Sudah 32 Tahun Layanan Tetap Buruk…

KOMPAS
Metropolitan
Jumat, 16 Maret 2007

Angkutan Penumpang

Sudah 32 Tahun Layanan Tetap Buruk…

R Adhi Kusumaputra

Suasana Stasiun Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Kamis (15/3), tampak riuh dan ramai. Ratusan bahkan lebih dari seribu pengguna jasa kereta api menggelar aksi unjuk rasa. Mereka bahkan “menyandera” satu rangkaian kereta di stasiun tua itu.

PT Kereta Api (KA) dinilai tak memerhatikan lintas barat, antara Jakarta-Rangkasbitung-Merak di Provinsi Banten, bahkan terkesan membiarkan layanan di jalur ini buruk. “Saya sudah 32 tahun menggunakan KA Maja-Jakarta. Kondisinya ya tetap begini, jelek. Apakah karena penumpangnya bukan orang kaya sehingga PT KA enggan meningkatkan pelayanan di sini?” kata Mochamad Noer (49) yang bekerja di Perum Bulog di Jakarta.

Noer setuju aksi yang dilakukan ratusan orang yang merasa senasib. “Dengan cara seperti ini, PT KA baru mau mendengarkan kami,” kata warga Maja, Kabupaten Lebak, itu.

Hal senada diungkapkan Hanafi (52), juga warga Maja, yang bekerja di sebuah bengkel di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. “Saya setiap hari naik KA ini selama 28 tahun, tetapi tak pernah beres. Mogoklah, jadwal tidak pernah tepatlah. Pokoknya sangat menjengkelkan penumpang,” kata Hanafi.

Hadi (31), warga Rangkasbitung yang bekerja di kawasan Ancol, Jakarta Utara, menuturkan pula, setiap hari dia ke Stasiun Rangkasbitung pukul 05.00. “Tetapi, saya harus menunggu di sana sampai satu jam karena menunggu lok ditarik. Kapan ya jadwal KA bisa tepat waktu?” ucap Hadi.

Penumpang lain menyebutkan, informasi dari PT KA tidak pernah tepat. “Ketika kami tanyakan KA ada di mana, dijawab sedang di Rangkasbitung. Setelah ditunggu selama satu jam, KA belum juga nongol. Padahal, kami kan harus masuk kerja. Informasi seharusnya akurat, jangan asal jawab,” tutur Linda.

Muchtadin (39), warga Parungpanjang yang bekerja di PT Pos Indonesia di Jakarta Pusat, juga mengingatkan PT KA untuk memerhatikan peningkatan pelayanan KA lintas barat.

“KA Depok, Bogor, Bekasi, Tangerang, Serpong semuanya diperbaiki, layanan ditingkatkan, sementara yang menuju Rangkasbitung tidak dipedulikan. Kami minta PT KA dan pemerintah pusat peduli pada pengguna jasa KA ekonomi seperti kami,” ujar Muchtadin.

Bersabar
Kepala Seksi Operasi PT KA Daops I Afianto yang “dipaksa” datang berdialog dengan para pengguna jasa KA itu mengatakan, perhatian pemerintah pusat pada KA belum lama. Dia minta masyarakat pengguna jasa KA untuk bersabar.
“Sekarang sudah ada Dirjen KA yang khusus memerhatikan kualitas layanan KA,” kata Afianto. Dia berjanji memperbaiki Stasiun Parungpanjang yang kondisinya buruk.

Kepedulian pejabat PT KA atas keluhan pengguna jasa di lintas barat itu sangat penting. Sebab, sejauh ini, tak ada alternatif alat transportasi lain selain KA yang melayani Parungpanjang-Jakarta.

“Masak pemerintah tidak peduli dengan orang seperti kami, yang tinggal di pinggiran,” tanya Cholik Budi. Dia berharap pemerintah menyediakan pula bus-bus umum jurusan Parungpanjang-Jakarta.

FOTO di blog ini suasana Stasiun KA Parungpanjang, Bogor, Kamis 15 Maret, oleh R Adhi Kusumaputra/KOMPAS

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s