Penumpang "Menyandera" KA

Pengantar

Pemerintah dinilai tidak peduli pada angkutan KA di lintas barat. Penumpang “menyandera” KA di Stasiun Parungpanjang, Kabupaten Bogor, kecewa dengan layanan KA yang buruk. (KSP)

KOMPAS
Metropolitan
Jumat, 16 Maret 2007

Penumpang “Menyandera” KA

* Jalur Barat Selama Ini Diabaikan
Jakarta, Kompas

Kereta api dari Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, menuju Jakarta, Kamis (15/3) pagi, “disandera” sekitar 500 penumpang saat berhenti di Stasiun Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Akibatnya, kereta api itu tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Tanah Abang di Jakarta Pusat.
“Para pengunjuk rasa menahan kereta api yang akan melanjutkan perjalanan,” kata Kepala Humas PT KA Daerah Operasi (Daop) I Ahmad Sujadi, Kamis.
Sejumlah penumpang saat ditemui Kompas di lokasi unjuk rasa menyatakan, mereka menuntut PT KA memperbaiki fasilitas dan layanan KA lintas barat jurusan Jakarta-Rangkasbitung. Jalur itu dinilai sudah buruk. Mereka terpaksa “menyandera” KA penumpang karena layanan makin hari makin buruk.
Muchtadin (39), koordinator aksi itu, menegaskan, aksi itu spontanitas dilakukan pengguna jasa dan tidak direncanakan sebelumnya.
“Ini puncak dari kekesalan dan kemarahan kami para pengguna jasa terhadap PT KA dan pemerintah yang tidak peduli dengan lintas barat. Bayangkan, pemerintah telah memperbaiki layanan di Depok, Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Serpong, tetapi kapan kapan layanan lintas ke Rangkasbitung ditingkatkan?” ujar Muchtadin, pegawai PT Pos Indonesia di Jakarta Pusat, yang tinggal di Parungpanjang itu.
Ahmad Sujadi membenarkan, aksi unjuk rasa dan penahanan rangkaian KA kelas ekonomi itu dilakukan penumpang yang kesal karena KA tersebut mogok di daerah Tenjo, menjelang masuk Parung Panjang, Kamis pagi. Akibatnya, banyak di antara penumpang terlambat pergi ke tempat kerja.
Menurut Ahmad, belakangan ini KA yang melayani jalur Jakarta-Rangkasbitung memang sering mogok karena lokomotif nomor BB 304 yang menariknya sudah tua dengan kondisi yang sudah tidak bagus.

Tiap hari mogok
“Selama bulan Maret ini saja KA itu sudah mogok 14 kali. KA itu hampir tiap hari mogok karena sekarang kan baru tanggal 15,” ucap Sujadi.
Lokomotif BB 304 yang sudah berumur 40 tahun itu sebenarnya lokomotif pengganti sementara dari lokomotif nomor CC 201 yang biasa menarik rangkaian gerbong KA Jakarta-Rangkasbitung. Meski lebih baru, lokomotif CC 201 bobotnya lebih berat, sekitar 90 ton, sehingga tidak bisa melewati jembatan KA di atas Sungai Cisadane di Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, yang sedang diperbaiki setelah ambles akibat banjir pada Februari lalu.
Tenaga lokomotif BB 304 juga lebih kecil, sehingga hanya mampu menarik tujuh gerbong, dibandingkan dengan 10 gerbong yang biasa dihela lokomotif CC 201. “Akibatnya, tiap hari penumpang lebih berjejalan, termasuk di lokomotif,” ucap Sujadi.
Menurut Ahmad, PT KA Daop I sebenarnya sudah meminta pengalihan gerbong dari daerah operasi lain untuk menanggulangi masalah kekurangan lokomotif di jalur Jakarta-Rangkasbitung.
“Kami juga sudah menghentikan untuk sementara pengoperasian kereta api pengangkut batu bara agar lokomotifnya dapat digunakan membantu menarik KA penumpang Jakarta-Rangkasbitung. Akan tetapi, sebelum sempat semua itu dilakukan, kami sudah didemo,” papar Ahmad Sujadi.
Kepala Stasiun KA Parungpanjang Wahyudin menjelaskan, “penyanderaan” berawal dari mogoknya KA 907 di Tenjo, Kamis pagi, yang kemudian disusul KA 909.
Kepala Kepolisian Sektor Parung Panjang Ajun Komisaris Segoro Nadi mengatakan, “Penyanderaan itu bukan unsur pidana dan tidak ada aksi perusakan. Aksi berakhir damai dengan kesepakatan yang memuaskan kedua pihak.” (ksp/muk)

FOTO di blog ini suasana Stasiun Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Kamis (15/3), oleh R Adhi Kusumaputra/KOMPAS

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s