkas kelengkapan data pembentukan Tangerang Selatan ke Pemerintah Provinsi Banten untuk dibahas lebih lanjut. Davnie memperkirakan, jika tak ada halangan dan hambatan, paling lambat tahun 2010, Kota Tangerang Selatan sudah beroperasi.
“Tak ada konflik dalam pembentukan Kota Tangerang Selatan ini. Sementara sumber daya manusia untuk pemkot sudah disiapkan. Bahkan Pemkab Tangerang sudah berkomitmen membantu anggaran kota Tangerang Selatan selama dua tahun pertama,” jelas Iman Kusnandar.
Dari mana sumber dana Kota Tangerang Selatan? Davnie memprediksi sumber pendapatan asli daerah (PAD) dan restribusi daerah di Kabupaten Tangerang selama ini, 50 persen akan menjadi PAD Kota Tangerang Selatan. Tahun 2006, PAD Kabupaten Tangerang sebesar Rp 180 miliar. Jika separuhnya, berarti Rp 90 miliar akan menjadi modal PAD Tangerang Selatan. Ini belum termasuk DAU, DAK dan sejenisnya.
Permukiman skala menengah dan besar
Catatan Kompas, sejumlah permukiman skala menengah dan besar akan masuk wilayah Kota Tangerang Selatan. Yaitu BSD, Bintaro, Villa Melati Mas, Alam Sutera, berbagai perumahan di Pamulang dan Ciputat. Ini berarti Kota Tangerang Selatan bisa jadi mirip dengan Kota Depok, yang sebagian besar penghuninya bekerja di Jakarta.
Namun untuk mengantisipasi agar Kota Tangerang Selatan tetap hidup di siang hari, pengembang besar Grup Sinar Mas yang mengendalikan pembangunan di BSD berencana membangun Office Park di Central Business Park (CBD). Direktur PT BSD Rano Jap mengatakan, dalam empat tahun ke depan, akan dibangun 20 gedung jangkung dengan suasana mirip Orchard Road Singapura.
Baik Benyamin Davnie maupun Mas Iman Kusnandar menyambut baik rencana pembangunan Office Park tersebut. “Kami berharap 4.000-an industri menengah dan industri besar yang memiliki pabrik di Kabupaten Tangerang, dan ribuan lainnya di Serang, Cilegon dan sekitarnya, bisa memindahkan kantor pusatnya dari Jakarta ke Office Park BSD,” kata Davnie. “Ini akan lebih praktis dan efisien karena lokasi ini bebas macet dan bebas banjir,” tambah Iman.
Akses ke Kota Tangerang Selatan dapat dicapai dari tol Serpong-Jakarta, tol Tomang-Tangerang, Jalan Raya Puspiptek Serpong, dan Parung Kabupaten Bogor. Saat ini pengembang PT Alfa Goldland Realty yang membangun perumahan Alam Sutera, bekerja sama dengan PT Jasa Marga membangun akses baru ke jalan tol Tomang-Tangerang di Km 15.4. Ini berarti pintu masuk dan keluar relatif dekat dengan gerbang tol Karangtengah. Ini akan memudahkan warga Serpong dan sekitarnya yang akan daerah Jakarta Barat.
Sementara warga yang akan ke daerah Jakarta Selatan, dapat menggunakan jalan tol Serpong-Jakarta, di mana jarak Serpong-Pondok Indah ditempuh hanya dalam 10 menit. Dengan mudahnya akses ke Kota Tangerang Selatan, diharapkan pertumbuhan ekonomi dan jasa di kota baru ini makin cepat.
Kota Tangerang Selatan bahkan diyakini akan menjadi kota baru yang diperhitungkan, bukan sekadar sebagai tempat tinggal. Selain Office Park, pusat perkantoran baru, Tangerang Selatan juga memiliki Taman Tekno, kawasan industri ramah lingkungan.
Tangerang Selatan bakal menjadi kota pendidikan karena memiliki sejumlah universitas ternama. Saat ini Swiss German University (SGU), kelak bertambah Universitas Katolik Atmajaya (20 hektar) dan Universitas Bina Nusantara. Sekolah-sekolah berkualitas seperti Al Azhar, St Ursula, Cikal Harapan, Stella Maris sudah hadir. Pusat pendidikan fisika yang didirikan Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) pimpinan Prof Yohanes Surya, juga dibangun di sini.
Tempat wisata berkelas internasional seperti Ocean Park dan tempat outbound Kampoeng Maen, melengkapi kota baru ini. Pusat perbelanjaan seperti ITC BSD, WTC Matahari, BSD Plaza, BSD Junction, Plaza Bintaro dan pusat grosir Makro, Alfa, Hypermart, Giant, serta pasar tradisional berwajah modern, sudah tersedia. Ratusan bahkan ribuan restoran berkelas hingga warung kaki lima bercita rasa bintang lima bertebaran.
Selamat datang Kota Tangerang Selatan!

ILUSTRASI di blog ini peta Kota Tangerang Selatan, repro oleh R Adhi Kusumaputra/KOMPAS, sedangkan fotonya adalah calon lokasi pusat pemerintahan Kota Tangerang Selatan, yang saat ini masih digunakan sebagai kantor Kecamatan Ciputat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s